Bagi mahasiswa dan akademisi, publish jurnal bukan hanya soal kualitas artikel ilmiah dan penelitian yang dibuat, tetapi juga soal kesiapan biaya. Di sinilah istilah Article Processing Charge atau APC menjadi relevan untuk dipahami.
Menyiapkan artikel untuk jurnal sering kali melelahkan, apalagi setelah diterima terdapat biaya yang tidak terduga. Untuk itu, memahami seluk-beluk APC bisa membantu kamu merencanakan publikasi dengan lebih matang.
Mengenal APC di Jurnal
APC adalah singkatan dari Article Processing Charge, atau dalam istilah sederhana disebut Biaya Pemrosesan Artikel. Ini merupakan biaya yang dikenakan penerbit jurnal kepada penulis setelah naskahnya dinyatakan lolos dan diterima untuk dipublikasikan.
Model biaya ini erat kaitannya dengan sistem Akses Terbuka (Open Access). Dalam sistem ini, artikel dapat diakses gratis oleh siapa saja di seluruh dunia tanpa perlu berlangganan. Karena tidak ada pemasukan dari pembaca, maka biaya operasional jurnal dialihkan kepada penulis atau lembaga pendukungnya.
Secara umum, APC mencakup beberapa komponen kerja, seperti:
- Proses telaah sejawat (peer review) dan administrasi editorial
- Penyuntingan naskah dan tata letak (layouting)
- Produksi digital dan pengarsipan jangka panjang
Biaya APC di Indonesia
Jawabannya cukup bervariasi, tergantung pada reputasi jurnal dan layanan yang diberikan. Berdasarkan data yang diberikan lama resmi jurnal di Indonesia tahun 2025, berikut gambaran biaya APC yang berlaku:
Nama Jurnal (Lembaga) |
Biaya APC (2025) |
Keterangan Sumber |
Jurnal Kesehatan As-Shiha (UMRI) |
Rp150.000 |
Berlaku khusus mahasiswa |
At-Thullab (UII) |
Rp300.000 |
Jurnal ilmiah mahasiswa |
SATWIKA (UNJ) |
Rp500.000 |
Terakreditasi SINTA 5 |
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis (IPB) |
Rp2.000.000 |
Berlaku untuk penulis domestik |
Menariknya, nggak semua jurnal memungut biaya publikasi. Banyak jurnal yang dikelola oleh perguruan tinggi negeri atau lembaga penelitian masih menerapkan kebijakan tanpa biaya publikasi alias gratis (free APC) bagi penulisnya.
Kapan APC Dibayarkan?
Kesalahan umum yang sering terjadi di kalangan penulis pemula adalah APC ini dibayarkan di awal. Padahal, sistem yang benar adalah APC dibayarkan setelah artikel diterima (post-acceptance).
Flow-nya secara umum adalah:
- Submit naskah -> Nggak ada biaya kirim
- Proses review -> Nggak dikenakan biaya selama proses penelaahan
- Naskah di-ACC-> Penerbit baru mengirimkan invoice
Dengan sistem ini, penulis tidak perlu khawatir kehilangan uang jika artikelnya ditolak. Biaya hanya keluar ketika karya benar-benar layak terbit.
Tips Mengelola APC untuk Mahasiswa dan Akademisi
Bagi mahasiswa yang memiliki anggaran terbatas, ada beberapa opsi strategis yang bisa ditempuh:
- Seleksi jurnal dengan cermat. Jangan cuma fokus sama reputasi tinggi. Kamu harus cari tahu kebijakan APC di laman About jurnal. Prioritaskan jurnal dengan biaya rendah atau gratis, terutama jika penelitian masih skala lokal.
- Manfaatkan program bantuan dari kampus. Beberapa universitas seperti IPB dan Universitas Diponegoro memiliki skema bantuan biaya publikasi untuk dosen dan mahasiswa. Cek ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) di kampus masing-masing.
- Waspadai Jurnal Predator. Jurnal predator biasanya mengirimkan email spam dengan tenggat waktu sangat singkat dan meminta APC mahal tanpa proses peer review yang kredibel. Pastikan jurnal terdaftar di basis data resmi seperti SINTA atau Scopus.
Baca juga: Jurnal Predator: Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Memahami APC adalah bagian dari literasi publikasi yang wajib dimiliki oleh akademisi modern. Dengan perencanaan yang baik, publikasi ilmiah bisa tetap berkualitas tanpa membuat kantong jebol.
Sudah tahu target jurnal publikasi kamu tahun ini belum? Pastikan buat selalu mengecek kebijakan APC pada laman resmi jurnal sebelum memulai proses submit, ya.
FAQ
Apakah ada bantuan biaya untuk publikasi jurnal internasional?
Ada. Beberapa kampus seperti IPB dan UNDIP menyediakan program hibah atau subsidi untuk publikasi di jurnal internasional bereputasi. Syarat dan ketentuannya bisa diakses melalui LPPM universitas masing-masing.
Apakah ada kebijakan keringanan biaya (waiver) untuk APC?
Ya, beberapa jurnal internasional menyediakan waiver atau diskon bagi penulis dari negara berkembang. Untuk jurnal nasional, kebijakan ini jarang, tetapi tidak ada salahnya bertanya langsung ke redaksi melalui surel sebelum submit.
Bagaimana kalau saya nggak sanggup bayar setelah artikel diterima?
Secara teknis bisa dibatalkan, tetapi itu dianggap pelanggaran etika karena editor dan reviewer sudah bekerja. Solusi terbaik adalah segera hubungi editor untuk menanyakan opsi cicilan atau perpanjangan waktu, jangan cuma diam aja ya.