Parafrase skripsi yang benar dapat dilakukan dengan memahami isi referensi, kemudian menulis ulang menggunakan kalimat dan gaya bahasa sendiri tanpa mengubah makna aslinya, selain mengubah struktur kalimat sendiri tanpa mengubah makannya, kamu juga wajib mencantumkan sitasi karena ide yang digunakan berasal dari penulis lain. Teknik dapat membantu mengurangi tingkat similarity dan meminimalkan risiko plagiarisme pada skripsi kamu apabila kamu lakukan dengan benar.
Parafrase sendiri dapat diartikan sebagai proses menulis ulang gagasan dari sumber lain dengan susunan kalimat dan pilihan kata yang berbeda tanpa mengubah makna asli dari informasi tersebut. Dalam konteks menghindari plagiasi parafrse memiliki peran penting untuk membantu penulis menyampaikan ide orang lain dengan gaya bahasanya sendiri.
Dengan menguasai tips parafrase merupakan cara yang efektif untuk memberikan manfaat besar dalam penulisan skripsi, jurnal dan karya ilmiah lainnya. Selain dapat mampu menurunkan angka plagiarisme hal ini juga mampu melatih skills menulis dan berpikir secara kritis, mengolah informasi yang di dapat dan tulisan yang di hasilkan pun cenderung lebih runtut, tidak kaku, dan menunjukan profesionalitas seorang akademisi.
Cara parafrase yang benar
1. Pahami
isi Referensi terlebih dahulu
Kamu
dapat mulai dengan memahami isi dari referensi yang kamu dapat, jangan langsung
mengganti kata demi katanya. Bacalah sumber hingga benar-benar kamu paham isi
dan pesan utamanya, setelah itu coba jelaskan kembali menggunakan bahasa dan
pemahaman sendiri.
2. Gunakan
Susunan Kalimat yang Berbeda
Selain mengganti kosakata dari sumber yang kamu dapat, mengubah susunan kalimat juga dapat kamu lakukan misalnya kalimat aktif bias diubah menjadi kalimat pasif atau pun sebaliknya.
Contoh:
Kalimat
asli
“Penelitian
menunjukan bahwa media sosial berpengruh terhadap perilaku konsumen”
Dapat
kamu ubah menjadi
“Berdasarkan
hasil penelitian, perilaku konsumen dipengaruhi oleh penggunaan media sosial”
3. Hindari
Hanya Mengganti Sinonim
Kesalahan yang sering kali terjadi adalah hanya mengganti beberapa kata menggunakan sinonim tanpa mengubah struktur kalimat.
Contoh:
|
Tulisan Asli |
Salah |
Benar |
|
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh game online terhadap minat belajar
siswa
|
Riset
ini bertujuan untuk memahami dampak game online terhadap ketertarikan
belajar siswa
|
Penelitian
dilakukan untuk menganalisis bagaimana penggunaan media sosial dapat
memengaruhi minat mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
|
Cara tersebut masih memiliki kemiripan yang tinggi sehingga belum dapat disebut sebagai parafrase yang baik.
4. Gunakan
Gaya Bahasa Sendiri
Setiap orang memiliki cara menulis yang berbeda. Jangan terpaku pada susunan kalimat dari sumber asli. Cobalah menjelaskan informasi tersebut sebagaimana kamu menjelaskan kepada orang lain.
5. Cantumkan
Sitasi
Parafrase bukan berarti tulisan menjadi milik sendiri. Ide tetap berasal dari penulis sebelumnya sehingga sumber harus dicantumkan sesuai gaya sitasi yang digunakan.
6. Gabungkan
Informasi dari Beberapa Referensi
Kamu dapat menggabungkan beberapa sumber referensi yang membahas topik yang sama daripada kamu hanya mengandalkan satu sumber saja. Cara ini dapat membantu menghasilkan isi pembahasan yang lebih kaya sekaligus mengurangi kemiripan dengan satu sumber tertentu.
7. Lakukan
Pemeriksaan Similarity
Setelah selesai melakukan parafrase, lakukan pengecekan menggunakan plagiarisme checker atau similarity checker. Langkah ini membantu mengetahui apakah masih terdapat bagian yang terlalu mirip dengan sumber asli sehingga dapat diperbaiki sebelum skripsi dikumpulkan.
Kesalahan parafrase yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan berikut yang masih sering dilakukan oleh mahasiswa saat melakukan parafrase:
- Mengganti beberapa
kata dengan sinonim tanpa mengubah struktur kalimat.
- Menyalin satu
paragraf kemudian hanya menghapus beberapa kata.
- Tidak mencantumkan sumber referensi.
- Mengubah makna asli dari sumber.
- Menggunakan hasil AI tanpa melakukan proses penyuntingan kembali.
Mengapa parafrase penting saat penyusunan skripsi?
Parafrase tidak hanya membantu menurunkan nilai similarity saja, tetapi juga meningkatkan kualitas penulisan akademik, untuk itu parafrase sangat penting dalam proses penyusunan skripsi guna menjaga menjaga orisinalitas tulisan, menghindari plagiarisme, dan menurunkan persentase uji kemiripan (misalnya Turnitin). Selain itu, teknik ini membuktikan bahwa mahasiswa benar-benar memahami teori atau jurnal referensi dan mampu menyajikannya dengan bahasa yang lebih akademis.
Parafrase merupakan salah satu keterampilan yang wajib dikuasi oleh para mahasiswa dalam proses penyusunan skripsi. Teknik ini tidak hanya mambantu menurunkan tingkat similarity tetapi juga menunjukan bahwa kamu benar benar memahami isi materi yang kamu kutip.
Melakukan parafrase secara manual memang dapat membantu mengurangi similarity, tetapi prosesnya sering kali memerlukan waktu dan ketelitian. Jika kamu ingin membuat proses penulisan lebih efisien, Manuru.id dapat menjadi solusi untuk membantu menghasilkan parafrase yang lebih natural, mengecek similarity, serta meningkatkan kualitas tulisan akademik.
FAQ
1.
Apakah
parafrase dapat menghilangkan plagiarisme?
Tidak
sepenuhnya. Parafrase membantu mengurangi kemiripan teks, tetapi kamu tetap
wajib mencantumkan sumber referensi karena ide yang digunakan berasal dari
penulis lain.
2. Apakah hasil parafrase AI boleh
langsung digunakan?
Tidak disarankan. Hasil AI sebaiknya ditinjau, diedit, dan disesuaikan dengan
gaya bahasa akademik sebelum dimasukkan ke dalam skripsi.
3. Apakah parafrase harus tetap
menggunakan sitasi?
Ya. Meskipun kalimat sudah ditulis ulang, sumber asli tetap harus dicantumkan
sebagai bentuk penghargaan terhadap penulis dan untuk menghindari plagiarisme.