Jurnal Mahasiswa

Pahami Perbedaan Jurnal Sinta dan Scopus

Bingung bedanya jurnal Sinta dan Scopus? Simak perbedaan dari sisi definisi, standar akreditasi, hingga cakupan publikasi. Wajib baca buat mahasiswa yang mau publikasi ilmiah!

15 Agustus 2026 Salwa Aliyyah ยท SEO Writer 4 menit baca
Pahami Perbedaan Jurnal Sinta dan Scopus

Pernah nggak kamu dengar dosen atau teman kuliahmu bilang "eh, jurnal ini udah Sinta 2 lho!" atau "wah, artikelnya tembus Scopus"? Buat mahasiswa, dua istilah ini pasti sering kamu dengar. Tapi, sebenarnya apa sih perbedaannya?

Menariknya, hingga Mei 2026, tercatat ada 15.456 jurnal terakreditasi di sistem Sinta dengan 331.407 penulis dari 5.543 institusi di Indonesia. Sementara itu, Scopus mengindeks lebih dari 25.000 jurnal aktif dari berbagai negara di dunia. Angka ini menunjukkan bahwa kedua platform punya skala dan fungsi yang berbeda.

Buat kamu yang lagi nyusun skripsi, thesis, atau sekadar ingin tahu tentang publikasi ilmiah, yuk kita bahas tuntas perbedaan jurnal Sinta dan Scopus.

Apa Itu Jurnal Sinta?


Sinta adalah singkatan dari Science and Technology Index. Ini adalah portal daring yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. Fungsinya? Menjadi wadah bagi jurnal-jurnal ilmiah nasional yang telah terakreditasi.

Jurnal yang masuk ke dalam Sinta harus melalui proses penilaian dari ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional) dan dinilai berdasarkan standar akreditasi serta sitasi. Akreditasi ini berlaku selama 5 tahun.

Sinta membagi jurnal ke dalam beberapa peringkat. Awalnya ada enam tingkatan dari S1 hingga S6. Tapi kabar terbarunya, pemerintah resmi menghapus jenjang Sinta 5 dan Sinta 6 melalui Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026, sehingga kini hanya ada Sinta 1 sampai Sinta 4. Sinta 1 adalah peringkat tertinggi dan biasanya setara dengan jurnal internasional bereputasi.

Apa Itu Jurnal Scopus?

Kalau Sinta adalah produk lokal, Scopus adalah database jurnal ilmiah internasional yang dikelola oleh Elsevier, penerbit karya ilmiah besar dari Belanda.

Scopus berisi abstrak dan sitasi dari ribuan jurnal ilmiah terbitan internasional. Saat ini, Scopus telah mengindeks lebih dari 43.000 judul dari berbagai penerbit di seluruh dunia.

Untuk bisa menembus Scopus, sebuah jurnal harus memenuhi kriteria yang ketat. Persyaratan awalnya (Minimum Eligibility Criteria/MEC) meliputi penerapan proses peer review, kepemilikan ISSN, konsistensi penerbitan berkala, penggunaan judul dan abstrak berbahasa Inggris, serta penerapan etika publikasi yang mengacu pada prinsip COPE (Comittee on Publications Ethics). 

Di Scopus, jurnal juga punya peringkat berupa kuartil, Q1 sampai Q4. Q1 adalah yang tertinggi dan paling bereputasi.

Perbedaan Utama Jurnal Sinta dan Scopus

1. Skala dan Cakupan

Ini perbedaan paling mendasar. Sinta adalah database nasional, sedangkan Scopus adalah database internasional.

Jurnal Sinta membahas konten yang lebih bersifat lokal atau nasional. Sementara Scopus mencakup jurnal dari berbagai negara dan bahasa, dengan cakupan yang lebih menyeluruh secara global.

2. Standar dan Kriteria Penilaian

Mengutip dari artikel hukum online, standar untuk masuk Scopus jauh lebih ketat dibandingkan Sinta. Seperti yang dijelaskan Dekan Fakultas Hukum President University, Fennieka Kristianto, perbedaan utama keduanya terletak pada bahasa dan level kualitas.

Scopus umumnya menuntut publikasi dalam bahasa Inggris, sementara Sinta tetap bisa menggunakan bahasa Indonesia meskipun sebagian jurnalnya juga menerapkan bahasa Inggris.

Selain itu, kriteria yang ditetapkan Sinta relatif lebih ringan, sehingga ide-ide peneliti dan dosen lebih mudah dipublikasikan tanpa harus menunggu terlalu lama.

3. Reputasi dan Pengakuan

Di mata kementerian dan dunia akademik, Scopus lebih dihargai karena terindeks internasional. Bahkan jurnal-jurnal non-Q yang terindeks Scopus di Indonesia biasanya masuk dalam Sinta 1.

Tapi bukan berarti Sinta tidak penting. Seperti yang diungkapkan Profesor Natalia Yeti Puspita, Sinta dan Scopus tak bisa dibenturkan karena masing-masing punya kelebihan dan saling melengkapi. Scopus penting untuk reputasi global, sementara Sinta membuat akademisi Indonesia punya sistem indeksasi nasional yang patut disyukuri.

4. Target Audiens

Jurnal Sinta lebih sesuai dengan kebutuhan sistem pendidikan tinggi nasional. Sementara Scopus memiliki jangkauan pembaca dari peneliti seluruh dunia.

Mana yang Harus Dipilih?

Jawabannya, tergantung tujuan kamu.

Kalau kamu baru memulai publikasi atau targetnya adalah memenuhi syarat kelulusan di tingkat nasional, jurnal Sinta adalah pilihan yang tepat. Apalagi Sinta sangat suportif bagi mahasiswa yang ingin memulai publikasi pertama.

Tapi jika kamu ingin karyanya diakui secara global dan punya ambisi untuk berkarier di tingkat internasional, menembus Scopus adalah langkah yang wajib dipertimbangkan.

Yang menarik, kini muncul jurnal-jurnal Indonesia yang terindeks di keduanya, atau yang disebut 'Sinta-Scopus'. Jadi bukan mustahil untuk menikmati keuntungan dari kedua sistem sekaligus.

Jadi, sudah siap menentukan target publikasi ilmiahmu? Mulai riset jurnal yang sesuai dengan bidang dan tujuan karirmu sekarang juga! Jangan lupa selalu cek status akreditasi di laman resmi Sinta dan pastikan jurnal tujuanmu bukan jurnal predator, ya!

FAQ

Mahasiswa S1 bisa publikasi di jurnal Scopus?

Bisa banget. Banyak mahasiswa S1 yang berhasil mempublikasikan karyanya di jurnal Scopus. Bahkan ada mahasiswa yang bisa lulus tanpa sidang skripsi berkat publikasi di jurnal Scopus Q4. Tapi tentu butuh persiapan matang, kualitas riset yang baik, dan kemampuan menulis dalam bahasa Inggris.

Gimana cara mengecek apakah sebuah jurnal terakreditasi Sinta atau Scopus?

Buat Sinta, kamu bisa langsung cek di laman resmi Sinta Cari nama jurnalnya dan lihat peringkat akreditasinya. Untuk Scopus, kamu bisa cek di laman Scopus atau menggunakan Scopus Source List untuk melihat daftar jurnal yang terindeks. Pastikan juga jurnal memiliki ISSN yang aktif dan terdaftar secara resmi.

#sinta #scopus #jurnal #mahasiswa #publikasi ilmiah #akreditasi jurnal