AI Skripsi Metodologi Penelitian

Bolehkah AI Membantu Membuat Rumusan Masalah Skripsi?

AI dapat membantu mengembangkan alternatif rumusan masalah, tetapi mahasiswa tetap perlu memastikan masalah tersebut relevan, fokus, dapat diteliti, dan sesuai bidang penelitian.

16 September 2026 Nisrina Putri Dayani ยท SEO Article Writer 4 menit baca
Bolehkah AI Membantu Membuat Rumusan Masalah Skripsi?

Merumuskan masalah penelitian merupakan salah satu tahap penting dalam penyusunan skripsi karena bagian ini menentukan apa yang sebenarnya ingin dikaji. AI dapat membantu mahasiswa mengeksplorasi kemungkinan pertanyaan, tetapi hasil yang diberikan belum tentu langsung sesuai dengan masalah penelitian yang ingin dikaji.

Lalu, sejauh mana AI boleh digunakan dalam membuat rumusan masalah skripsi? AI dapat dimanfaatkan untuk membantu mengembangkan atau menyempurnakan alternatif pertanyaan, tetapi mahasiswa tetap perlu memahami topiknya, membaca literatur, dan menentukan fokus penelitian berdasarkan masalah yang benar-benar ingin diteliti.

Apakah AI Boleh Membantu Membuat Rumusan Masalah?

AI dapat digunakan sebagai alat bantu dalam tahap awal pengembangan pertanyaan penelitian. Bahkan, Boston University menyediakan materi pembelajaran yang secara khusus membahas penggunaan AI untuk membantu mahasiswa menghasilkan, menyempurnakan, dan memperluas pertanyaan penelitian.

Namun, penggunaan tersebut tidak berarti mahasiswa dapat menyerahkan seluruh proses perumusan masalah kepada AI. Pertanyaan penelitian tetap perlu memiliki tujuan yang jelas dan sesuai dengan proyek penelitian yang akan dikerjakan.

Dalam panduan pengembangan pertanyaan penelitian, Monash University menjelaskan bahwa pertanyaan penelitian yang baik perlu jelas, fokus, dapat diteliti, memiliki ruang lingkup yang sesuai, dan didukung oleh sumber penelitian yang memadai.

Apa yang Bisa Dibantu AI dalam Merumuskan Masalah?

AI dapat membantu ketika mahasiswa sudah memiliki topik tetapi masih kesulitan melihat kemungkinan fokus penelitian. Misalnya, mahasiswa dapat menggunakan AI untuk mengeksplorasi berbagai pertanyaan dari suatu topik dan kemudian memilih bagian yang paling relevan untuk ditelusuri lebih lanjut.

AI juga dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan aspek yang terlalu luas atau terlalu umum dalam sebuah pertanyaan. Dari beberapa alternatif yang dihasilkan, mahasiswa dapat melihat perbedaan fokus sebelum menyusun rumusan masalah yang lebih sesuai.

Selain itu, AI dapat digunakan untuk memberikan alternatif redaksi ketika mahasiswa sudah memahami masalah penelitian tetapi kesulitan menyusunnya menjadi pertanyaan yang jelas. Pada tahap ini, AI berfungsi sebagai alat bantu bahasa dan brainstorming, bukan sebagai penentu masalah penelitian.

Penggunaan seperti ini sejalan dengan pendekatan yang lebih hati-hati terhadap GenAI dalam pendidikan. UNESCO menekankan pentingnya penggunaan AI yang berpusat pada manusia, termasuk mempertahankan kemampuan pengguna untuk menilai dan mengambil keputusan secara mandiri.

Apa yang Tetap Harus Ditentukan Mahasiswa?

Hal paling penting yang tidak seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada AI adalah mengapa masalah tersebut layak diteliti. Jawaban atas pertanyaan tersebut membutuhkan pemahaman terhadap bidang ilmu, penelitian terdahulu, kondisi yang diamati, dan tujuan penelitian.

Sebelum menetapkan rumusan masalah, mahasiswa perlu melakukan pencarian awal terhadap literatur yang relevan. Monash University juga menyarankan pembacaan awal terhadap sumber akademik sebelum pertanyaan penelitian ditentukan agar peneliti memahami perdebatan dan isu yang sudah ada dalam topik tersebut.

Ruang lingkup juga harus diperiksa. Pertanyaan yang terlalu luas dapat sulit dijawab secara mendalam, sedangkan pertanyaan yang terlalu sempit mungkin tidak memiliki cukup bahan untuk diteliti. Pertanyaan yang baik perlu disesuaikan dengan waktu, data, metode, dan sumber daya yang tersedia.

Kesesuaian dengan bidang studi dan arahan pembimbing juga tidak boleh dilewatkan. Penggunaan AI dalam skripsi dapat memiliki aturan berbeda berdasarkan institusi, program studi, dosen, atau jenis tugas yang dikerjakan.

Bagaimana Memastikan Rumusan Masalah dari AI Relevan?

Setelah mendapatkan beberapa alternatif dari AI, jangan langsung memilih pertanyaan yang paling terdengar akademis. Periksa kembali dengan beberapa pertanyaan berikut:

  1. Apakah masalahnya benar-benar ada?
    Pastikan pertanyaan tersebut berasal dari persoalan atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan konteks penelitian, bukan sekadar hasil asumsi AI.
  2. Apakah ada sumber akademik yang mendukung?
    Cari jurnal, buku, atau sumber ilmiah lain yang membahas topik tersebut. Literatur awal dapat membantu melihat apakah masalah penelitian memiliki dasar yang cukup.
  3. Apakah pertanyaannya fokus?
    Rumusan masalah harus memiliki batas yang jelas agar penelitian tidak melebar ke terlalu banyak aspek.
  4. Apakah pertanyaannya dapat diteliti?
    Pastikan data, objek, metode, dan sumber daya yang dibutuhkan tersedia.
  5. Apakah pertanyaan tersebut sesuai dengan tujuan penelitian?
    Rumusan masalah harus memiliki hubungan yang jelas dengan apa yang ingin dicapai melalui penelitian.

Panduan Boston University menunjukkan bahwa AI dapat digunakan secara iteratif untuk membantu mempersempit dan menyempurnakan pertanyaan penelitian. Namun, aktivitas tersebut tetap diarahkan agar mahasiswa membangun pertanyaan penelitian mereka sendiri, bukan sekadar menerima keluaran AI.

Studi terbaru mengenai penggunaan GenAI dalam konteks skripsi juga menunjukkan bahwa manfaat AI perlu dilihat bersama konteks institusi, disiplin, norma akademik, dan proses verifikasi. Penelitian tersebut menekankan pentingnya alur penggunaan yang mencakup keluaran AI, verifikasi, revisi pribadi, dan penguatan bukti.

Kesimpulan

AI boleh membantu mahasiswa mengembangkan alternatif rumusan masalah skripsi, terutama pada tahap brainstorming, mempersempit topik, atau memperbaiki kejelasan pertanyaan. Namun, masalah penelitian tetap perlu ditentukan berdasarkan pemahaman mahasiswa terhadap topik, literatur yang relevan, kelayakan penelitian, dan tujuan yang ingin dicapai.

Dengan begitu, AI berfungsi sebagai alat bantu dalam proses berpikir, bukan sebagai pihak yang menentukan arah penelitian. Rumusan masalah yang akhirnya digunakan tetap perlu dipahami, diperiksa, dan dapat dipertanggungjawabkan oleh mahasiswa sendiri.

FAQ

1. Apakah boleh menggunakan ChatGPT untuk membuat rumusan masalah skripsi?
Boleh sebagai bantuan untuk brainstorming atau mengembangkan alternatif pertanyaan, selama penggunaannya sesuai dengan aturan akademik yang berlaku.

2. Apakah rumusan masalah dari AI bisa langsung digunakan?
Sebaiknya tidak. Periksa terlebih dahulu relevansi masalah, literatur pendukung, ruang lingkup, ketersediaan data, dan kelayakan penelitian.

3. Apa yang harus dilakukan jika AI memberikan rumusan masalah yang terlalu luas?
Persempit berdasarkan objek, konteks, variabel, kelompok yang diteliti, atau aspek tertentu dari topik. Setelah itu, pastikan fokus tersebut tetap didukung oleh literatur dan dapat diteliti.

#AI #rumusan masalah #skripsi #ChatGPT #penelitian #pertanyaan penelitian