1. Isi Abstrak Nggak Nyambung Sama Skripsi
Ini nih yang paling parah. Abstrak itu kan ringkasan, jadi harus sesuai dengan apa yang ada di dalam skripsi. Tapi penelitian Resti Andini dan tim (2026) menemukan bahwa komponen hasil penelitian dan kata kunci paling sering tidak sesuai dengan isi artikel. Bahkan, ada satu artikel yang dinilai "Tidak Sesuai" karena data di abstrak berbeda dengan data di isi artikel.
Penyebabnya? Menurut penelitian tersebut, hal ini terjadi karena keterbatasan pemahaman metodologi, proses revisi yang kurang menyeluruh, serta pemilihan informasi yang kurang tepat dalam abstrak. Jadi, sebelum kamu mengumpulkan skripsi, pastikan abstrak yang kamu tulis benar-benar mencerminkan isi penelitianmu secara utuh.
2. Bahasa dan Tata Tulis Berantakan
Kesalahan bahasa ternyata mendominasi. Sebuah analisis terhadap 15 abstrak skripsi mahasiswa Universitas Tadulako menemukan 115 kesalahan, dengan kesalahan penggunaan bahasa (Language Use) mencapai 37% atau 42 kesalahan. Bayangkan, hampir 4 dari 10 kesalahan yang ditemukan adalah masalah bahasa!
Kesalahan bahasa ini bisa berupa:
- Penggunaan diksi yang tidak tepat (kata-kata yang kurang pas atau tidak baku)
- Kesalahan ejaan, seperti penulisan huruf kapital, tanda baca, huruf tebal, dan huruf miring
- Kalimat tidak efektif, seperti kalimat yang tidak lengkap atau tidak hemat kata
- Penggunaan istilah asing tanpa penjelasan
Penelitian lain juga menemukan bahwa dari 30 abstrak skripsi yang dianalisis, terdapat 22 kesalahan berbahasa, dengan kesalahan terbanyak pada tataran fonologi (modifikasi huruf, eliminasi huruf, dan perluasan huruf).
3. Struktur Abstrak yang Nggak Jelas
Abstrak itu bukan sekadar kumpulan kalimat. Ia punya struktur yang harus dipenuhi. Menurut berbagai pedoman penulisan, abstrak yang baik harus mencakup:
- Latar belakang (1-2 kalimat tentang mengapa penelitian ini penting)
- Tujuan penelitian
- Metode penelitian
- Hasil penelitian
Namun, banyak mahasiswa yang menulis abstrak tanpa struktur yang jelas. Ada yang terlalu banyak mengurai isu di latar belakang, tapi lupa mencantumkan metode dan hasil. Ada juga yang tujuannya malah ditulis dalam bentuk kalimat tanya, padahal seharusnya pernyataan.
4. Terlalu Panjang atau Terlalu Pendek
Panjang abstrak idealnya 150-250 kata dalam satu paragraf. Tapi banyak mahasiswa yang menulis abstrak terlalu panjang (bertele-tele) atau malah terlalu pendek sehingga informasi penting terlewat.
Ingat, abstrak itu ringkasan, bukan bab pendahuluan yang dipotong. Fokus pada poin-poin penting saja.
5. Mengandung Kutipan atau Referensi
Abstrak adalah ringkasan dari penelitianmu sendiri, bukan tempat untuk mengutip penelitian orang lain. Abstrak yang baik tidak mengandung kutipan pustaka, catatan kaki, atau singkatan yang tidak umum. Tapi masih banyak mahasiswa yang menulis abstrak dengan menyertakan referensi, padahal itu tidak diperlukan.
6. Kata Kunci yang Nggak Relevan
Kata kunci (keywords) adalah bagian penting dari abstrak karena membantu penelitianmu ditemukan. Tapi banyak mahasiswa yang asal mencantumkan kata kunci tanpa memikirkan relevansinya. Padahal, kata kunci yang tidak sesuai dengan isi artikel adalah salah satu kesalahan yang paling sering ditemukan.
Idealnya, kata kunci terdiri dari 3-5 kata yang benar-benar mewakili topik penelitianmu.
Tips Menghindari Kesalahan Abstrak
Nah, setelah tahu kesalahan-kesalahan di atas, gimana cara menghindarinya? Simak tips berikut:
- Baca ulang abstrak setelah skripsimu selesai, pastikan isinya benar-benar sesuai
- Periksa tata bahasa dan ejaan, jangan malas untuk proofread
- Gunakan struktur yang jelas, latar belakang, tujuan, metode, hasil, kesimpulan
- Jaga panjang abstrak, idealnya 150-250 kata
- Hindari kutipan dan referensi, abstrak adalah ringkasan penelitianmu sendiri
- Pilih kata kunci yang relevan dengan 3-5 kata yang mewakili penelitianmu
Abstrak memang hanya beberapa paragraf, tapi dampaknya besar. Ia adalah gerbang pertama yang dilihat dosen penguji, pembaca, atau bahkan mesin pencari. Kesalahan kecil dalam abstrak bisa mengurangi kredibilitas seluruh skripsimu.
Jadi, sebelum kamu menganggap abstrak selesai, luangkan waktu untuk mengecek kembali. Baca sekali lagi, minta teman atau dosen pembimbingmu untuk memberi masukan. Karena abstrak yang baik adalah investasi untuk penelitianmu ke depan.
Sekarang giliran kamu, sudah cek abstrak skripsimu hari ini?
FAQ
Apakah abstrak harus ditulis dalam satu paragraf?
Idealnya, abstrak ditulis dalam satu paragraf yang padu. Namun, beberapa universitas atau jurnal memperbolehkan abstrak terdiri dari 2-3 paragraf pendek. Yang terpenting, pastikan semua komponen (latar belakang, tujuan, metode, hasil, simpulan) tercakup di dalamnya.
Berapa panjang ideal abstrak skripsi?
Umumnya, abstrak skripsi memiliki panjang 150–250 kata. Beberapa pedoman menyebutkan maksimal 200 kata, sementara yang lain 200–250 kata. Selalu cek pedoman dari universitas atau jurnal tempat kamu akan mempublikasikan skripsimu.
Bolehkah abstrak menggunakan bahasa Inggris saja?
Sebagian besar universitas di Indonesia mewajibkan abstrak ditulis dalam dua bahasa: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Namun, kebijakan ini bisa berbeda antar perguruan tinggi. Pastikan kamu mengikuti aturan yang berlaku di kampusmu.