Daftar Pustaka Jurnal Penulisan Akademik

Penulisan Nama Jurnal dalam Daftar Pustaka

Penulisan nama jurnal dalam daftar pustaka memiliki aturan tersendiri, termasuk penggunaan huruf miring, kapitalisasi, dan penulisan nama jurnal secara lengkap.

12 September 2026 Nisrina Putri Dayani ยท SEO Article Writer 2 menit baca
Penulisan Nama Jurnal dalam Daftar Pustaka

Saat menyusun skripsi atau karya ilmiah, penulisan referensi jurnal tidak cukup hanya mencantumkan nama penulis dan judul artikel. Nama jurnal juga memiliki aturan format tersendiri, sehingga bagian ini sering membingungkan ketika harus menentukan mana yang dicetak miring dan bagaimana kapitalisasinya.

Dalam APA 7, nama jurnal ditulis dengan format yang berbeda dari judul artikel yang diterbitkan di dalamnya. Lalu, bagaimana aturan penulisan nama jurnal dalam daftar pustaka, apakah harus dicetak miring dan ditulis lengkap? Simak panduannya berikut.

Apakah Nama Jurnal Dicetak Miring?

Dalam format APA 7, nama jurnal dicetak miring dan ditulis menggunakan title case, yaitu huruf kapital pada kata-kata utama dalam nama jurnal. Nama jurnal juga ditulis secara lengkap, bukan disingkat.

Contohnya:

Journal of Educational Psychology, 117(2), 250โ€“265.

Perhatikan bahwa bukan hanya nama jurnal yang dicetak miring, tetapi juga nomor volumenya. Sementara itu, nomor edisi atau issue yang berada dalam tanda kurung tidak dicetak miring.

Posisi Nama Jurnal dalam Daftar Pustaka

Dalam referensi artikel jurnal menurut APA 7, nama jurnal muncul setelah judul artikel. Setelah nama jurnal, informasi berikutnya biasanya berupa volume, nomor edisi jika tersedia, halaman, dan DOI atau URL apabila diperlukan.

Pola sederhananya dapat ditulis sebagai berikut:

Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman. DOI/URL

Judul artikel menggunakan sentence case, sedangkan nama jurnal menggunakan title case dan dicetak miring. Perbedaan ini penting karena keduanya merupakan bagian yang berbeda dalam satu entri referensi.

Haruskah Nama Jurnal Ditulis Lengkap?

Dalam APA 7, nama jurnal ditulis lengkap dan tidak disingkat. Misalnya, Journal of Immunology tetap ditulis demikian, bukan J Immunol.

Selain itu, kapitalisasi atau tanda baca yang memang menjadi bagian dari nama resmi jurnal perlu dipertahankan. Artinya, jangan mengubah nama jurnal hanya untuk menyesuaikannya dengan pola penulisan judul artikel.

Contoh Penulisan Referensi Artikel Jurnal

Misalnya terdapat artikel jurnal dengan informasi berikut:

  • Penulis: Amanda Putri
  • Tahun: 2025
  • Judul artikel: The role of digital literacy in higher education
  • Nama jurnal: Journal of Higher Education Studies
  • Volume: 12
  • Nomor: 2
  • Halaman: 100โ€“112

Jika mengikuti APA 7, penulisannya menjadi:

Putri, A. (2025). The role of digital literacy in higher education. Journal of Higher Education Studies, 12(2), 100โ€“112.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa judul artikel tidak dicetak miring, sedangkan nama jurnal dan volume dicetak miring. Format ini mengikuti struktur referensi artikel jurnal dalam APA 7.

Kesimpulan

Dalam APA 7, nama jurnal pada daftar pustaka ditulis secara lengkap, menggunakan title case, dan dicetak miring. Nama jurnal ditempatkan setelah judul artikel, kemudian diikuti volume, nomor edisi, halaman, serta DOI atau URL jika diperlukan.

Hal yang perlu diperhatikan ialah membedakan format judul artikel dan nama jurnal. Jika kampus atau jurnal menggunakan gaya sitasi selain APA, ikuti pedoman yang ditetapkan karena aturan format dapat berbeda.

FAQ

Apakah nama jurnal harus dicetak miring?
Dalam APA 7, ya. Nama jurnal dan nomor volumenya dicetak miring.

Apakah nama jurnal boleh disingkat?
Dalam APA 7, nama jurnal ditulis lengkap dan tidak disingkat.

Apakah judul artikel jurnal juga dicetak miring?
Tidak. Dalam daftar referensi APA 7, judul artikel tidak dicetak miring, sedangkan nama jurnal dicetak miring.

#nama jurnal #daftar pustaka #APA 7 #referensi jurnal #penulisan akademik