Sitasi Daftar Pustaka Penulisan Akademik

Sitasi dan Daftar Pustaka Apa Bedanya?

Sitasi dan daftar pustaka sama-sama berkaitan dengan sumber dalam karya ilmiah, tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Kenali perbedaannya agar penulisan referensi tidak keliru.

11 September 2026 Nisrina Putri Dayani · SEO Article Writer 3 menit baca
Sitasi dan Daftar Pustaka Apa Bedanya?

Saat menyusun skripsi atau karya ilmiah, kamu akan sering berhadapan dengan dua istilah yang saling berkaitan, yaitu sitasi dan daftar pustaka. Keduanya sama-sama menunjukkan sumber yang digunakan, tetapi posisi dan fungsinya dalam tulisan tidak sama.

Secara sederhana, sitasi muncul ketika sumber digunakan atau disebutkan di dalam pembahasan, sedangkan daftar pustaka memuat informasi sumber secara lebih lengkap di bagian akhir tulisan. Lalu, bagaimana hubungan keduanya dan apa perbedaan sitasi dengan daftar pustaka? Berikut penjelasan selengkapnya.

Apa Itu Sitasi?

Sitasi adalah keterangan yang menunjukkan sumber suatu informasi, gagasan, data, atau kutipan yang digunakan dalam tulisan. Letaknya biasanya berada di dalam teks atau pada bagian tertentu yang mengikuti sistem referensi yang digunakan.

Dalam sistem APA, misalnya, sitasi dalam teks menggunakan sistem penulis-tahun. Contohnya, (Putri, 2024) atau Putri (2024) menjelaskan bahwa ....

Dengan adanya sitasi, pembaca dapat mengetahui dari mana informasi atau gagasan tersebut berasal. Sitasi juga membantu pembaca menemukan informasi sumber yang lebih lengkap pada bagian referensi.

Apa Itu Daftar Pustaka?

Daftar pustaka merupakan kumpulan informasi bibliografis mengenai sumber yang digunakan dalam karya ilmiah. Bagian ini biasanya ditempatkan di akhir tulisan dan memuat informasi yang lebih lengkap sehingga pembaca dapat mengidentifikasi atau menemukan sumber yang dirujuk.

Dalam gaya APA, bagian tersebut disebut reference list. Isinya mengikuti aturan format tertentu, termasuk susunan nama penulis, tahun, judul, informasi publikasi, serta DOI atau URL jika memang diperlukan.

Istilah “daftar pustaka”, “reference list”, dan “bibliography” tidak selalu memiliki fungsi yang persis sama dalam setiap gaya. Karena itu, penulis sebaiknya mengikuti istilah dan ketentuan yang digunakan oleh kampus, jurnal, atau pedoman sitasi yang dipilih.

Perbedaan Sitasi dan Daftar Pustaka

Perbedaan paling mudah dilihat dari letak dan tingkat kelengkapan informasinya. Sitasi menjadi penanda singkat di dalam tulisan, sedangkan daftar pustaka atau reference list memberikan informasi sumber secara lebih lengkap di bagian akhir.

Contohnya, dalam APA 7, kamu dapat menulis:

Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya hubungan antara kedua variabel tersebut (Putri, 2024).

Kemudian, informasi lengkap mengenai sumber Putri tersebut dicantumkan pada reference list sesuai format APA. Sitasi dalam teks dan entri referensi saling berkaitan sehingga pembaca dapat berpindah dari informasi singkat di dalam tulisan ke sumber lengkap di bagian akhir.

Karena itu, jangan hanya menambahkan sumber di daftar pustaka tanpa mencantumkannya dalam teks ketika sumber tersebut memang digunakan. Sebaliknya, sumber yang disebutkan dalam teks juga perlu memiliki entri yang sesuai pada daftar referensi, selama aturan gaya sitasi yang digunakan memang mensyaratkannya.

Cara Menjaga Keduanya Tetap Konsisten

Setiap kali mengambil gagasan, data, atau kutipan dari sumber, pastikan kamu langsung mencatat informasi bibliografisnya. Kebiasaan ini membantu mengurangi risiko sumber yang sudah dikutip di dalam teks justru terlupakan ketika menyusun daftar referensi.

Selain itu, gunakan satu gaya sitasi secara konsisten dari awal sampai akhir. Format nama penulis, tahun, judul, tanda baca, urutan informasi, hingga penggunaan DOI atau URL dapat berbeda menurut gaya referensi yang dipakai.

Jika menggunakan APA 7, misalnya, sitasi dalam teks mengikuti sistem penulis-tahun, sedangkan reference list disusun berdasarkan aturan daftar referensi APA.

Kesimpulan

Sitasi dan daftar pustaka memiliki fungsi yang saling berkaitan, tetapi bukan hal yang sama. Sitasi merupakan penanda sumber di dalam tulisan, sedangkan daftar pustaka atau reference list memuat informasi sumber secara lebih lengkap di bagian akhir.

Keduanya perlu dibuat konsisten agar pembaca dapat mengetahui asal informasi sekaligus menemukan sumber yang digunakan. Karena setiap gaya memiliki aturan berbeda, selalu sesuaikan penulisannya dengan pedoman kampus, jurnal, atau gaya sitasi yang ditetapkan.

FAQ

Apakah sitasi dan daftar pustaka itu sama?
Tidak. Sitasi merupakan penanda sumber di dalam teks, sedangkan daftar pustaka memuat informasi sumber secara lebih lengkap di bagian akhir tulisan.

Apakah semua sumber di daftar pustaka harus muncul dalam sitasi?
Dalam sistem seperti APA, reference list berkaitan dengan sumber yang dikutip dalam teks. Karena itu, keduanya perlu dicocokkan agar tidak ada sumber yang terlewat atau tercantum tanpa digunakan.

Apa bedanya daftar pustaka dengan reference list?
Keduanya sering digunakan untuk menyebut daftar sumber di akhir tulisan, tetapi maknanya dapat berbeda bergantung pada gaya referensi. Reference list umumnya berisi sumber yang benar-benar dikutip dalam teks, sedangkan bibliography pada gaya tertentu dapat mencakup sumber yang dibaca tetapi tidak dikutip.

#sitasi #daftar pustaka #referensi #karya ilmiah #penulisan akademik