Ketika menggunakan informasi dari jurnal, buku, atau sumber akademik lain, kamu tidak selalu harus menyalin kalimat sumber secara persis. Ada kalanya gagasan cukup disampaikan kembali dengan bahasa sendiri, tetapi ada pula situasi ketika kata-kata asli penulis perlu dipertahankan.
Perbedaan keduanya terletak terutama pada cara mengambil dan menyampaikan informasi dari sumber. Lalu, apa perbedaan kutipan langsung dan tidak langsung, kapan masing-masing digunakan, dan bagaimana cara menuliskannya? Simak penjelasan berikut.
Apa Itu Kutipan Langsung?
Kutipan langsung merupakan penggunaan kata-kata dari sumber secara persis tanpa mengubah susunan atau pilihan katanya. Dalam penulisan akademik, kutipan langsung biasanya ditandai dengan tanda kutip untuk kutipan pendek atau format khusus untuk kutipan panjang, sesuai pedoman gaya sitasi yang digunakan.
Kutipan langsung cocok digunakan ketika cara penulis asli menyampaikan suatu gagasan memang penting untuk dipertahankan. Misalnya, kamu sedang membahas definisi tertentu, pernyataan yang sangat spesifik, atau pendapat yang perlu dianalisis berdasarkan kata-kata aslinya.
Dalam APA, kutipan langsung juga memerlukan informasi lokasi seperti nomor halaman jika tersedia. Untuk sumber tanpa nomor halaman, dapat digunakan penanda lokasi lain yang sesuai dengan pedoman gaya sitasi.
Apa Itu Kutipan Tidak Langsung?
Kutipan tidak langsung merupakan penyampaian kembali gagasan dari suatu sumber menggunakan kata-kata dan struktur kalimat sendiri. Dalam praktik penulisan akademik, bentuk ini umumnya berkaitan dengan paraphrase atau parafrase.
Misalnya, sumber menjelaskan bahwa penggunaan teknologi tertentu dapat meningkatkan efisiensi pembelajaran. Daripada menyalin kalimat tersebut, kamu dapat menjelaskan kembali gagasannya menggunakan susunan kalimat yang sesuai dengan pembahasanmu, tetapi tetap mencantumkan sumber.
Parafrase bukan sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim. Struktur kalimat dan cara menyampaikan gagasan perlu benar-benar dirumuskan kembali, sementara makna utama dari sumber tetap dipertahankan.
Perbedaan Kutipan Langsung dan Tidak Langsung
Perbedaan paling mudah terlihat dari bentuk teks yang digunakan. Kutipan langsung mempertahankan kata-kata asli sumber, sedangkan kutipan tidak langsung menyampaikan gagasan sumber dengan bahasa penulis sendiri.
Kutipan langsung biasanya ditandai dengan tanda kutip atau format kutipan blok sesuai panjang dan aturan gaya sitasi. Sebaliknya, parafrase tidak menggunakan tanda kutip karena kalimatnya sudah disusun kembali, tetapi sumber tetap harus dicantumkan melalui sitasi.
Dalam praktiknya, keduanya dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda:
- Kutipan langsung digunakan ketika kata-kata asli sumber memiliki nilai khusus atau perlu dianalisis secara langsung.
- Kutipan tidak langsung atau parafrase digunakan ketika gagasan sumber lebih penting daripada susunan kata aslinya.
- Keduanya tetap membutuhkan sitasi karena ide atau informasi berasal dari sumber lain.
Mana yang Sebaiknya Digunakan?
Tidak ada aturan bahwa semua informasi harus dikutip secara langsung atau semuanya harus diparafrasekan. Pilih bentuk yang paling sesuai dengan tujuan pembahasan dan pedoman penulisan yang digunakan.
Untuk sebagian besar penjelasan akademik, parafrase dapat membantu tulisan mengalir lebih alami karena gagasan sumber disesuaikan dengan konteks pembahasan. Sementara itu, kutipan langsung lebih tepat ketika ketepatan kata-kata sumber memang menjadi bagian penting dari argumen.
Yang terpenting, jangan menghilangkan sumber hanya karena kalimat sudah ditulis ulang. Baik kutipan langsung maupun parafrase tetap perlu menunjukkan dengan jelas bagian mana yang berasal dari sumber.
Kesimpulan
Kutipan langsung menggunakan kata-kata sumber secara persis, sedangkan kutipan tidak langsung menyampaikan kembali gagasan sumber dengan bahasa sendiri. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan tulisan.
Jika kata-kata asli memiliki nilai penting, kutipan langsung dapat menjadi pilihan. Namun, jika yang ingin disampaikan terutama gagasannya, parafrase biasanya lebih sesuai selama makna tetap terjaga dan sumber tetap dicantumkan.
FAQ
Apakah kutipan tidak langsung sama dengan parafrase?
Dalam konteks penulisan akademik, kutipan tidak langsung umumnya merujuk pada penyampaian kembali gagasan sumber dengan kata-kata sendiri atau parafrase.
Apakah parafrase tetap harus diberi sitasi?
Ya. Meskipun menggunakan kalimat sendiri, gagasan tersebut tetap berasal dari sumber sehingga perlu dicantumkan sitasinya.
Kapan sebaiknya menggunakan kutipan langsung?
Gunakan ketika kata-kata asli sumber penting untuk dipertahankan, misalnya pada definisi, pernyataan tertentu, atau bagian yang akan dianalisis.