Buku sering digunakan sebagai sumber dalam skripsi, makalah, maupun karya ilmiah lainnya. Namun, penulisannya tidak selalu sama ketika judul buku disebut di dalam pembahasan dan ketika buku tersebut dicantumkan dalam daftar pustaka.
Dalam APA 7, judul buku sebagai karya yang berdiri sendiri umumnya ditulis miring, tetapi aturan kapitalisasinya perlu diperhatikan. Lalu, bagaimana cara menulis nama buku dalam karya ilmiah agar sesuai dengan format akademik? Berikut penjelasannya.
Apakah Judul Buku Dicetak Miring?
Dalam APA 7, judul buku sebagai karya yang berdiri sendiri ditulis miring. Aturan ini juga berlaku ketika judul buku disebut dalam teks sebagai judul sebuah karya.
Misalnya:
Dalam buku Research Methods in Education, penulis membahas beberapa pendekatan penelitian.
Huruf miring membantu membedakan judul buku sebagai sebuah karya utuh dari bagian atau judul tulisan yang berada di dalam karya tersebut.
Bagaimana Kapitalisasi Judul Buku?
Dalam daftar referensi APA 7, judul buku menggunakan sentence case. Artinya, huruf kapital umumnya digunakan pada kata pertama judul, kata pertama setelah titik dua atau tanda pisah, serta nama diri.
Contohnya:
Introduction to educational research: A practical guide
Bukan:
Introduction To Educational Research: A Practical Guide
Aturan tersebut berbeda dengan nama jurnal dalam APA 7 yang menggunakan title case. Karena itu, jangan menerapkan pola kapitalisasi nama jurnal secara otomatis pada judul buku.
Penulisan Judul Buku dalam Teks dan Daftar Pustaka
Ketika buku disebut dalam pembahasan, judul buku ditulis miring. Jika buku tersebut juga digunakan sebagai sumber, informasi lengkapnya dicantumkan dalam daftar referensi sesuai format gaya sitasi yang dipakai.
Contoh dalam teks:
Buku Educational Psychology membahas hubungan antara proses belajar dan perkembangan peserta didik.
Sementara itu, dalam daftar referensi APA 7, format sederhananya adalah:
Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul buku. Penerbit.
APA 7 menggunakan nama belakang penulis diikuti inisial, tahun publikasi, judul buku yang dicetak miring, lalu nama penerbit.
Contoh Penulisan Nama Buku
Misalnya sebuah buku memiliki informasi berikut:
- Penulis: Rina Pratama
- Tahun: 2024
- Judul: Dasar-dasar penelitian pendidikan
- Penerbit: Media Akademika
Dalam format APA 7, contohnya:
Pratama, R. (2024). Dasar-dasar penelitian pendidikan. Media Akademika.
Jika judul memiliki subjudul, kata pertama pada subjudul mengikuti aturan kapitalisasi yang sama.
Perlu diperhatikan bahwa contoh tersebut merupakan format dasar buku dengan satu penulis. Buku dengan beberapa penulis, editor, edisi tertentu, atau versi terjemahan memiliki unsur referensi tambahan sesuai jenis sumbernya.
Kesimpulan
Dalam APA 7, judul buku sebagai karya yang berdiri sendiri ditulis miring. Pada daftar referensi, judul buku menggunakan sentence case, sehingga tidak semua kata diawali huruf kapital.
Saat menulis karya ilmiah, pastikan format judul buku konsisten dengan gaya sitasi yang digunakan. Jika kampus memiliki pedoman khusus, pedoman tersebut tetap menjadi acuan utama.
FAQ
Apakah judul buku harus dicetak miring dalam karya ilmiah?
Dalam APA 7, judul buku sebagai karya yang berdiri sendiri ditulis miring.
Apakah setiap kata dalam judul buku harus diawali huruf kapital?
Tidak dalam daftar referensi APA 7. Judul buku menggunakan sentence case.
Apakah format judul buku sama dengan nama jurnal?
Tidak. Dalam APA 7, judul buku menggunakan sentence case, sedangkan nama jurnal menggunakan title case.