Saat menulis skripsi, jurnal, atau makalah, kamu mungkin menemukan sumber yang ditulis oleh tiga orang atau lebih. Menuliskan seluruh nama penulis setiap kali sumber tersebut dikutip bisa membuat sitasi menjadi panjang, sehingga beberapa gaya sitasi menyediakan bentuk ringkas menggunakan et al.
Namun, et al. tidak dapat digunakan secara sembarangan karena jumlah penulis dan aturan penggunaannya berbeda menurut gaya sitasi. Supaya tidak keliru, simak cara menggunakan et al. dalam sitasi berikut.
Kapan et al. Digunakan?
Dalam APA 7, sumber dengan tiga penulis atau lebih menggunakan nama belakang penulis pertama, kemudian et al., baik dalam bentuk sitasi naratif maupun parentetik.
Contohnya:
- Naratif: Anderson et al. (2024) menjelaskan bahwa ...
- Parentetik: (Anderson et al., 2024)
Sementara itu, sumber dengan dua penulis tetap mencantumkan kedua nama penulis. Contohnya, (Anderson & Smith, 2024) untuk sitasi parentetik atau Anderson dan Smith (2024) dalam sitasi naratif.
Aturan ini merupakan ketentuan APA 7. Jika kampus atau jurnal menggunakan MLA, Chicago, atau gaya lain, periksa pedomannya terlebih dahulu karena jumlah penulis yang memungkinkan penggunaan et al. dapat berbeda.
Cara Menulis et al. yang Benar
Penulisan et al. terdiri atas dua bagian, yaitu et dan al.. Bagian al. menggunakan titik karena merupakan singkatan, sedangkan et tidak diikuti titik.
Contoh yang benar:
- (Smith et al., 2024)
- Smith et al. (2024)
- (Smith et al., 2024, p. 15) untuk kutipan langsung dalam APA
Hindari bentuk seperti et. al., etal., atau et al ketika posisi tersebut membutuhkan tanda titik pada al..
Selain itu, jangan menganggap et al. sebagai bagian dari nama belakang penulis. Istilah tersebut hanya berfungsi untuk menunjukkan bahwa masih ada penulis lain yang tidak dituliskan dalam sitasi singkat.
Contoh Penggunaan et al. dalam Karya Ilmiah
Misalnya, sebuah artikel jurnal memiliki tiga penulis, yaitu Rina Putri, Dimas Saputra, dan Andi Wijaya. Dalam APA 7, sitasi dalam teks dapat ditulis sebagai Putri et al. (2024) atau (Putri et al., 2024).
Jika mengambil pernyataan secara langsung, informasi halaman atau penanda lokasi juga perlu dicantumkan sesuai aturan APA. Contohnya, (Putri et al., 2024, p. 10).
Sementara itu, pada bagian daftar referensi, jangan otomatis mengganti seluruh nama penulis dengan et al.. Dalam APA 7, daftar referensi memiliki aturan tersendiri mengenai jumlah nama penulis yang dicantumkan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Salah satu kesalahan yang sering terjadi ialah menggunakan et al. hanya karena sumber memiliki banyak penulis tanpa memperhatikan gaya sitasi. Padahal, aturan APA 7, MLA, dan Chicago tidak sepenuhnya sama.
Kesalahan lainnya adalah menulis et al. dengan tanda baca yang tidak tepat atau menggunakannya pada daftar referensi tanpa memeriksa pedoman yang berlaku. Karena itu, sebelum memasukkan sitasi ke dalam karya ilmiah, pastikan gaya referensi yang diminta sudah diketahui.
Kesimpulan
Cara menggunakan et al. bergantung pada gaya sitasi yang digunakan. Dalam APA 7, sumber dengan tiga penulis atau lebih menggunakan nama penulis pertama diikuti et al. dalam sitasi teks.
Selain memperhatikan jumlah penulis, periksa juga posisi sitasi, tanda baca, dan aturan daftar referensi. Dengan mengikuti satu gaya secara konsisten, penulisan sumber dalam karya ilmiah akan lebih rapi dan mudah diperiksa.
FAQ
Apakah APA 7 menggunakan et al. untuk tiga penulis?
Ya. Dalam APA 7, tiga penulis atau lebih ditulis dengan nama penulis pertama diikuti et al. pada sitasi dalam teks.
Apakah dua penulis menggunakan et al.?
Tidak dalam APA 7. Kedua nama penulis tetap dicantumkan dalam sitasi.
Apakah et al. ditulis dalam daftar referensi APA 7?
Tidak sebagai pengganti seluruh nama penulis. Daftar referensi memiliki aturan pencantuman nama penulis tersendiri.