Salah satu hal yang perlu dipahami mahasiswa sebelum seminar proposal adalah kebaruan atau novelty penelitian. Aspek ini berkaitan dengan kontribusi yang ditawarkan penelitian, sehingga mahasiswa perlu mengetahui apa yang membedakan rancangan penelitiannya dari studi terdahulu yang membahas topik serupa.
Lalu, bagaimana cara menjelaskan kebaruan penelitian saat sempro agar tidak hanya menjadi klaim tanpa dasar? Kamu perlu membandingkan penelitian terdahulu dengan penelitian yang diajukan, menunjukkan perbedaan yang relevan, dan menerangkan kontribusi yang diharapkan berdasarkan perbedaan tersebut.
1. Pahami Perbedaan Penelitianmu dengan Studi Terdahulu
Langkah pertama adalah meninjau penelitian terdahulu yang paling relevan dengan topikmu. Jangan hanya mengumpulkan judul atau membaca abstrak, tetapi pahami apa yang diteliti, bagaimana penelitian dilakukan, dan apa yang ditemukan oleh peneliti sebelumnya.
Untuk mempermudah perbandingan, perhatikan beberapa aspek berikut:
- Objek atau subjek penelitian: apakah penelitianmu mengkaji kelompok, populasi, atau objek yang berbeda?
- Konteks penelitian: apakah penelitian dilakukan dalam kondisi, lingkungan, atau situasi yang berbeda dan relevan?
- Variabel atau fokus kajian: apakah terdapat aspek yang belum dikaji atau hubungan yang perlu dipahami lebih lanjut?
- Pendekatan atau metode: apakah penelitianmu menggunakan pendekatan berbeda yang memang diperlukan untuk menjawab persoalan?
- Temuan terdahulu: apakah terdapat hasil yang belum konsisten, keterbatasan, atau pertanyaan yang masih terbuka?
Tidak semua perbedaan otomatis menunjukkan kebaruan yang kuat. Mengganti lokasi atau objek penelitian, misalnya, belum tentu menghasilkan kontribusi berarti jika tidak ada alasan akademik yang jelas untuk mengkaji konteks tersebut.
Karena itu, pilih perbedaan yang benar-benar berkaitan dengan masalah penelitian dan dapat dijelaskan melalui penelusuran literatur.
2. Hubungkan Research Gap dengan Kebaruan Penelitian
Research gap dan novelty saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi berbeda. Research gap merupakan celah, persoalan yang belum terjawab, atau keterbatasan pengetahuan yang menjadi alasan penelitian perlu dilakukan, sedangkan novelty berkaitan dengan kebaruan atau kontribusi yang ditawarkan untuk menanggapi celah tersebut.
Untuk menjelaskan hubungan keduanya, susun penjelasan dengan urutan berikut:
- Jelaskan temuan penelitian terdahulu. Sampaikan gambaran singkat tentang hal yang telah diketahui berdasarkan sumber yang relevan.
- Tunjukkan celah yang ditemukan. Terangkan aspek yang belum terjawab, hasil yang berbeda, atau keterbatasan yang masih relevan dengan topikmu.
- Jelaskan fokus penelitianmu. Tunjukkan bagian yang akan dikaji untuk menanggapi celah tersebut.
- Terangkan kontribusi yang diharapkan. Jelaskan pengetahuan atau pemahaman apa yang berpotensi ditambahkan melalui penelitian.
Sebagai ilustrasi, beberapa penelitian mungkin telah membahas penggunaan teknologi dalam pembelajaran, tetapi belum menjelaskan secara memadai pengalaman kelompok mahasiswa tertentu dalam konteks yang berbeda. Jika penelusuran literatur mendukung hal tersebut, penelitian baru dapat diarahkan untuk memahami pengalaman kelompok tersebut dan menjelaskan kontribusi yang diharapkan.
Contoh itu hanya ilustrasi, bukan klaim bahwa celah tersebut benar-benar ada pada semua penelitian tentang teknologi pembelajaran. Research gap harus ditemukan dari literatur yang relevan, bukan dibuat hanya agar penelitian terlihat baru.
3. Susun Penjelasan Kebaruan yang Spesifik
Saat dosen menanyakan kebaruan penelitian, hindari jawaban umum seperti “penelitian ini belum pernah dilakukan” jika kamu belum memiliki dasar yang cukup untuk membuktikannya. Klaim tersebut terlalu luas karena sulit memastikan bahwa tidak ada penelitian serupa yang pernah dipublikasikan.
Sebaliknya, jelaskan perbedaan yang sudah kamu identifikasi dan hubungkan dengan kontribusi penelitian. Kamu dapat menggunakan pola berikut:
- Penelitian terdahulu telah membahas ...
- Namun, berdasarkan penelusuran literatur yang dilakukan, aspek ... masih perlu dikaji dalam konteks ...
- Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada ... dengan tujuan ...
- Kontribusi yang diharapkan adalah ...
Pola tersebut dapat disesuaikan dengan karakteristik penelitianmu. Pastikan setiap pernyataan didukung oleh sumber yang sudah ditelaah dan tidak melebih-lebihkan apa yang dapat dicapai penelitian.
Jika penelitianmu mengadaptasi studi terdahulu, jelaskan secara terbuka bagian yang diadaptasi dan aspek yang dikembangkan. Replikasi atau penerapan penelitian pada konteks berbeda tidak otomatis kehilangan nilai, tetapi alasan dan kontribusi dari penerapannya perlu diterangkan secara jelas.
4. Hindari Klaim Kebaruan yang Tidak Memiliki Dasar
Kebaruan tidak selalu berarti menemukan topik yang sepenuhnya belum pernah diteliti. Kontribusi dapat muncul dari konteks, data, fokus, pendekatan, atau sudut pandang yang berbeda, selama perbedaan tersebut relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ada beberapa kekeliruan yang perlu dihindari saat menjelaskan novelty:
- Menganggap topik berbeda berarti pasti baru. Periksa penelitian terdahulu untuk memastikan apa yang benar-benar membedakan rancanganmu.
- Hanya mengandalkan perbedaan lokasi. Jelaskan mengapa konteks tersebut penting dan bagaimana pengkajiannya dapat memberikan kontribusi.
- Menyamakan research gap dengan novelty. Celah penelitian menjelaskan alasan penelitian diperlukan, sedangkan kebaruan menjelaskan kontribusi yang ditawarkan untuk menanggapi celah tersebut.
- Mengklaim penelitian sebagai yang pertama tanpa penelusuran memadai. Gunakan pernyataan yang sebanding dengan bukti yang tersedia.
- Menjanjikan kontribusi yang tidak sesuai dengan rancangan. Pastikan kebaruan yang diklaim sejalan dengan rumusan masalah, tujuan, data, dan metode penelitian.
Jika kebaruan masih sulit dirumuskan, kembali periksa literatur dan diskusikan temuan perbandingan dengan dosen pembimbing. Lebih baik menjelaskan kontribusi secara terbatas tetapi jelas daripada menyampaikan klaim besar yang belum didukung bukti.
Kesimpulan
Cara menjelaskan kebaruan penelitian saat sempro adalah dengan membandingkan penelitian yang diajukan dengan studi terdahulu, mengidentifikasi research gap, dan menerangkan kontribusi yang diharapkan. Kebaruan dapat muncul dari beberapa aspek penelitian, tetapi setiap klaim harus didukung oleh penelusuran literatur dan sesuai dengan rancangan penelitian.
Kebaruan bukan sekadar pernyataan bahwa penelitianmu berbeda, melainkan penjelasan tentang perbedaan yang relevan dan kontribusi yang dapat diberikan. Dengan dasar tersebut, kamu dapat menjelaskan novelty secara lebih spesifik dan menghindari klaim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
FAQ
Apakah skripsi harus memiliki kebaruan penelitian?
Skripsi perlu memiliki kontribusi yang jelas sesuai tingkat dan ketentuan akademik yang berlaku. Bentuk kebaruan yang diharapkan dapat berbeda menurut bidang studi, jenis penelitian, dan pedoman perguruan tinggi.
Apakah mengganti objek penelitian sudah termasuk novelty?
Belum tentu. Perbedaan objek perlu disertai alasan akademik yang jelas dan menunjukkan kontribusi yang relevan dibandingkan penelitian terdahulu.
Apa perbedaan research gap dan novelty?
Research gap adalah celah atau persoalan yang belum terjawab dalam penelitian terdahulu, sedangkan novelty adalah kebaruan atau kontribusi yang ditawarkan untuk menanggapi celah tersebut.