Saat menyusun latar belakang skripsi, kamu mungkin merasa perlu menambahkan sitasi pada hampir setiap kalimat agar tulisan terlihat ilmiah. Di sisi lain, terlalu banyak kutipan juga bisa membuat paragraf terasa kaku dan mengaburkan alur penjelasan.
Sebenarnya, tidak semua kalimat dalam latar belakang skripsi harus memiliki sitasi tersendiri. Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah pernyataan tersebut memuat fakta, teori, data, atau klaim yang membutuhkan dukungan sumber. Lalu, bagaimana membedakannya dan menentukan posisi sitasi yang tepat? Simak penjelasan berikut.
Jenis pernyataan yang membutuhkan sitasi
Pernyataan yang memuat informasi dari penelitian terdahulu, teori, data statistik, atau fakta khusus umumnya perlu didukung referensi. Sitasi membantu pembaca menelusuri asal informasi sekaligus menilai dasar yang digunakan untuk membangun argumen penelitian.
Contohnya, jika kamu menyebutkan bahwa penggunaan media pembelajaran tertentu meningkatkan hasil belajar berdasarkan penelitian sebelumnya, klaim tersebut perlu disertai sumber yang benar-benar melaporkan temuan itu. Hal serupa berlaku ketika kamu menjelaskan definisi konsep berdasarkan pendapat ahli atau menggunakan data dari laporan resmi.
Pernyataan yang mengandung klaim sebab-akibat, perbandingan, atau tren juga perlu diperiksa dengan cermat. Jangan menyajikan klaim tersebut sebagai fakta apabila belum memiliki sumber atau bukti yang memadai.
Kapan satu sitasi dapat mencakup beberapa kalimat
Satu sitasi dapat mendukung lebih dari satu kalimat apabila beberapa kalimat tersebut masih merujuk pada sumber dan gagasan yang sama. Namun, hubungan antara sumber dan informasi yang dijelaskan harus tetap jelas bagi pembaca.
Misalnya, kamu sedang merangkum hasil satu penelitian dalam dua kalimat berurutan. Jika keduanya menjelaskan temuan dari penelitian yang sama, sitasi dapat ditempatkan dengan cara yang sesuai dengan gaya penulisan yang digunakan, selama pembaca tidak dibuat bingung mengenai asal informasinya.
Sebaliknya, jika kalimat berikutnya sudah memuat data berbeda, pendapat penulis lain, atau klaim yang berasal dari sumber lain, sitasi perlu disesuaikan. Jangan membiarkan satu kutipan di akhir paragraf seolah-olah otomatis mendukung seluruh isi paragraf, padahal sebagian pernyataannya berasal dari sumber berbeda.
Membedakan fakta, pengetahuan umum, dan analisis penulis
Tidak semua informasi membutuhkan sitasi dengan tingkat kebutuhan yang sama. Karena itu, penting untuk membedakan informasi yang bersumber dari literatur, pengetahuan umum, dan analisis yang kamu bangun sendiri.
- Fakta atau temuan khusus: memerlukan sumber yang dapat diverifikasi, terutama jika berkaitan dengan angka, hasil penelitian, atau informasi yang tidak umum diketahui.
- Teori dan definisi akademik: perlu merujuk pada sumber yang relevan, khususnya ketika menggunakan definisi atau kerangka berpikir dari ahli tertentu.
- Pengetahuan umum: biasanya tidak memerlukan sitasi tersendiri jika informasinya memang sudah dikenal secara luas dan tidak kontroversial. Namun, batas pengetahuan umum dapat berbeda menurut bidang kajian.
- Analisis penulis: dapat disampaikan sebagai penalaran sendiri, tetapi klaim yang menjadi dasar analisis tetap perlu didukung bukti jika bukan hasil pengamatan atau pemikiran yang dapat dijelaskan secara mandiri.
Contohnya, pernyataan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat mungkin dapat diperlakukan sebagai pengetahuan umum. Akan tetapi, klaim bahwa tingkat pendidikan di suatu daerah meningkat sebesar persentase tertentu harus didukung data yang jelas.
Cara menempatkan sitasi dalam paragraf
Sebelum menambahkan sitasi, periksa kembali fungsi setiap kalimat dalam paragraf. Tentukan mana yang menyampaikan informasi dari sumber, mana yang menjelaskan hubungan antargagasan, dan mana yang merupakan analisis atau penafsiranmu sendiri.
Agar sitasi lebih tepat, kamu bisa menerapkan langkah berikut:
- Tandai klaim yang membutuhkan bukti. Periksa kalimat yang memuat teori, data, hasil penelitian, atau pernyataan faktual khusus.
- Cocokkan klaim dengan sumbernya. Pastikan referensi memang mendukung informasi yang kamu tulis, bukan hanya membahas topik yang serupa.
- Tempatkan sitasi dekat dengan informasi terkait. Hindari posisi kutipan yang membuat pembaca sulit mengetahui kalimat mana yang didukung oleh sumber tersebut.
- Tambahkan analisis setelah mengutip. Jelaskan hubungan informasi dari sumber dengan masalah penelitian yang sedang kamu bahas.
- Periksa pedoman sitasi kampus. Gaya APA, IEEE, dan pedoman institusi dapat memiliki aturan berbeda mengenai penempatan serta format kutipan.
Dengan cara ini, latar belakang skripsi tidak hanya berisi rangkaian kutipan, tetapi juga menunjukkan bagaimana kamu memahami dan menghubungkan informasi yang digunakan.
Kesimpulan
Tidak setiap kalimat dalam latar belakang skripsi harus memiliki sitasi tersendiri. Sitasi diperlukan ketika kamu menggunakan teori, data, temuan penelitian, atau klaim yang membutuhkan dukungan sumber, sedangkan analisis penulis dapat disampaikan melalui penalaran yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Fokuslah pada ketepatan sumber dan kejelasan hubungan antara kutipan dengan pernyataan yang didukungnya. Dengan begitu, latar belakang skripsi tetap mengalir, informatif, dan memiliki dasar akademik yang kuat.
FAQ
Apakah satu paragraf boleh hanya memiliki satu sitasi?
Boleh, jika sitasi tersebut jelas mendukung seluruh informasi yang merujuk pada sumber yang sama. Jika paragraf memuat beberapa klaim dari sumber berbeda, sitasi perlu ditempatkan sesuai dengan asal masing-masing informasi.
Apakah pendapat pribadi dalam skripsi harus disitasi?
Pendapat atau analisis yang benar-benar merupakan penalaran penulis tidak selalu memerlukan sitasi tersendiri. Namun, fakta, teori, atau klaim yang menjadi dasar pendapat tersebut tetap perlu didukung sumber jika relevan.
Apakah terlalu banyak sitasi membuat skripsi menjadi salah?
Tidak otomatis. Banyaknya sitasi bukan satu-satunya ukuran kualitas tulisan; yang lebih penting adalah relevansi sumber, ketepatan kutipan, dan kemampuan penulis mengembangkan analisisnya sendiri.