Penelitian terdahulu sering digunakan mahasiswa sebagai acuan saat menyusun skripsi, mulai dari mencari ide, memahami teori, hingga menentukan metode penelitian. Namun, penggunaan referensi ini perlu dilakukan dengan tepat agar tidak mengambil gagasan atau hasil kerja peneliti lain seolah-olah merupakan pemikiran sendiri.
Lalu, apakah menjadikan skripsi atau jurnal orang lain sebagai contoh tanpa mencantumkan sumber termasuk plagiarisme? Jawabannya bergantung pada bagian yang digunakan dan cara penggunaannya, tetapi mengambil ide, tulisan, data, atau temuan orang lain tanpa pengakuan yang semestinya dapat termasuk plagiarisme. Berikut penjelasan mengenai batas penggunaan penelitian terdahulu dan cara mengutipnya dengan benar.
Apakah Menggunakan Penelitian Orang Lain Tanpa Sitasi Termasuk Plagiarisme?
Ya, penggunaan karya penelitian orang lain tanpa memberikan atribusi yang tepat dapat termasuk plagiarisme. Hal ini bukan hanya berlaku ketika seseorang menyalin kalimat secara persis, tetapi juga ketika ia mengambil gagasan, argumen, data, atau temuan peneliti lain tanpa menyebutkan sumbernya.
Misalnya, mahasiswa menemukan jurnal yang menjelaskan hubungan antara kebiasaan belajar dan prestasi akademik. Jika mahasiswa menggunakan gagasan tersebut untuk mendukung argumen dalam skripsinya tanpa mencantumkan rujukan, pembaca dapat mengira bahwa gagasan itu berasal dari pemikirannya sendiri.
Namun, menggunakan penelitian terdahulu sebagai referensi bukanlah plagiarisme dengan sendirinya. Penelitian sebelumnya justru dapat menjadi dasar untuk memahami perkembangan topik, membandingkan temuan, dan menentukan posisi penelitian baru selama penggunaannya dilakukan secara bertanggung jawab.
Bagian Penelitian Terdahulu yang Perlu Mencantumkan Sumber
Tidak semua informasi harus diperlakukan dengan cara yang sama. Meski demikian, beberapa bagian berikut perlu mendapatkan perhatian ketika digunakan dalam karya akademik.
1. Ide dan argumen peneliti lain
Jika kamu mengadopsi gagasan atau penjelasan dari penelitian sebelumnya, cantumkan sumbernya meskipun kamu menuliskannya kembali dengan kalimat sendiri. Mengubah susunan kata tidak membuat gagasan orang lain otomatis menjadi gagasan pribadi.
2. Teori dan konsep
Teori yang berasal dari pemikiran ahli perlu dirujuk kepada sumber yang sesuai. Jika kamu mempelajari teori melalui sumber sekunder karena sumber aslinya tidak tersedia, ikuti aturan kutipan sekunder yang digunakan dalam pedoman sitasi kampusmu.
3. Data dan temuan penelitian
Hasil survei, angka statistik, hasil eksperimen, dan kesimpulan penelitian terdahulu harus memiliki sumber yang dapat ditelusuri. Hal ini membantu pembaca memeriksa asal informasi dan memahami konteks temuan tersebut.
4. Metode penelitian yang diadaptasi
Jika kamu mengadaptasi instrumen, prosedur, atau metode dari penelitian sebelumnya, jelaskan asalnya dan cantumkan rujukan yang relevan. Jangan menyajikan metode yang diadopsi seolah-olah sepenuhnya dikembangkan sendiri.
Contoh Menggunakan Penelitian Terdahulu dengan Benar
Perhatikan perbedaan dua contoh berikut.
Contoh yang keliru:
“Motivasi belajar memiliki hubungan dengan prestasi akademik mahasiswa.”
Kalimat tersebut berpotensi bermasalah apabila gagasan itu diambil dari penelitian tertentu, tetapi sumbernya tidak dicantumkan.
Contoh yang lebih tepat:
“Penelitian oleh [Nama Peneliti] ([Tahun]) menunjukkan adanya hubungan antara motivasi belajar dan prestasi akademik mahasiswa.”
Nama peneliti dan tahun pada contoh tersebut perlu diganti dengan informasi dari sumber yang benar-benar digunakan. Pastikan pula sumber lengkapnya dicantumkan dalam daftar pustaka sesuai gaya sitasi yang berlaku.
Jika kamu mengambil kalimat secara langsung, gunakan tanda kutip atau format kutipan yang sesuai dan cantumkan sumbernya. Jika kamu memparafrasekan, susun kembali gagasan dengan pemahaman sendiri, tetapi tetap berikan sitasi karena ide dasarnya berasal dari peneliti lain.
Bagaimana Jika Penelitian Orang Lain Hanya Digunakan sebagai Contoh?
Menjadikan skripsi atau jurnal orang lain sebagai contoh untuk memahami struktur penulisan, format bab, atau cara menyajikan hasil penelitian tidak selalu berarti kamu melakukan plagiarisme. Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah kamu hanya mempelajari bentuk penyajiannya atau justru menyalin isi, gagasan, dan hasil penelitian tersebut.
Sebagai contoh, kamu boleh mempelajari bagaimana peneliti menyusun rumusan masalah atau menyajikan data. Namun, jangan menyalin rumusan masalah, uraian teori, instrumen, atau temuan mereka lalu mengakuinya sebagai hasil pemikiran sendiri.
Jika ide atau bagian substantif dari penelitian tersebut benar-benar kamu gunakan, cantumkan sumber yang relevan. Selain itu, ikuti pedoman kampus dan ketentuan hak cipta jika kamu hendak menggunakan materi yang dilindungi.
Cara Menggunakan Penelitian Terdahulu Tanpa Melakukan Plagiarisme
Agar referensi membantu memperkuat tulisan, bukan menimbulkan persoalan akademik, lakukan langkah-langkah berikut.
- Catat identitas sumber sejak awal. Simpan nama penulis, tahun terbit, judul, dan informasi publikasi saat membaca jurnal atau skripsi.
- Pahami isi sebelum menulis. Baca bagian yang relevan dan pastikan kamu memahami maksud penulis, bukan sekadar mengganti beberapa kata.
- Tentukan cara penggunaannya. Gunakan kutipan langsung jika redaksi asli memang diperlukan atau parafrase jika kamu ingin menjelaskan gagasan dengan kalimat sendiri.
- Cantumkan sitasi yang sesuai. Pastikan sumber muncul di bagian teks yang relevan dan tercantum dalam daftar pustaka sesuai pedoman yang digunakan.
- Periksa kembali ketepatan informasi. Cocokkan nama penulis, tahun, dan isi kutipan dengan sumber aslinya.
Kesimpulan
Menggunakan penelitian orang lain sebagai referensi diperbolehkan dalam penulisan akademik. Yang menjadi masalah adalah ketika tulisan, gagasan, data, atau temuan orang lain digunakan tanpa atribusi yang semestinya sehingga seolah-olah merupakan hasil pemikiran sendiri.
Karena itu, jangan hanya berfokus pada perubahan kalimat. Pastikan setiap gagasan yang berasal dari sumber lain diakui dengan benar dan setiap kutipan sesuai dengan konteks aslinya. Sebelum mengumpulkan tugas, periksa kembali sitasi dan sumber yang digunakan untuk memastikan tidak ada gagasan yang dicantumkan tanpa atribusi yang tepat.
FAQ
Apakah memparafrasekan penelitian orang lain tetap harus mencantumkan sitasi?
Ya. Parafrase mengubah cara penyampaian, bukan kepemilikan gagasan. Jika ide tersebut berasal dari peneliti lain, sumbernya tetap perlu dicantumkan.
Apakah menggunakan skripsi orang lain sebagai referensi termasuk plagiarisme?
Tidak dengan sendirinya. Skripsi orang lain boleh digunakan sebagai referensi jika relevan dan dirujuk dengan benar. Menyalin isinya tanpa atribusi dapat termasuk plagiarisme.
Apakah semua informasi dalam skripsi harus diberi sitasi?
Tidak semua informasi memerlukan sitasi. Namun, teori, data, temuan, argumen, dan informasi khusus yang berasal dari sumber tertentu perlu dirujuk. Ikuti juga pedoman penulisan yang ditetapkan kampus.