Hasil penelitian dari jurnal sering digunakan dalam skripsi untuk mendukung argumen, membandingkan temuan terdahulu, atau menjelaskan perkembangan suatu topik. Mahasiswa dapat menyampaikan temuan tersebut menggunakan kalimat sendiri, tetapi penulisannya harus tetap sesuai dengan informasi yang dilaporkan oleh peneliti.
Lalu, apakah hasil penelitian jurnal boleh diparafrase untuk skripsi? Boleh, selama parafrase tidak mengubah temuan, angka, konteks, maupun batasan penelitian. Hal ini penting karena perubahan kecil dalam penjelasan hasil dapat membuat pembaca memahami temuan secara berbeda dari yang sebenarnya dilaporkan.
Apakah Hasil Penelitian Jurnal Boleh Ditulis Ulang?
Hasil penelitian boleh disampaikan kembali menggunakan kalimat sendiri selama informasi yang disampaikan tetap akurat. Cara ini dapat membantu mahasiswa mengintegrasikan temuan penelitian terdahulu ke dalam pembahasan skripsi tanpa harus selalu menggunakan kutipan langsung.
Namun, parafrase hasil penelitian berbeda dari parafrase penjelasan umum. Temuan penelitian sering berkaitan dengan data, variabel, karakteristik responden, metode, dan kondisi tertentu. Semua unsur yang memengaruhi makna hasil perlu diperhatikan ketika temuan tersebut ditulis ulang.
Sebagai contoh, jika suatu penelitian menemukan hubungan antara durasi belajar dan hasil ujian pada kelompok responden tertentu, mahasiswa tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa durasi belajar pasti menyebabkan peningkatan nilai. Hubungan yang ditemukan belum tentu membuktikan sebab-akibat.
Karena itu, tujuan parafrase hasil penelitian adalah menyampaikan temuan secara lebih sesuai dengan alur tulisan sendiri, bukan mengubah kesimpulan penelitian agar mendukung pendapat pribadi.
Bagian Hasil Penelitian Apa yang Perlu Dipertahankan?
Ketika menulis ulang temuan jurnal, ada beberapa unsur yang harus dijaga agar informasi tidak kehilangan ketepatan.
- Angka dan data penelitian. Persentase, jumlah responden, nilai statistik, dan angka lain harus sesuai dengan sumber. Jangan membulatkan, mengubah, atau mengganti angka dengan istilah umum jika hal itu dapat mengubah makna temuan.
- Variabel yang diteliti. Pastikan variabel yang dibahas tidak tertukar. Jika penelitian menguji hubungan antara dua variabel, penjelasan hasil harus tetap merujuk pada hubungan tersebut.
- Konteks dan karakteristik responden. Temuan dari kelompok, lokasi, atau kondisi tertentu tidak otomatis berlaku untuk semua populasi. Informasi yang membatasi cakupan hasil perlu dipertahankan ketika relevan dengan pembahasan.
- Makna hasil statistik. Hasil yang menunjukkan hubungan, perbedaan, atau pengaruh harus dijelaskan sesuai analisis yang dilakukan. Jangan menyebut hasil signifikan jika penelitian tidak menunjukkan hal tersebut.
- Batasan dan ketidakpastian. Jika peneliti menyatakan bahwa hasilnya memiliki keterbatasan, jangan menghilangkan batasan tersebut hingga temuan terlihat lebih kuat daripada yang sebenarnya.
Unsur-unsur tersebut tidak harus selalu dijelaskan seluruhnya dalam setiap kalimat. Pilih informasi yang relevan dengan argumen skripsi, tetapi jangan menghilangkan konteks yang diperlukan untuk memahami temuan secara benar.
Bagaimana Menyampaikan Temuan Penelitian Tanpa Mengubah Maknanya?
Sebelum menulis ulang hasil penelitian, baca bagian hasil dan pembahasan jurnal secara cermat. Jangan hanya mengambil satu kalimat dari abstrak atau bagian tertentu tanpa memahami apa yang diukur, bagaimana hasil diperoleh, dan apa batasan kesimpulannya.
Setelah memahami temuan, susun penjelasan berdasarkan kebutuhan pembahasan skripsi. Beberapa hal berikut dapat dijadikan panduan:
- Pahami temuan terlebih dahulu. Identifikasi hasil utama yang relevan dengan topik skripsi, termasuk variabel dan konteks yang menyertainya.
- Pilih informasi yang dibutuhkan. Tidak semua hasil penelitian harus dimasukkan. Gunakan temuan yang benar-benar membantu menjawab masalah atau mendukung argumen.
- Gunakan kalimat sendiri secara akurat. Ubah susunan penjelasan tanpa mengganti makna atau menambahkan kesimpulan yang tidak didukung oleh penelitian.
- Cantumkan sitasi. Temuan tetap berasal dari peneliti yang melakukan penelitian, sehingga sumbernya harus diakui meskipun kalimat sudah ditulis ulang.
- Cocokkan dengan sumber asli. Periksa kembali angka, istilah, konteks, dan kesimpulan setelah parafrase selesai.
Sebagai ilustrasi, sebuah penelitian melaporkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan membaca dan kemampuan memahami bacaan pada kelompok mahasiswa yang diteliti. Temuan tersebut dapat disampaikan dengan kalimat berbeda, tetapi tidak boleh diubah menjadi pernyataan bahwa kebiasaan membaca pasti meningkatkan kemampuan memahami bacaan pada seluruh mahasiswa.
Jika hasil penelitian memuat angka atau istilah statistik yang penting, pertahankan informasi tersebut secara tepat. Kutipan langsung juga dapat dipilih ketika rumusan asli perlu dipertahankan atau ketika penulisan ulang berisiko mengubah makna.
Apakah Parafrase Hasil Penelitian Tetap Harus Mencantumkan Sitasi?
Ya. Parafrase tidak menghilangkan kewajiban untuk mencantumkan sumber karena informasi yang disampaikan tetap berasal dari penelitian orang lain.
Sitasi membantu pembaca menelusuri temuan asli dan memeriksa konteksnya jika diperlukan. Selain itu, pencantuman sumber membedakan temuan penelitian terdahulu dari analisis atau interpretasi yang dikembangkan oleh penulis skripsi.
Mahasiswa juga perlu membedakan antara hasil penelitian dan interpretasi pribadi. Hasil penelitian menjelaskan apa yang ditemukan berdasarkan analisis peneliti, sedangkan interpretasi merupakan penjelasan mengenai arti atau relevansi temuan tersebut. Interpretasi dapat dikembangkan dalam skripsi, tetapi harus memiliki dasar yang jelas dan tidak boleh bertentangan dengan hasil sumber.
Kesimpulan
Hasil penelitian jurnal boleh diparafrase untuk skripsi selama temuan disampaikan secara akurat, konteksnya tidak dihilangkan, dan sitasi tetap dicantumkan. Angka, variabel, hasil statistik, serta batasan penelitian perlu diperhatikan agar penulisan ulang tidak mengubah kesimpulan yang dilaporkan.
Sebelum menggunakan temuan sebagai dasar pembahasan, periksa kembali bagian hasil dan pembahasan jurnal. Dengan demikian, mahasiswa dapat menyajikan penelitian terdahulu menggunakan kalimat sendiri tanpa mengorbankan ketepatan informasi.
FAQ
Apakah hasil penelitian jurnal harus dikutip langsung?
Tidak. Hasil penelitian dapat diparafrase selama maknanya tetap akurat dan sumbernya dicantumkan. Kutipan langsung dapat digunakan jika rumusan asli perlu dipertahankan.
Apakah angka hasil penelitian boleh diubah saat diparafrase?
Tidak jika perubahan tersebut mengubah informasi yang dilaporkan. Angka dan data harus tetap sesuai dengan sumber asli.
Apakah hasil penelitian boleh disimpulkan dengan kalimat sendiri?
Boleh, selama kesimpulan tersebut sesuai dengan temuan dan batasan penelitian. Jangan menambahkan klaim yang tidak didukung oleh hasil aslinya.