Saat membaca jurnal untuk menyusun skripsi, kamu akan menemukan berbagai jenis informasi, mulai dari pendapat penulis hingga hasil penelitian yang diperoleh melalui proses pengumpulan dan analisis data. Keduanya dapat mendukung argumen akademik, tetapi tidak selalu memiliki fungsi yang sama.
Karena itu, penting untuk memahami perbedaan pendapat dan hasil penelitian sebelum mengutipnya. Bagaimana cara membedakan keduanya dan menentukan informasi yang paling tepat untuk mendukung pembahasan skripsi? Simak penjelasan berikut agar kutipan yang kamu gunakan tidak keliru dalam konteksnya.
Pendapat atau argumentasi penulis
Pendapat atau argumentasi penulis merupakan gagasan, penilaian, atau penafsiran yang disampaikan untuk menjelaskan suatu persoalan. Pendapat tersebut dapat dibangun berdasarkan teori, pengalaman profesional, hasil penelitian terdahulu, maupun penalaran yang dikembangkan penulis.
Dalam artikel ilmiah, argumentasi biasanya digunakan untuk menjelaskan alasan di balik suatu pandangan, menghubungkan temuan dengan teori, atau menanggapi hasil penelitian lain. Karena itu, pendapat penulis tidak selalu berarti opini pribadi tanpa dasar, tetapi tetap perlu diperiksa landasan dan cara penyampaiannya.
Misalnya, seorang penulis menyatakan bahwa metode pembelajaran tertentu perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Pernyataan tersebut merupakan argumentasi apabila digunakan untuk menjelaskan atau menafsirkan suatu persoalan, terutama jika penulis menguraikan alasan yang mendukung pandangannya.
Ketika mengutip pendapat, perhatikan gagasan utama yang disampaikan dan dasar argumentasinya. Jangan mengambil satu kalimat secara terpisah jika tindakan tersebut dapat mengubah maksud penulis.
Hasil penelitian sebagai temuan empiris
Hasil penelitian merupakan temuan yang diperoleh melalui proses penelitian, misalnya dari survei, wawancara, eksperimen, observasi, atau analisis data. Temuan tersebut disajikan untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menjelaskan hasil pengujian terhadap suatu dugaan.
Contohnya, sebuah penelitian melaporkan adanya peningkatan nilai rata-rata setelah penerapan metode pembelajaran tertentu. Informasi mengenai peningkatan tersebut merupakan hasil penelitian, selama memang dilaporkan berdasarkan data dan prosedur yang dijelaskan dalam artikel.
Namun, hasil penelitian tidak selalu berupa angka. Temuan dari wawancara atau observasi kualitatif juga dapat disajikan sebagai hasil penelitian, seperti pola pengalaman partisipan atau tema yang muncul dari analisis data.
Saat mengutip hasil penelitian, periksa metode, konteks, karakteristik partisipan, serta batasan penelitian. Temuan dari satu kelompok atau kondisi tertentu tidak otomatis berlaku untuk semua populasi dan situasi.
Perbedaan fungsi dan batas penggunaan
Perbedaan utama keduanya terletak pada fungsi informasi dalam tulisan akademik. Pendapat membantu menjelaskan gagasan atau interpretasi, sedangkan hasil penelitian menyampaikan temuan yang diperoleh melalui proses penelitian.
Keduanya dapat saling melengkapi. Hasil penelitian dapat digunakan untuk menunjukkan bukti empiris, sementara argumentasi penulis membantu menjelaskan makna temuan, keterkaitannya dengan teori, atau implikasinya terhadap suatu persoalan.
Meski demikian, pendapat penulis tidak otomatis menjadi fakta hanya karena dimuat dalam jurnal ilmiah. Sebaliknya, hasil penelitian juga tidak boleh ditafsirkan secara berlebihan hingga menghasilkan kesimpulan yang tidak didukung oleh data.
Ketika membaca artikel, perhatikan bagian tempat informasi tersebut disampaikan. Bagian hasil biasanya memuat temuan, sedangkan bagian pembahasan sering kali menghubungkan temuan dengan teori, penelitian terdahulu, dan interpretasi penulis. Namun, struktur setiap artikel dapat berbeda sehingga konteks tetap perlu diperiksa.
Cara menggunakan pendapat dan hasil penelitian dalam skripsi
Pemilihan kutipan perlu disesuaikan dengan tujuan paragraf yang sedang kamu tulis. Jika ingin menjelaskan suatu konsep atau membangun kerangka berpikir, pendapat teoretis dari sumber yang relevan dapat digunakan. Jika ingin menunjukkan bukti empiris atau membandingkan temuan terdahulu, hasil penelitian mungkin lebih sesuai.
Agar penggunaannya tepat, lakukan langkah berikut:
- Tentukan tujuan kutipan. Pastikan apakah kamu membutuhkan penjelasan konsep, argumentasi, data, atau temuan empiris untuk mendukung pembahasan.
- Periksa konteks sumber. Baca bagian sebelum dan sesudah pernyataan yang akan dikutip agar maksud aslinya tidak berubah.
- Pastikan klaim sesuai dengan bukti. Jangan menyimpulkan bahwa suatu metode terbukti efektif jika sumber hanya menyampaikan pendapat tentang potensinya.
- Hubungkan kutipan dengan topik penelitian. Jelaskan bagaimana informasi tersebut mendukung teori, rumusan masalah, atau analisis yang sedang kamu bangun.
- Gunakan sitasi yang tepat. Cantumkan sumber sesuai gaya sitasi yang berlaku dan pastikan informasi dalam kutipan sesuai dengan publikasi aslinya.
Misalnya, kamu meneliti efektivitas suatu metode pembelajaran. Pendapat ahli dapat digunakan untuk menjelaskan alasan metode tersebut diperkirakan bermanfaat, sedangkan hasil penelitian terdahulu dapat membantu menunjukkan bagaimana metode itu diterapkan dan apa yang ditemukan dalam konteks penelitian tertentu.
Dengan membedakan keduanya, kamu dapat menyusun argumen yang tidak hanya berisi kumpulan kutipan, tetapi juga memperlihatkan hubungan antara teori, bukti empiris, dan analisis penelitianmu sendiri.
Kesimpulan
Pendapat penulis dan hasil penelitian memiliki fungsi berbeda dalam skripsi. Pendapat membantu menjelaskan gagasan atau interpretasi, sedangkan hasil penelitian menyampaikan temuan berdasarkan proses penelitian dan analisis data.
Keduanya dapat digunakan untuk mendukung pembahasan selama sesuai dengan tujuan penulisan dan konteks sumber. Periksa dasar argumentasi, metode penelitian, serta batas temuan sebelum mengutip agar informasi yang digunakan tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
FAQ
Apakah pendapat penulis dalam jurnal boleh dikutip?
Boleh, selama pendapat tersebut relevan dengan topik skripsi dan digunakan sesuai konteksnya. Periksa dasar argumentasinya dan jangan memperlakukannya sebagai fakta empiris jika tidak didukung bukti yang sesuai.
Apakah hasil penelitian selalu lebih kuat daripada pendapat penulis?
Tidak selalu. Kekuatan suatu informasi bergantung pada kualitas bukti, metode, konteks, dan relevansinya dengan pertanyaan penelitian. Hasil penelitian pun perlu dinilai secara kritis sebelum dijadikan dasar kesimpulan.
Apakah hasil penelitian dan pembahasan merupakan hal yang sama?
Tidak. Bagian hasil umumnya menyajikan temuan penelitian, sedangkan bagian pembahasan menafsirkan temuan dan menghubungkannya dengan teori atau penelitian terdahulu. Namun, penyajiannya dapat berbeda sesuai struktur artikel ilmiah.