Pernah dengar teman kuliah bilang mau ambil semester pendek? Atau mungkin kamu sendiri sedang mempertimbangkan untuk ikut?
Banyak mahasiswa yang memanfaatkan momen libur semester untuk mengejar ketertinggalan atau bahkan mempercepat kelulusan. Tapi, sebenarnya apa itu semester pendek? Apa bedanya dengan semester reguler? Dan gimana cara mendaftarnya? Yuk, kita bahas tuntas di artikel ini.
Definisi Semester Pendek (SP)
Semester pendek merupakan program perkuliahan singkat yang diadakan di luar jadwal semester regular. Program ini biasanya berlangsung saat masa libur antara semester genap dan semester ganjil, sehingga sering juga disebut sebagai semester antara.
Durasi semester pendek jauh lebih singkat dibandingkan semester biasa. Jika semester reguler bisa berlangsung hingga 6 bulan, semester pendek berlangsung sekitar 4 hingga 8 minggu, tergantung kebijakan masing-masing kampus dan fakultas. Meskipun waktunya lebih singkat, jumlah materi dan capaian pembelajaran yang diberikan tetap setara dengan perkuliahan reguler. Artinya, jadwal kuliah di semester pendek terasa lebih padat.
Dasar hukum penyelenggaraan semester pendek tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan pasal 87, menyatakan bahwa perguruan tinggi bisa menyelenggarakan semester pendek di antara semester genap dan ganjil untuk keperluan remediasi, pengayaan, atau percepatan. Selain itu, Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi juga mengatur bahwa perguruan tinggi dapat menyelenggarakan semester antara.
Tujuan dan Manfaat Semester Pendek
Secara umum, mahasiswa mengikuti semester pendek karena dua alasan utama:
1. Remediasi atau Perbaikan Nilai
Ini alasan yang paling umum. Mahasiswa bisa mengulang mata kuliah yang nilainya kurang memuaskan, misalnya mendapat nilai C, D, atau E untuk memperbaikinya. Dengan begitu, IPK pun bisa naik.
2. Akselerasi atau Percepatan Studi
Beberapa kampus juga mengizinkan mahasiswa mengambil mata kuliah yang sebenarnya baru akan dibuka di semester berikutnya. Tujuannya agar beban kuliah di semester reguler berkurang dan masa studi bisa lebih cepat selesai. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua kampus membuka semester pendek untuk akselerasi. Biasanya program ini lebih diutamakan untuk perbaikan nilai. Untuk tujuan akselerasi, beberapa kampus mensyaratkan IP minimum, misalnya IP 3,5 atau lebih.
Syarat Ikut Semester Pendek
Meskipun setiap perguruan tinggi memiliki aturan yang sedikit berbeda, secara umum ada beberapa syarat yang harus dipenuhi:
1. Status Mahasiswa Aktif
Mahasiswa harus terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester genap di tahun akademik yang sama. Mahasiswa yang sedang cuti atau gencat studi pada semester genap umumnya tidak diperbolehkan mengikuti semester pendek.
2. Batas Maksimal SKS
Mahasiswa hanya diperbolehkan mengambil maksimal 3 mata kuliah atau setara dengan 9 SKS dalam satu semester pendek. Batas ini berlaku di hampir semua perguruan tinggi, termasuk ITB, BINUS, UNPAR, dan Universitas Brawijaya.
3. Mata Kuliah yang Boleh Diambil
Umumnya, mata kuliah yang bisa diambil di semester pendek adalah mata kuliah dengan nilai D, E, atau F (gagal). Mata kuliah yang sudah lulus dengan nilai A atau B biasanya nggak boleh diulang.
4. Biaya Pendaftaran
Mahasiswa perlu membayar biaya semester pendek yang biasanya dihitung per SKS. Besarannya bervariasi antar kampus. Ada juga kampus yang memungut biaya tambahan per mata kuliah di luar biaya per SKS.
5. Jumlah Peserta Minimal
Sebuah mata kuliah di semester pendek biasanya baru akan diselenggarakan jika jumlah pendaftar mencapai minimal tertentu. Di ITB, misalnya, minimal peserta adalah 15 mahasiswa. Sementara di UNPAK minimal 5 orang, dan di Universitas Parahyangan minimal 20 orang.
Baca juga: Perbedaan Cumlaude, Magna Cumlaude dan Summa Cumlaude
Cara Daftar Semester Pendek
Disclaimer! Semuanya kembali lagi tergantung kebijakan kampus masing-masing, karena bisa saja poin-poin di bawah berbeda dengan prosedur kampus kamu, jangan lupa cek panduan di kampus kamu juga, ya. Berikut langkah-langkah umumnya:
1. Cek Pengumuman Resmi Kampus. Pantau informasi dari fakultas atau program studi mengenai jadwal dan mata kuliah yang dibuka di semester pendek. Pendaftaran biasanya dibuka pada bulan April hingga Juni.
2. Konsultasi dengan Dosen Pembimbing Akademik (PA). Banyak kampus mewajibkan mahasiswa untuk berkonsultasi dengan PA sebelum mendaftar.
3. Isi Formulir Rencana Studi (FRS) atau KRS Online. Mahasiswa mengisi FRS melalui portal akademik kampus, misalnya SIAK NG di UI, SIX di ITB, atau BINUSMAYA di BINUS.
4. Lakukan Pembayaran. Setelah mengisi FRS, mahasiswa melakukan pembayaran biaya semester pendek sesuai jumlah SKS yang diambil.
5. Download Kartu Studi Mahasiswa (KSM) atau bukti registrasi. Di beberapa kampus seperti ITB, perencanaan studi baru dianggap selesai jika mahasiswa sudah mengunduh KSM.
6. Ikuti Perkuliahan Sesuai Jadwal. Perkuliahan semester pendek biasanya berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun semester pendek menawarkan banyak manfaat, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum mendaftar:
- Beban belajar yang padat, karena durasi lebih singkat tetapi materi tetap sama, jadwal kuliah di semester pendek terasa lebih intens.
- Nilai semester pendek diperhitungkan dalam IPK. Nilai yang kamu peroleh di semester pendek akan masuk dalam perhitungan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
- Bersifat sukarela dan nggak wajib. Semester pendek adalah program tambahan, bukan kewajiban.
FAQ
Nilai maksimal yang bisa saya dapatkan di semester pendek itu berapa? Apakah bisa dapat A?
Bisa. Nilai maksimal yang bisa kamu peroleh di semester pendek adalah A. Jadi kalau kamu mengulang mata kuliah yang sebelumnya dapat C atau D, dan hasil ujian serta tugasmu di semester pendek bagus, kamu berpotensi mendapat nilai A. Nilai baru ini akan menggantikan nilai lama dalam perhitungan IPK kamu.
Kalau saya sedang cuti akademik di semester genap, apakah masih boleh ikut semester pendek?
Nggak bisa ya. Mahasiswa yang tercatat berstatus cuti di semester genap nggak diperkenankan ikut semester pendek di periode yang sama. Syarat utama mengikuti semester pendek adalah terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester genap di tahun akademik yang bersangkutan.
Apakah nilai dari semester pendek berpengaruh terhadap kelayakan saya mendapat beasiswa?
Berpengaruh. Karena nilai semester pendek masuk dalam perhitungan IPK, maka perbaikan nilai yang kamu raih di semester pendek berpotensi meningkatkan IPK kamu. IPK yang lebih baik tentu menjadi nilai tambah saat kamu mengajukan beasiswa, program pertukaran mahasiswa, atau bahkan melamar pekerjaan nanti.