Memilih jurnal untuk publikasi tidak cukup hanya berdasarkan nama jurnal atau banyaknya artikel yang sudah diterbitkan. Naskah yang bagus tetap dapat ditolak jika jurnal yang dipilih tidak sesuai dengan topik, jenis artikel, atau ketentuan yang berlaku.
Sebelum melakukan submit, ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperiksa terlebih dahulu. Dengan begitu, penulis dapat memilih jurnal yang lebih sesuai dengan kebutuhan naskah dan mengurangi risiko salah memilih tempat publikasi.
1. Cek Scope dan Aims Jurnal
Hal pertama yang perlu diperiksa adalah scope dan aims jurnal. Bagian ini menjelaskan bidang, topik, serta fokus penelitian yang diterima oleh jurnal.
Bandingkan fokus tersebut dengan topik dan tujuan penelitian dalam naskah. Jika penelitian berada di luar bidang yang dituju jurnal, naskah dapat ditolak meskipun kualitas penelitiannya baik.
Jangan hanya melihat judul jurnal. Baca penjelasan scope secara keseluruhan agar dapat memahami jenis penelitian yang memang menjadi fokus publikasinya.
2. Periksa Jenis Artikel yang Diterima
Tidak semua jurnal menerima jenis naskah yang sama. Sebelum memilih jurnal, pastikan jurnal tersebut menerima jenis artikel yang ingin kamu kirimkan.
Beberapa jurnal dapat menerima research article, review article, short communication, case report, atau jenis naskah lainnya. Jika jenis artikelmu tidak termasuk dalam kategori yang diterima, jurnal tersebut tentu bukan pilihan yang tepat.
Informasi ini biasanya tersedia pada halaman submission atau author guidelines jurnal.
3. Kenali Target Pembaca Jurnal
Jurnal tidak hanya memiliki bidang tertentu, tetapi juga target pembaca yang menjadi sasaran publikasinya. Hal ini penting karena penelitian sebaiknya dapat memberikan kontribusi yang relevan bagi pembaca jurnal tersebut.
Misalnya, penelitian tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat memiliki beberapa kemungkinan tujuan publikasi. Jika naskah lebih menekankan aspek pendidikan, jurnal pendidikan mungkin lebih sesuai dibandingkan jurnal yang berfokus pada pengembangan teknologi.
Memahami target pembaca juga membantu penulis menilai apakah kontribusi penelitian akan relevan dengan konteks jurnal.
4. Baca Author Guidelines Sebelum Submit
Author guidelines perlu diperiksa sebelum naskah disiapkan untuk dikirim. Panduan ini biasanya memuat ketentuan mengenai struktur artikel, format naskah, panjang tulisan, gaya sitasi, tabel dan gambar, hingga format file yang harus digunakan.
Jangan menunggu sampai tahap submit untuk membaca panduannya. Perbedaan format yang cukup besar dapat membuat penulis harus melakukan banyak penyesuaian ulang terhadap naskah.
Pastikan naskah sudah mengikuti ketentuan utama sebelum dikirim agar tidak bermasalah pada pemeriksaan awal.
5. Pahami Proses Peer Review
Setiap jurnal dapat memiliki proses editorial dan peer review yang berbeda. Karena itu, penting untuk memahami bagaimana naskah akan diproses setelah dikirim.
Periksa informasi mengenai tahapan editorial, proses review, serta pihak yang terlibat dalam penilaian naskah jika informasi tersebut tersedia. Hal ini membantu penulis memahami proses yang akan dilalui artikelnya.
Jangan hanya mencari jurnal yang terlihat mudah menerima artikel. Proses review justru menjadi bagian penting untuk memastikan penelitian dinilai secara akademik sebelum dipublikasikan.
6. Perhatikan Waktu dan Proses Publikasi
Jika publikasi dibutuhkan dalam periode tertentu, perhatikan informasi mengenai waktu dan proses publikasi jurnal. Beberapa jurnal memberikan informasi mengenai tahapan editorial, waktu pemrosesan naskah, atau jadwal penerbitan.
Namun, informasi tersebut sebaiknya dipahami sebagai gambaran proses, bukan jaminan bahwa artikel pasti terbit dalam waktu tertentu. Lama proses dapat berbeda tergantung pada editor, reviewer, revisi, dan kondisi naskah.
Karena itu, jangan memilih jurnal hanya berdasarkan klaim publikasi yang cepat. Tetap utamakan kesesuaian jurnal dengan penelitian.
7. Cek Biaya Publikasi
Sebelum submit, periksa apakah jurnal mengenakan biaya publikasi. Beberapa jurnal menerapkan article processing charge atau biaya lain dalam proses penerbitannya, sedangkan jurnal lainnya tidak mengenakan biaya tertentu kepada penulis.
Informasi mengenai biaya sebaiknya diperiksa melalui laman resmi jurnal atau penerbit. Pastikan juga memahami kapan biaya tersebut dikenakan dan apakah terdapat ketentuan khusus terkait pembebasan atau pengurangan biaya.
Dengan mengeceknya sejak awal, penulis dapat menghindari biaya yang tidak diperkirakan setelah artikel masuk ke proses publikasi.
8. Periksa Reputasi dan Kredibilitas Jurnal
Terakhir, periksa reputasi dan kredibilitas jurnal sebelum mengirimkan naskah. Perhatikan siapa penerbitnya, informasi mengenai dewan editorial, identitas jurnal, kebijakan publikasi, serta transparansi proses editorialnya.
Pastikan informasi mengenai jurnal dapat diverifikasi melalui sumber resmi. Waspadai jurnal yang memberikan informasi penerbitan secara tidak jelas, membuat klaim berlebihan, atau tidak transparan mengenai proses editorial dan publikasinya.
Memahami posisi jurnal dalam quartile Q1 sampai Q4 serta mengetahui apa sebenarnya arti indeksasi Scopus dapat membantu memberikan gambaran yang lebih tepat tentang posisi dan karakteristik sebuah jurnal.
Jangan Memilih Jurnal Hanya karena Terlihat Terkenal
Jurnal yang terlihat populer belum tentu menjadi pilihan paling sesuai untuk setiap penelitian. Yang lebih penting adalah melihat apakah jurnal tersebut memiliki scope yang sesuai, menerima jenis artikelmu, memiliki proses editorial yang jelas, dan dapat menjangkau pembaca yang tepat.
Karena itu, pemilihan jurnal sebaiknya dilakukan dengan membandingkan kebutuhan naskah dengan karakteristik jurnal. Dengan pemeriksaan tersebut, keputusan submit menjadi lebih terarah dan tidak hanya bergantung pada nama jurnal.
Kesimpulan
Sebelum memilih jurnal untuk publikasi, periksa setidaknya scope, jenis artikel, target pembaca, author guidelines, proses peer review, waktu publikasi, biaya, serta reputasi jurnal. Kedelapan hal tersebut membantu memastikan jurnal yang dipilih memang sesuai dengan naskah.
Jadi, jurnal yang tepat bukan selalu jurnal yang paling terkenal. Pilihan yang baik adalah jurnal yang sesuai dengan topik, bentuk artikel, kebutuhan publikasi, dan standar penelitian yang kamu miliki.
FAQ
Apakah harus membaca scope jurnal sebelum submit?
Ya. Scope membantu memastikan topik penelitian sesuai dengan bidang jurnal.
Apakah semua jurnal mengenakan biaya publikasi?
Tidak. Biaya publikasi bergantung pada kebijakan masing-masing jurnal.
Apakah jurnal yang terkenal pasti cocok untuk penelitian saya?
Tidak. Kesesuaian scope dan karakteristik jurnal tetap perlu diperiksa.