Kenapa DOI Begitu Penting?
DOI adalah kode unik berupa kombinasi huruf dan angka yang diberikan secara permanen untuk setiap artikel ilmiah elektronik. Bedanya dengan URL biasa, DOI itu abadi. Selama artikelnya masih terdaftar di sistem, DOI-nya akan tetap bisa mengarahkan pembaca ke artikel tersebut, meskipun alamat website jurnalnya berubah.
Menurut panduan dari Repositori Kemdikbud, kutipan online yang memuat nomor DOI lebih baik dibandingkan dengan alamat URL biasa. Hal senada juga disampaikan dalam Pedoman Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman yang menyebutkan bahwa DOI adalah URL yang paling stabil.
Buat kamu yang masih bingung, bayangkan DOI sebagai NIK-nya sebuah artikel. Setiap artikel punya NIK yang unik dan nggak akan berubah seumur hidup. Keren, kan?
Fungsi DOI dalam Daftar Pustaka
Kenapa sih DOI harus dicantumkan di daftar pustaka? Berdasarkan berbagai sumber kredibel, berikut fungsinya:
1. Menjamin Tautan yang Stabil dan Tahan Lama
Ini fungsi utamanya. URL jurnal sering berubah atau bahkan hilang. Tapi DOI? Dia akan tetap sama dan selalu mengarah ke artikel yang sama. Ini penting banget buat menjaga kredibilitas karya ilmiah kamu.
2. Memudahkan Verifikasi Sumber
Dengan DOI, pembaca atau penguji bisa langsung mengakses sumber yang kamu kutip tanpa harus ribet mencari di Google Scholar atau database lain. Cukup copy paste DOI-nya ke browser, dan artikelnya langsung muncul.
3. Meningkatkan Kredibilitas dan Profesionalisme
Mencantumkan DOI menunjukkan bahwa kamu serius dan profesional dalam menulis karya ilmiah. Seperti yang dijelaskan dalam repository Universitas Pamulang, mencantumkan DOI menunjukkan kepatuhan terhadap standar akademik internasional.
4. Memudahkan Sistem Manajemen Referensi
Kamu pakai Mendeley, Zotero, atau EndNote? DOI memudahkan tools ini untuk mengambil metadata artikel secara otomatis. Nggak perlu input manual satu-satu, cukup masukin DOI-nya, dan semua data penulis, judul, jurnal, tahun, sampai halaman langsung terisi.
5. Mendukung Akreditasi Jurnal
Buat kamu yang mungkin kelak jadi pengelola jurnal atau peneliti, tahu nggak kalau jurnal terakreditasi SINTA wajib memiliki DOI untuk setiap artikel? Bahkan Kemenristek atau BRIN mewajibkan pencantuman DOI untuk pustaka dari jurnal ilmiah.
Kapan DOI Harus Dicantumkan?
Sederhana, kalau artikel yang kamu kutip punya DOI, maka wajib dicantumkan di daftar pustaka. Ini sesuai dengan berbagai gaya sitasi modern, termasuk APA edisi ke-7.
Beberapa poin penting:
- Jika artikel punya DOI, gunakan DOI, bukan URL
- Kalau nggak ada DOI, baru gunakan URL sebagai alternatif
- Untuk jurnal cetak sekalipun, jika versi online-nya punya DOI, tetap cantumkan
Baca Juga: DOI Jurnal: Fungsinya Untuk Referensi Akademik
Gimana Cara Menulis DOI di Daftar Pustaka?
Format penulisan DOI sebenarnya sederhana. Berdasarkan panduan dari berbagai sumber, berikut aturan mainnya:
Format Umum
DOI ditulis dengan awalan https://doi.org/ diikuti dengan nomor DOI-nya.
Contoh: https://doi.org/10.9744/jmk.22.1.45-58
Aturan Penting
- Tulis dengan huruf kecil: selalu tulis doi atau https://doi.org/ dengan huruf kecil
- Jangan beri tanda titik di akhir: titik setelah DOI atau URL bisa membuat link tidak bisa diakses karena titik tersebut dianggap bagian dari DOI
- Format sebagai hyperlink: di era digital, DOI sebaiknya ditampilkan sebagai tautan aktif
- Letakkan di akhir referensi: DOI biasanya menjadi elemen terakhir dalam daftar pustaka
Contoh Penulisan Berbagai Gaya Sitasi
1. APA Style (edisi ke-7)
Format: Nama Belakang Penulis, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume (Nomor), halaman-halaman. https://doi.org/ (DOI)
Contoh:
Juminten, H., & Prakoso, A. (2025). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan di Sektor Perbankan. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 22(1), 45-58. https://doi.org/10.9744/jmk.22.1.45-58 (reference:26)
2. MLA Style
Format: Penulis, Nama Belakang, Nama Depan. "Judul Artikel." Nama Jurnal vol. Volume, no. Nomor, Tahun, halaman-halaman. DOI.
Contoh:
Smith, John R., dkk. "Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Gen Z." Jurnal Psikologi Remaja vol. 15, no. 2, 2023, pp. 125-140. doi:10.1080/1234567890123456.
3. Chicago Style
DOI juga dicantumkan di akhir referensi, biasanya dengan format doi:10.xxxx/xxxxx.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Cek DOI dengan teliti: pastikan nomor DOI yang kamu cantumkan benar. Satu karakter salah, link-nya nggak bakal nemu artikelnya.
2. Jangan mencampur DOI dan URL: jika suatu artikel punya DOI, cukup cantumkan DOI-nya saja, tidak perlu URL tambahan.
3. Gunakan tools pendukung: aplikasi seperti Mendeley, Zotero, atau Google Scholar bisa membantu mencari dan memverifikasi DOI secara otomatis.
4. Perhatikan kebijakan jurnal: beberapa jurnal di Indonesia, seperti yang disebutkan dalam kebijakan Undip, mewajibkan penulis untuk mencantumkan DOI dalam daftar pustaka.
DOI dalam daftar pustaka bukan sekadar formalitas, tapi investasi jangka panjang untuk kredibilitas akademik kamu. Dengan mencantumkan DOI, kamu memudahkan pembaca, penguji, dan peneliti lain untuk memverifikasi sumber yang kamu gunakan. Plus, kamu ikut mendukung sistem publikasi ilmiah yang lebih transparan dan akuntabel.
Jadi, mulai sekarang, setiap kali kamu nemu artikel jurnal, langsung cek DOI-nya. Kalau ada, cantumkan dengan benar di daftar pustaka. Dospem dan penguji kamu pasti bakal kasih appreciate!
FAQ
Apakah semua artikel jurnal memiliki DOI?
Nggak semua. Artikel yang diterbitkan di jurnal bereputasi dan terindeks biasanya punya DOI. Jika tidak ada, kamu bisa menggunakan URL sebagai pengganti.
Bagaimana cara mencari DOI sebuah artikel?
Kamu bisa cek di halaman artikel (biasanya tercantum di bagian atas atau bawah), gunakan Google Scholar, atau cari melalui database seperti Crossref. Masukkan judul artikel, dan sistem akan menampilkan DOI-nya jika tersedia.
Apakah DOI wajib dicantumkan di daftar pustaka skripsi atau tesis?
Benar, jika sumber yang kamu kutip memiliki DOI. Banyak perguruan tinggi di Indonesia yang mewajibkan pencantuman DOI dalam daftar pustaka karya ilmiah mahasiswa. Selain itu, Kemenristek atau BRIN juga mewajibkan pencantuman DOI untuk pustaka dari jurnal ilmiah.