Ketika mencari jurnal internasional, label Q1 dan Q2 sering dianggap sebagai penanda kualitas yang sangat penting. Karena Q1 berada di atas Q2, tidak sedikit mahasiswa atau peneliti yang langsung menganggap jurnal Q1 pasti lebih baik dalam segala hal.
Namun, apakah sesederhana itu? Untuk menjawabnya, perlu dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud quartile, bagaimana Q1 dan Q2 ditentukan, serta mengapa konteks bidang dan kebutuhan penelitian tetap penting ketika membandingkan keduanya.
Apa Arti Q1 dan Q2 pada Jurnal?
Quartile membagi jurnal dalam suatu kategori bidang ke dalam empat kelompok berdasarkan posisi relatifnya. Dalam sistem SCImago, jurnal diurutkan berdasarkan SJR (SCImago Journal Rank) dalam kategori subjek tertentu, kemudian dibagi menjadi empat kelompok: Q1 merupakan kelompok 25% teratas dan Q2 berada pada kelompok 25% berikutnya.
Dengan demikian, Q1 memang memiliki posisi quartile lebih tinggi daripada Q2. Namun, label tersebut selalu perlu dibaca bersama kategori bidangnya karena satu jurnal dapat memiliki posisi quartile yang berbeda pada kategori yang berbeda.
Jadi, Apakah Q1 Pasti Lebih Baik daripada Q2?
Jika yang dibandingkan adalah posisi quartile dalam kategori dan sistem yang sama, Q1 memang berada di atas Q2. Artinya, jurnal Q1 berada pada kelompok peringkat yang lebih tinggi dalam kategori tersebut.
Tetapi, “lebih tinggi” tidak otomatis berarti “lebih cocok untuk semua kebutuhan”. Jurnal Q2 yang fokus pada bidang atau topik yang sangat sesuai dengan penelitianmu bisa lebih relevan daripada jurnal Q1 yang membahas isu yang berbeda.
Mengapa Q1 dan Q2 Harus Dibandingkan dalam Konteks yang Sama?
Quartile merupakan ukuran relatif terhadap jurnal lain dalam kategori tertentu. Karena itu, membandingkan Q1 dari satu bidang dengan Q2 dari bidang lain secara langsung dapat menghasilkan kesimpulan yang kurang tepat. SCImago menjelaskan bahwa fungsi quartile juga berkaitan dengan perbedaan pola sitasi antarbidang.
Selain bidang, perhatikan pula sistem yang digunakan dan tahun pengukurannya. Sebuah jurnal dapat memiliki posisi quartile berbeda berdasarkan kategori atau sistem metrik yang digunakan, sehingga label “Q1” tanpa konteks belum memberikan gambaran yang lengkap.
Mana yang Harus Dipilih, Q1 atau Q2?
Jika kampus, dosen, atau target publikasi secara spesifik mensyaratkan Q1, tentu persyaratan tersebut perlu diikuti. Namun, jika tidak ada ketentuan khusus, jangan menjadikan label Q1 sebagai satu-satunya dasar ketika memilih jurnal.
Periksa kesesuaian topik, cakupan jurnal, kualitas artikel, reputasi penerbit, serta kebutuhan penelitianmu. Dengan begitu, Q1 dan Q2 dapat dipahami sebagai salah satu indikator untuk menilai posisi jurnal, bukan sebagai satu-satunya penentu kualitas atau kecocokan.
Kesimpulan
Jurnal Q1 memang memiliki posisi quartile lebih tinggi daripada Q2 dalam kategori dan sistem pengukuran yang sama. Namun, Q1 tidak otomatis menjadi pilihan terbaik untuk setiap kebutuhan akademik karena relevansi bidang, topik, kategori, dan tujuan penggunaan jurnal tetap perlu diperhatikan.
Jadi, ketika menemukan jurnal Q1 dan Q2, jangan hanya melihat angkanya. Pastikan kamu juga melihat konteks di balik peringkat tersebut.
FAQ
1. Apakah Q1 lebih tinggi daripada Q2?
Ya. Dalam sistem quartile yang sama, Q1 berada pada kelompok 25% teratas, sedangkan Q2 berada pada kelompok berikutnya.
2. Apakah jurnal Q2 berarti jurnal yang buruk?
Tidak. Q2 tetap termasuk kelompok quartile atas dalam bidangnya dan penilaiannya bersifat relatif terhadap kategori tersebut.
3. Apakah satu jurnal bisa memiliki Q1 dan Q2 sekaligus?
Bisa, jika jurnal tersebut masuk dalam beberapa kategori bidang dan memperoleh posisi quartile berbeda pada masing-masing kategori.