Saat mencari referensi untuk tugas, skripsi, atau penelitian, kamu mungkin menemukan jurnal dengan label SINTA 1, SINTA 2, hingga SINTA 6. Angka tersebut bukan sekadar urutan pada daftar jurnal, tetapi menunjukkan peringkat akreditasi jurnal ilmiah di Indonesia.
Lantas, apa perbedaan SINTA 1 sampai SINTA 6? Untuk memahaminya, kamu perlu melihat bagaimana peringkat tersebut diberikan, apa arti masing-masing level, dan mengapa SINTA 1 berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada SINTA 6.
SINTA 1 sampai SINTA 6 Menunjukkan Peringkat Akreditasi
SINTA atau Science and Technology Index merupakan sistem yang memuat informasi mengenai publikasi dan jurnal ilmiah di Indonesia. Pada portal resminya, jurnal dapat difilter berdasarkan Sinta 1 hingga Sinta 6.
Menurut FAQ resmi SINTA, proses akreditasi jurnal menggunakan instrumen penilaian yang memberikan peringkat 1 sampai 6, yang kemudian disebut sebagai Sinta 1 sampai Sinta 6. Dengan demikian, semakin kecil angka SINTA, semakin tinggi posisi peringkat akreditasinya.
Urutan SINTA 1, 2, 3, 4, 5, dan 6
Urutannya dapat dipahami dengan sederhana sebagai berikut:
- SINTA 1 — peringkat akreditasi 1, dengan nilai 85–100.
- SINTA 2 — peringkat akreditasi 2, dengan nilai 70 hingga kurang dari 85.
- SINTA 3 — peringkat akreditasi 3, dengan nilai 60 hingga kurang dari 70.
- SINTA 4 — peringkat akreditasi 4, dengan nilai 50 hingga kurang dari 60.
- SINTA 5 — peringkat akreditasi 5, dengan nilai 40 hingga kurang dari 50.
- SINTA 6 — peringkat akreditasi 6, dengan nilai 30 hingga kurang dari 40.
Jadi, jika kamu melihat jurnal berlabel SINTA 1 dan SINTA 6, keduanya sama-sama berada dalam sistem akreditasi SINTA, tetapi memiliki peringkat akreditasi yang berbeda.
Bagaimana Peringkat SINTA Ditentukan?
Peringkat SINTA berasal dari proses akreditasi jurnal melalui ARJUNA. FAQ SINTA menjelaskan bahwa jurnal yang masuk ke ARJUNA dinilai oleh asesor yang mencakup penilaian konten dan manajemen jurnal.
Setelah jurnal masuk dalam kategori SINTA 1 sampai SINTA 6, sistem SINTA juga menampilkan informasi seperti sitasi dan H5-index untuk membantu melihat performa publikasi jurnal.
Artinya, label SINTA sebaiknya dipahami sebagai status dan peringkat akreditasi, bukan sebagai satu-satunya ukuran untuk menilai apakah sebuah artikel cocok digunakan sebagai referensi.
Apakah SINTA 1 Selalu Lebih Baik untuk Semua Kebutuhan?
SINTA 1 memang berada pada peringkat akreditasi yang lebih tinggi daripada SINTA 2 sampai SINTA 6. Namun, ketika mencari referensi, peringkat saja tidak cukup untuk menentukan jurnal mana yang paling sesuai.
Kamu tetap perlu melihat topik penelitian, relevansi artikel, tahun publikasi, metode penelitian, dan kualitas sumber yang digunakan. Jurnal dengan peringkat lebih rendah tetapi sangat relevan dengan topik penelitian tetap dapat lebih berguna daripada jurnal dengan peringkat lebih tinggi yang tidak berkaitan langsung dengan pembahasan.
Kesimpulan
SINTA 1 sampai SINTA 6 merupakan enam tingkatan peringkat akreditasi jurnal ilmiah di Indonesia, dengan SINTA 1 sebagai peringkat tertinggi dan SINTA 6 sebagai peringkat terendah. Peringkat tersebut diberikan melalui proses akreditasi dan dapat digunakan sebagai salah satu informasi ketika menilai jurnal.
Namun, memilih referensi tidak seharusnya hanya berdasarkan angka SINTA. Relevansi artikel dengan topik penelitian tetap menjadi pertimbangan penting agar sumber yang digunakan benar-benar mendukung pembahasan.
FAQ
1. Apakah SINTA 1 lebih tinggi daripada SINTA 2?
Ya. SINTA 1 merupakan peringkat akreditasi yang lebih tinggi daripada SINTA 2.
2. Apakah SINTA 6 berarti jurnal tersebut tidak terakreditasi?
Tidak. SINTA 6 tetap merupakan peringkat akreditasi, yaitu peringkat 6.
3. Apakah jurnal SINTA bisa berubah peringkat?
Bisa. Status dan hasil evaluasi jurnal dapat berubah mengikuti proses akreditasi dan evaluasi yang berlaku.