Mengenal ORCID
ORCID, kepanjangan dari Open Researcher and Contributor ID adalah organisasi nirlaba independen yang menyediakan pengidentifikasi tetap (persistent identifier) berupa 16 digit angka unik untuk setiap peneliti. Anggap saja ini seperti KTP-nya akademisi. Bedanya, KTP cuma buat identitas kependudukan, mengutip dari LPPM Unand, ORCID adalah identitas digital yang akan menemani seluruh perjalanan akademismu, dari skripsi sampai penelitian internasional sekalipun.
ORCID didesain untuk mengatasi masalah klasik yang sering dialami peneliti: ambiguitas nama. Bayangkan ada tiga peneliti beda yang sama-sama bernama "Siti Rahayu" di universitas yang berbeda. Tanpa ORCID, publikasi mereka bisa tercampur atau bahkan salah dikutip. Dengan ORCID, setiap karya ilmiah akan tertaut langsung ke ID unik milikmu, jadi nggak ada lagi cerita "kehilangan" karya karena kesamaan nama.
Fungsi dan Manfaat Utama ORCID
Di bawah ini terdapat 3 fungsi dan manfaat utama dari ORCID:
1. Menghubungkan Semua Karya Ilmiahmu dalam Satu Profil
Fungsi utama ORCID adalah menjadi "rak arsip" digital yang merapikan semua hasil risetmu. Kamu bisa menghubungkan berbagai macam karya, seperti:
- Artikel jurnal
- Buku atau bab buku
- Dataset penelitian
- Paten
- Ulasan (peer review)
Lebih kerennya, ORCID sudah terintegrasi dengan banyak sistem yang sering kamu pakai, seperti Scopus, Web of Science, Crossref, Google Scholar, dan bahkan sistem jurnal nasional seperti SINTA. Jadi, setiap kali kamu mempublikasikan artikel di jurnal yang mendukung ORCID, karyamu akan otomatis terhubung ke profilmu. Easy, kan?
2. Meningkatkan Visibilitas dan Kredibilitas
Punya profil ORCID yang lengkap itu seperti punya portofolio digital yang bisa diakses siapa saja di dunia. Ini sangat membantu ketika kamu:
- Mengajukan proposal hibah penelitian
- Melamar beasiswa atau posisi akademik
- Ingin collab dengan peneliti lain
Dengan ORCID, orang lain bisa dengan mudah melihat rekam jejak akademikmu secara lengkap dan terpercaya. Hal ini sejalan dengan upaya banyak kampus di Indonesia, seperti Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Universitas Brawijaya (UB), yang rutin mengadakan pelatihan ORCID untuk dosen dan mahasiswa. Bahkan, menurut data tahun 2023, sudah ada sekitar 20.000 publikasi jurnal di Indonesia yang terintegrasi dengan sistem ORCID.
3. Memudahkan Proses Publikasi
Banyak jurnal ilmiah internasional kini mewajibkan penulis untuk mencantumkan ORCID ID saat submit artikel. Mengapa? Karena ini membantu editor dan reviewer memverifikasi identitas penulis dengan cepat. Selain itu, ORCID juga bisa mengurangi beban administrasi karena data dirimu (nama, afiliasi, email) bisa diisi secara otomatis di berbagai platform.
Gimana Cara Memulainya?
Membuat akun ORCID itu gratis dan prosesnya sangat mudah. Kamu tinggal kunjungi situs resmi ORCID, daftar dengan email yang stabil (misalnya pakai email kampus), lalu lengkapi profilmu dengan informasi seperti afiliasi, riwayat pendidikan, dan bidang penelitian. Setelah itu, mulailah menghubungkan publikasi yang sudah kamu miliki.
ORCID bukan hanya tren belaka, tapi sudah menjadi standar global dalam dunia penelitian. Bagi mahasiswa dan akademisi Indonesia, memiliki ORCID adalah langkah strategis untuk membangun identitas digital yang kuat, melindungi hak atas karya ilmiah, dan membuka peluang kolaborasi internasional.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera daftarkan ORCID kamu dan mulai bangun portofolio akademik yang kredibel mulai dari sekarang!
FAQ
Apa ORCID berbayar?
Nggak kok, ORCID gratis untuk individu selamanya. Kamu bisa mendaftar dan mengelola profil tanpa biaya sepeser pun.
Apa saya wajib punya ORCID kalau masih mahasiswa S1?
Meskipun belum diwajibkan oleh semua kampus, sangat disarankan untuk membuat ORCID sedini mungkin. Apalagi jika kamu mulai menulis skripsi atau artikel jurnal. Dengan ORCID, karya ilmiah pertamamu akan tercatat dengan baik dan tidak hilang begitu saja.
Bagaimana cara menghubungkan ORCID dengan Scopus atau Google Scholar?
Kamu bisa menambahkan ID Scopus atau link profil Google Scholar di bagian "Websites" pada profil ORCID. Untuk sinkronisasi otomatis, beberapa database seperti Scopus menyediakan fitur "Search and Link" yang memungkinkan kamu mencari dan menambahkan publikasi secara langsung ke ORCID.