Parafrase Penulisan Akademik Akademik

Apa Itu Parafrase? Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Kenali pengertian parafrase, fungsi dalam penulisan, ciri-ciri, serta contoh sederhananya agar tidak keliru membedakan parafrase dengan sekadar mengganti kata.

07 Oktober 2026 Nisrina Putri Dayani ยท SEO Article Writer 3 menit baca
Apa Itu Parafrase? Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Parafrase merupakan salah satu cara menyampaikan kembali informasi atau gagasan dari suatu sumber menggunakan susunan kata dan kalimat yang berbeda. Teknik ini banyak digunakan dalam penulisan akademik karena membantu penulis menjelaskan suatu gagasan dengan bahasa yang lebih sesuai dengan konteks tulisannya.

Namun, parafrase bukan sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan parafrase, apa fungsinya, dan seperti apa contohnya? Berikut penjelasan dasarnya agar konsep parafrase tidak lagi membingungkan.

Apa Itu Parafrase?

Parafrase adalah penyampaian kembali gagasan dari suatu sumber menggunakan kata-kata dan struktur kalimat yang berbeda, tetapi tetap mempertahankan makna utamanya. Dengan kata lain, informasi yang disampaikan tetap berasal dari sumber, hanya cara penyampaiannya yang dibuat berbeda.

Parafrase biasanya digunakan ketika penulis ingin memasukkan gagasan dari buku, jurnal, artikel, atau sumber lain ke dalam tulisannya tanpa menggunakan kalimat sumber secara langsung. Meski menggunakan bahasa sendiri, sumber gagasan tersebut tetap perlu diakui melalui sitasi.

Dalam penulisan akademik, parafrase juga membantu penulis mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber ke dalam pembahasannya. Dengan begitu, tulisan tidak hanya dipenuhi kutipan langsung, tetapi tetap menunjukkan kemampuan penulis dalam memahami dan menjelaskan informasi yang digunakan.

Apa Fungsi Parafrase?

Parafrase dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan penulisan, terutama ketika penulis perlu menjelaskan kembali informasi dari sumber dengan gaya bahasa yang sesuai. Beberapa fungsi utamanya antara lain:

  1. Menjelaskan gagasan dengan bahasa sendiri. Parafrase membantu penulis menyampaikan kembali informasi dari sumber dengan susunan kalimat yang lebih mudah dipahami atau lebih sesuai dengan pembahasan.
  2. Mengintegrasikan sumber ke dalam tulisan. Gagasan dari jurnal, buku, atau sumber lainnya dapat dimasukkan ke dalam pembahasan tanpa harus menggunakan kalimat asli secara langsung.
  3. Menyesuaikan informasi dengan konteks tulisan. Sebuah gagasan dapat ditulis kembali agar lebih relevan dengan topik yang sedang dibahas, selama makna utamanya tetap dipertahankan.
  4. Mengurangi penggunaan kutipan langsung. Tidak semua informasi harus ditulis menggunakan kalimat asli dari sumber. Parafrase dapat digunakan ketika penulis ingin menjelaskan gagasan dengan gaya bahasanya sendiri.
  5. Menunjukkan pemahaman terhadap sumber. Proses memparafrase menuntut penulis memahami terlebih dahulu informasi yang ingin digunakan. Karena itu, parafrase yang baik bukan sekadar perubahan kata, tetapi menunjukkan bahwa penulis memahami gagasan sumber.

Seperti Apa Contoh Parafrase?

Misalnya, sebuah sumber menyampaikan gagasan berikut:

Membaca jurnal ilmiah secara rutin dapat membantu mahasiswa memahami perkembangan penelitian dalam bidang yang sedang dipelajari.

Gagasan tersebut dapat diparafrasekan menjadi:

Kebiasaan membaca jurnal secara berkala membuat mahasiswa lebih mudah mengikuti perkembangan penelitian yang berkaitan dengan bidang studinya.

Kedua kalimat tersebut menyampaikan gagasan yang sama, tetapi menggunakan susunan dan pilihan kata yang berbeda.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa parafrase tidak harus mengubah seluruh informasi. Yang perlu diperhatikan adalah cara menyampaikan kembali gagasan tersebut dengan bahasa sendiri tanpa menghilangkan atau mengubah maksud sumber.

Selain itu, parafrase tetap membutuhkan sumber apabila gagasan yang digunakan berasal dari karya orang lain. Mengubah kalimat tidak membuat gagasan tersebut otomatis menjadi milik penulis.

Apa Ciri-Ciri Parafrase yang Baik?

Parafrase yang baik dapat dikenali dari beberapa hal. Tidak cukup hanya melihat apakah kalimatnya sudah berbeda dari sumber.

Beberapa cirinya yaitu:

  • Menggunakan susunan kalimat sendiri.
  • Mempertahankan makna utama dari sumber.
  • Tidak sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim.
  • Tidak menghilangkan informasi penting yang memengaruhi makna.
  • Tetap mencantumkan sumber atau sitasi.
  • Menggunakan bahasa yang sesuai dengan konteks tulisan.

Dengan demikian, ukuran parafrase bukan hanya seberapa berbeda kalimatnya dari sumber, tetapi juga apakah gagasannya tetap akurat dan disampaikan dengan cara yang benar.

Kesimpulan

Parafrase adalah cara menyampaikan kembali gagasan dari suatu sumber dengan bahasa dan struktur kalimat yang berbeda tanpa mengubah makna utamanya. Teknik ini berguna untuk menjelaskan informasi, mengintegrasikan sumber, dan membuat tulisan lebih sesuai dengan gaya penulis.

Untuk kebutuhan menyusun ulang tulisan, layanan Parafrase Manuru dapat membantu mengolah teks menjadi bentuk yang berbeda dengan tetap memperhatikan isi yang ingin disampaikan. Hasil akhirnya tetap perlu dibaca dan disesuaikan kembali dengan konteks tulisan.

FAQ

Apakah parafrase sama dengan mengganti kata?

Tidak. Parafrase melibatkan penyusunan kembali gagasan dan struktur kalimat, bukan sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim.

Apakah parafrase tetap harus menggunakan sumber?

Ya. Jika gagasan berasal dari karya orang lain, sumber tetap perlu dicantumkan meskipun kalimatnya sudah ditulis ulang.

Untuk apa parafrase digunakan?

Parafrase digunakan untuk menyampaikan kembali gagasan dari sumber dengan bahasa sendiri, terutama dalam tulisan akademik dan karya ilmiah.

#parafrase #pengertian parafrase #contoh parafrase #penulisan akademik #karya ilmiah #mahasiswa