Parafrase membuat sebuah gagasan ditulis kembali dengan kata-kata sendiri. Karena kalimatnya sudah berbeda dari sumber asli, tidak sedikit mahasiswa yang kemudian bertanya apakah sumber masih perlu dicantumkan.
Jawabannya ya, sumber tetap perlu dicantumkan ketika gagasan yang digunakan berasal dari karya orang lain. Mengubah susunan kalimat tidak mengubah kepemilikan atas gagasan tersebut, sehingga parafrase tetap berkaitan erat dengan sumber dan sitasi.
Apakah Parafrase Harus Mencantumkan Sumber?
Parafrase tetap harus mencantumkan sumber apabila informasi atau gagasan yang ditulis berasal dari karya orang lain. Hal ini berlaku meskipun penulis sudah menggunakan pilihan kata dan struktur kalimatnya sendiri.
Parafrase berbeda dari menulis berdasarkan pemikiran atau hasil pengamatan sendiri. Ketika sebuah gagasan diperoleh dari jurnal, buku, artikel, penelitian, atau sumber lainnya, penulis perlu memberikan atribusi agar pembaca mengetahui dari mana informasi tersebut berasal.
Jadi, perubahan bentuk kalimat tidak menghilangkan kebutuhan untuk memberikan kredit kepada sumber. Justru, sitasi menjadi bagian penting yang menunjukkan bahwa penulis menggunakan gagasan orang lain secara bertanggung jawab.
Mengapa Parafrase Tetap Memerlukan Sitasi?
Ada perbedaan antara kata-kata dan gagasan yang digunakan dalam tulisan.
Ketika melakukan parafrase, kata-kata dari sumber memang diubah. Namun, informasi, pendapat, temuan, atau gagasan yang disampaikan tetap berasal dari sumber tersebut.
Misalnya, seorang mahasiswa membaca hasil penelitian dalam sebuah jurnal lalu menuliskan kembali kesimpulan penelitian tersebut dengan bahasanya sendiri. Walaupun kalimat akhirnya berbeda dari jurnal, informasi yang disampaikan tetap berasal dari penelitian tersebut.
Karena itu, sitasi berfungsi untuk menunjukkan asal gagasan, bukan hanya menunjukkan dari mana kalimat tersebut disalin.
Apa yang Terjadi Jika Parafrase Tidak Mencantumkan Sumber?
Parafrase tanpa sumber dapat membuat pembaca mengira bahwa gagasan tersebut merupakan hasil pemikiran penulis sendiri. Dalam konteks akademik, hal ini dapat menjadi masalah karena sumber informasi tidak diberikan sebagaimana mestinya.
Risikonya semakin besar ketika hasil parafrase masih sangat dekat dengan struktur atau pilihan kata sumber. Kondisi seperti ini dapat membuat tulisan terlihat seperti mengambil materi dari sumber tanpa atribusi yang memadai.
Karena itu, parafrase yang baik membutuhkan dua hal sekaligus: penyampaian kembali dengan bahasa sendiri dan pengakuan terhadap sumber gagasan.
Keduanya tidak dapat dipisahkan hanya karena kalimat sudah mengalami perubahan.
Apakah Parafrase Harus Masuk Daftar Pustaka?
Pada dasarnya, penggunaan sumber dalam parafrase perlu diikuti bentuk sitasi yang sesuai dengan sistem penulisan yang digunakan. Sumber yang dirujuk kemudian dicantumkan dalam bagian referensi atau daftar pustaka sesuai ketentuan gaya sitasi yang berlaku.
Namun, detail teknis seperti format nama penulis, tahun, urutan informasi, atau tanda baca bergantung pada gaya sitasi yang digunakan. Karena itu, mahasiswa sebaiknya mengikuti pedoman kampus, program studi, jurnal, atau dosen.
Yang paling penting untuk dipahami adalah prinsipnya: parafrase bukan berarti bebas dari sitasi.
Kesimpulan
Parafrase tetap harus mencantumkan sumber ketika gagasan yang digunakan berasal dari karya orang lain. Meskipun kata dan struktur kalimat sudah diubah, informasi yang disampaikan tetap memiliki sumber yang perlu diakui.
Saat menyusun ulang tulisan dari berbagai sumber, layanan Parafrase Manuru dapat menjadi pilihan untuk membantu mengolah teks. Setelah itu, sumber tetap perlu diperiksa dan dicantumkan sesuai ketentuan akademik yang digunakan.
FAQ
Apakah parafrase tanpa sumber termasuk plagiarisme?
Bisa menjadi masalah plagiarisme karena gagasan orang lain digunakan tanpa memberikan atribusi yang semestinya.
Apakah parafrase yang sudah menggunakan kata-kata sendiri tetap perlu sitasi?
Ya. Sitasi diperlukan karena yang berasal dari sumber bukan hanya kata-katanya, tetapi juga gagasan atau informasinya.
Apakah parafrase harus masuk daftar pustaka?
Sumber yang digunakan perlu dicantumkan sesuai sistem sitasi yang berlaku dalam tulisan. Formatnya mengikuti pedoman yang digunakan.