Parafrase dan plagiarisme sama-sama berkaitan dengan penggunaan informasi dari sumber lain, tetapi keduanya memiliki makna yang sangat berbeda. Parafrase merupakan cara yang sah untuk menyampaikan kembali gagasan, sedangkan plagiarisme terjadi ketika karya atau gagasan orang lain digunakan tanpa atribusi yang semestinya.
Lalu, kapan sebuah parafrase masih dianggap benar dan kapan justru dapat menjadi plagiarisme? Perbedaannya tidak hanya terletak pada apakah kalimat sudah diubah, tetapi juga pada cara gagasan tersebut digunakan, seberapa dekat hasilnya dengan sumber, dan apakah sumbernya diakui.
Apa Itu Parafrase dan Plagiarisme?
Parafrase adalah penyampaian kembali gagasan dari sumber menggunakan bahasa sendiri dengan tetap mempertahankan makna utama dan memberikan atribusi kepada sumber.
Sementara itu, plagiarisme merupakan penggunaan kata, gagasan, atau karya orang lain tanpa memberikan pengakuan yang sesuai sehingga seolah-olah merupakan milik sendiri.
Dengan demikian, parafrase dan plagiarisme bukan dua istilah yang menggambarkan hal yang sama. Justru, parafrase dapat menjadi salah satu cara menggunakan sumber secara tepat selama dilakukan dengan benar dan disertai atribusi.
Apa Perbedaan Parafrase dan Plagiarisme?
Perbedaan keduanya dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:
- Cara menggunakan sumber. Parafrase menyampaikan kembali gagasan dengan bahasa dan struktur yang berbeda. Plagiarisme menggunakan materi orang lain tanpa memberikan pengakuan yang sesuai.
- Kedekatan dengan teks asli. Parafrase yang baik tidak sekadar mengganti beberapa kata. Struktur dan penyampaian perlu benar-benar menggunakan bahasa penulis sendiri. Teks yang masih terlalu dekat dengan sumber dapat menjadi bentuk patchwriting.
- Pencantuman sumber. Parafrase tetap mencantumkan sumber karena gagasan yang digunakan berasal dari pihak lain. Plagiarisme dapat terjadi ketika sumber tidak diakui atau penggunaannya dibuat seolah-olah merupakan karya sendiri.
- Pemahaman terhadap gagasan. Parafrase yang baik menunjukkan bahwa penulis memahami informasi yang digunakan dan mampu menyampaikannya kembali. Sebaliknya, perubahan kata secara mekanis tanpa memahami isi dapat menghasilkan tulisan yang terlalu dekat dengan sumber.
Kapan Parafrase Bisa Menjadi Plagiarisme?
Tidak semua teks yang sudah diubah otomatis menjadi parafrase yang benar. Ada kondisi ketika penulis hanya mengganti beberapa kata, mempertahankan struktur kalimat sumber, lalu menganggap hasilnya sudah merupakan tulisan baru.
Cara seperti ini dapat menghasilkan patchwriting, yaitu tulisan yang masih terlalu dekat dengan bahasa sumber meskipun terdapat beberapa perubahan.
Masalah juga dapat muncul ketika penulis menggunakan gagasan dari sumber tanpa mencantumkan sitasi. Menggunakan bahasa sendiri tidak berarti gagasan tersebut berubah menjadi milik sendiri.
Karena itu, dua hal perlu diperhatikan secara bersamaan: bentuk tulisan harus benar-benar disusun ulang dan sumber gagasan tetap harus diakui.
Bagaimana Mengenali Parafrase yang Benar?
Parafrase yang benar tidak diukur hanya dari jumlah kata yang berubah. Beberapa pertanyaan berikut dapat membantu melihat apakah sebuah parafrase sudah tepat:
- Apakah gagasan utama dari sumber tetap dipertahankan?
- Apakah kalimat sudah disusun dengan bahasa sendiri?
- Apakah hasilnya masih terlalu dekat dengan struktur sumber?
- Apakah ada frasa unik dari sumber yang digunakan tanpa penanda kutipan?
- Apakah sumber gagasan sudah dicantumkan?
- Apakah penulis benar-benar memahami informasi yang ditulis?
Jika jawabannya sudah sesuai, parafrase memiliki dasar yang lebih kuat sebagai penggunaan sumber yang bertanggung jawab.
Sebaliknya, mengganti beberapa kata, mempertahankan pola kalimat, lalu menghilangkan sumber bukanlah cara yang tepat untuk melakukan parafrase.
Kesimpulan
Perbedaan utama parafrase dan plagiarisme terletak pada cara menggunakan serta mengakui sumber. Parafrase menyampaikan kembali gagasan dengan bahasa sendiri dan tetap memberikan atribusi, sedangkan plagiarisme menggunakan karya atau gagasan orang lain tanpa pengakuan yang semestinya.
Untuk membantu meninjau tulisan yang sudah disusun, layanan Cek Plagiarisme Manuru dapat digunakan sebagai salah satu bagian dari proses pemeriksaan. Hasil pengecekan tetap perlu dipahami bersama konteks tulisan dan aturan akademik yang berlaku.
FAQ
Apakah parafrase termasuk plagiarisme?
Tidak, selama gagasan disampaikan dengan bahasa sendiri dan sumbernya tetap diberikan atribusi yang sesuai.
Apakah mengganti beberapa kata sudah termasuk parafrase?
Belum tentu. Jika struktur dan bahasa sumber masih terlalu dipertahankan, hasilnya dapat menjadi terlalu dekat dengan sumber.
Apakah parafrase yang mencantumkan sumber pasti bebas dari plagiarisme?
Belum tentu. Sumber tetap harus dicantumkan, tetapi hasil parafrase juga perlu disusun dengan bahasa dan struktur yang benar-benar sesuai dengan pemahaman penulis.