Kenapa Skripsi Bisa Memiliki Skor Similarity Tinggi?
Penting untuk dipahami bahwa skor similarity adalah indikasi kemiripan tekstual. Sistem seperti Turnitin bekerja dengan membandingkan karya ilmiah kamu terhadap jutaan dokumen di database-nya. Kemiripan bisa muncul dari berbagai hal, seperti:
1. Kesalahan Teknis
Format penulisan yang salah, seperti ketidakseimbangan tanda kutip, bisa membuat sistem membaca seluruh paragraf sebagai kutipan dan melonjakkan skor.
2. Kesalahan Administrasi
Mengirimkan draf yang sama ke dua tempat yang berbeda atau mengunggah draf yang sudah pernah disimpan di database Turnitin (misalnya untuk cek awal) juga akan menghasilkan skor tinggi, bahkan 100%.
3. Kelalaian Penulisan
Tidak mencantumkan sumber dengan benar atau teknik parafrase yang kurang tepat (hanya mengganti beberapa kata) membuat tulisanmu tetap dianggap mirip dengan sumber asli.
Bagian Skripsi yang Paling Sering Terdeteksi
Berdasarkan pengamatan, beberapa bagian ini adalah "langganan" dalam laporan similarity.
1. Daftar Pustaka
Ini adalah penyumbang nomor satu skor similarity. Judul buku, nama penulis, penerbit, dan tahun terbit sudah pasti sama persis dengan sumber asli. Kabar baiknya, sebagian besar kampus mengizinkan pengecualian (exclude) untuk daftar pustaka saat pemeriksaan. Jadi, jangan panik dulu kalau skormu tinggi karena bagian ini.
2. Tinjauan Pustaka (Bab 2)
Di sinilah kamu mengutip berbagai teori dan penelitian terdahulu. Karena sifatnya yang mengandalkan referensi, bagian ini memiliki potensi kemiripan yang tinggi . Beberapa jenis kutipan, seperti dari undang-undang atau kitab suci, memang tidak bisa diparafrase sehingga akan tetap terdeteksi .
3. Pendahuluan (Bab 1)
Bagian ini sering memuat latar belakang yang menjelaskan fenomena atau data dari sumber eksternal. Misalnya, data statistik dari BPS atau laporan resmi lainnya. Jika data yang sama digunakan oleh banyak penulis, kemungkinan besar akan muncul kemiripan.
4. Abstrak
Sebagai ringkasan dari keseluruhan penelitian, abstrak juga sering terdeteksi. Ini karena kalimat-kalimat kunci seperti rumusan masalah atau metodologi seringkali memiliki struktur yang baku.
Kemiripan yang Wajar dan yang Perlu Diwaspadai
Kemiripan yang Wajar
Muncul dari daftar pustaka, kutipan langsung yang benar (dengan tanda kutip dan sumber jelas), atau istilah teknis/kalimat baku yang memang wajib digunakan. Biasanya, dosen pembimbing akan memaklumi hal ini.
Kemiripan yang Perlu Diwaspadai
Muncul dari paragraf besar di luar kutipan yang strukturnya sama persis dengan sumber lain. Ini menandakan parafrase yang kurang baik atau potensi plagiarisme. Di sinilah kamu harus melakukan perbaikan.
Intinya, memahami bagian mana yang sering terdeteksi similarity adalah langkah awal untuk cerdas dalam menulis dan menghindari stres yang tidak perlu. Jangan fokus pada angka, tapi pahami alasan di balik angka tersebut.
FAQ
Berapa batas maksimal similarity yang diperbolehkan?
Setiap kampus dan bahkan setiap program studi bisa punya aturan yang berbeda. Secara umum, batas maksimal untuk skripsi S1 adalah 20-30% . Pastikan kamu mengecek aturan resmi dari kampusmu, ya.
Apa hasil cek Turnitin yang tinggi otomatis berarti saya plagiat?
Nggak otomatis. Skor tinggi adalah alarm untuk memeriksa ulang bagian mana yang mirip. Jika kemiripan hanya berasal dari daftar pustaka atau kutipan yang benar, biasanya tidak masalah. Jika berasal dari paragraf utama yang tidak dikutip, maka itulah yang perlu diperbaiki.
Bagaimana cara efektif menurunkan skor similarity?
Kuncinya adalah parafrase yang baik. Bukan sekadar mengganti sinonim, tetapi menulis ulang ide dengan struktur dan gaya bahasa sendiri. Kuasai teknik ini, dan skor similarity kamu akan terkendali.