Jurnal berbahasa Inggris sering menjadi tantangan bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Istilah akademik, kalimat panjang, dan struktur tulisan ilmiah dapat membuat proses membaca terasa lambat, terutama jika setiap kata harus diterjemahkan terlebih dahulu.
Padahal, memahami jurnal tidak selalu berarti harus mengetahui arti seluruh kata di dalamnya. Ada cara membaca yang lebih terarah agar kamu bisa menangkap gagasan utama, memahami hasil penelitian, dan mengenali informasi penting tanpa menerjemahkan setiap kalimat satu per satu.
1. Tentukan Tujuan Membaca Sejak Awal
Sebelum membuka jurnal, tentukan informasi yang sedang kamu cari. Apakah kamu ingin memahami teori tertentu, mencari temuan penelitian terdahulu, atau mempelajari metode yang digunakan peneliti?
Tujuan ini membantu kamu menentukan bagian artikel yang perlu mendapat perhatian lebih. Jika kamu sedang mencari hasil penelitian yang berkaitan dengan skripsi, misalnya, bagian hasil dan pembahasan mungkin lebih penting untuk dibaca secara mendalam daripada informasi tambahan yang tidak berhubungan langsung dengan kebutuhanmu.
Dengan tujuan yang jelas, kamu tidak perlu memperlakukan setiap paragraf sebagai informasi yang sama pentingnya.
2. Baca Judul dan Abstrak Terlebih Dahulu
Judul memberikan gambaran awal mengenai topik yang dibahas, sedangkan abstrak biasanya merangkum tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan utama penelitian. Keduanya dapat membantu kamu memahami arah artikel sebelum membaca seluruh isinya.
Saat membaca abstrak, perhatikan beberapa pertanyaan berikut:
- What is the study about? (Apa yang diteliti?)
- What is the purpose of the study? (Apa tujuan penelitiannya?)
- What methods were used? (Metode apa yang digunakan?)
- What are the main findings? (Apa temuan utamanya?)
Kamu tidak harus menerjemahkan abstrak kata demi kata untuk menjawab pertanyaan tersebut. Cobalah memahami fungsi setiap kalimat dan hubungan antara tujuan, metode, serta hasil penelitian.
Namun, jangan menjadikan abstrak sebagai satu-satunya dasar untuk menggunakan informasi dari jurnal. Jika artikel akan dijadikan referensi skripsi, periksa bagian terkait dalam teks lengkap agar konteks dan batasan temuannya tidak terlewat.
3. Kenali Struktur Artikel Ilmiah
Memahami struktur jurnal membantu kamu mengetahui bagian mana yang perlu dibaca untuk menemukan informasi tertentu. Banyak artikel penelitian empiris menggunakan struktur yang dikenal sebagai IMRaD, yaitu Introduction, Methods, Results, dan Discussion.
Berikut fungsi umum setiap bagian:
- Introduction: menjelaskan latar belakang masalah, konteks penelitian, dan tujuan atau pertanyaan penelitian.
- Methods: menerangkan bagaimana penelitian dilakukan, termasuk desain, data, responden, instrumen, atau prosedur yang relevan.
- Results: menyajikan hasil atau temuan penelitian.
- Discussion: menjelaskan makna temuan, menghubungkannya dengan penelitian lain, dan membahas implikasinya.
Artikel juga dapat memiliki abstrak, kesimpulan, daftar pustaka, atau struktur lain sesuai bidang dan jenis publikasinya. Tidak semua jurnal mengikuti susunan yang persis sama, tetapi mengenali fungsi tiap bagian akan memudahkan proses membaca.
4. Fokus pada Kalimat yang Membawa Gagasan Utama
Dalam satu paragraf, tidak semua kalimat memiliki fungsi yang sama. Ada kalimat yang memperkenalkan gagasan, memberikan penjelasan, menyertakan contoh, atau menyajikan bukti pendukung.
Cobalah mencari kalimat yang menjelaskan pokok pembahasan paragraf, lalu baca kalimat lain untuk memahami bagaimana gagasan tersebut dikembangkan. Jika menemukan paragraf panjang, pecah isinya menjadi beberapa bagian kecil berdasarkan hubungan antarkalimat.
Sebagai latihan, setelah membaca satu paragraf, tanyakan kepada diri sendiri: What is the main point? atau “Apa inti pembahasannya?” Jika kamu bisa menjawabnya dengan satu atau dua kalimat, berarti kamu sudah menangkap gagasan utamanya meskipun belum memahami semua kata.
5. Jangan Langsung Menerjemahkan Semua Kata yang Tidak Dikenal
Menemukan kata yang tidak dipahami bukan berarti kamu harus berhenti membaca. Terkadang, makna kata dapat diperkirakan melalui kalimat, paragraf, atau topik yang sedang dibahas.
Misalnya, sebuah paragraf membahas cara mengumpulkan data melalui wawancara dan kuesioner. Jika ada satu kata yang belum dikenal, kamu masih bisa mencoba memahami fungsi kalimat berdasarkan informasi lain yang sudah jelas.
Gunakan langkah berikut:
- Baca kalimat secara utuh tanpa langsung membuka kamus.
- Perhatikan kata-kata di sekitar istilah yang belum dipahami.
- Tebak fungsi kata tersebut berdasarkan konteks.
- Lanjutkan membaca untuk melihat apakah dugaanmu masuk akal.
- Periksa arti kata jika istilah tersebut penting bagi pemahaman penelitian.
Strategi ini membantu menjaga alur membaca. Meski demikian, jangan mengandalkan tebakan untuk istilah teknis yang menentukan makna temuan, definisi variabel, atau prosedur penelitian.
6. Pelajari Istilah Akademik yang Sering Muncul
Beberapa istilah muncul berulang kali dalam artikel ilmiah. Mengenali istilah tersebut dapat membantu kamu memahami struktur penjelasan tanpa harus menerjemahkan seluruh kalimat.
Contoh istilah yang sering ditemukan antara lain:
- Study: penelitian atau kajian, bergantung pada konteks.
- Findings: temuan penelitian.
- Evidence: bukti.
- Limitation: keterbatasan.
- Significant: signifikan; dalam konteks statistik, istilah ini memiliki makna teknis.
- Relationship: hubungan.
- Association: keterkaitan atau asosiasi.
- Participants: partisipan atau peserta penelitian.
- Previous research: penelitian terdahulu.
- Further research: penelitian lanjutan.
Arti sebuah istilah tetap perlu disesuaikan dengan konteks kalimat dan bidang ilmu. Sebagai contoh, significant dalam laporan statistik tidak selalu berarti penting secara praktis atau berdampak besar.
Kamu bisa menyimpan istilah yang sering ditemui beserta arti dan contoh penggunaannya. Prioritaskan istilah yang berulang dalam jurnal yang kamu baca, terutama istilah yang berkaitan dengan topik skripsi.
7. Gunakan Abstrak dan Kata Kunci sebagai Petunjuk, Bukan Pengganti Isi Artikel
Abstrak dan keywords membantu kamu mengenali tema utama artikel. Keduanya juga dapat menjadi petunjuk ketika kamu ingin menemukan kembali istilah atau konsep yang muncul di bagian lain.
Jika suatu kata kunci muncul dalam abstrak dan pendahuluan, perhatikan bagaimana penulis menjelaskannya pada bagian teori atau pembahasan. Dengan cara ini, kamu dapat mengikuti perkembangan gagasan tanpa harus menerjemahkan seluruh artikel secara berurutan.
Tetap periksa kalimat lengkap ketika informasi tersebut akan digunakan dalam skripsi. Satu istilah yang sama dapat memiliki makna berbeda menurut konteks, sehingga kata kunci saja tidak cukup untuk memahami keseluruhan argumen.
8. Baca Ulang Bagian Penting dengan Lebih Teliti
Membaca secara efisien bukan berarti membaca semua bagian dengan cepat. Bagian yang berkaitan langsung dengan penelitianmu justru perlu dibaca lebih teliti agar kamu tidak salah memahami konsep atau hasil.
Jika jurnal akan digunakan untuk mendukung skripsi, perhatikan definisi variabel, penjelasan metode, hasil utama, serta batasan penelitian. Periksa pula apakah penulis menyampaikan temuan sebagai hubungan, perbedaan, atau bukti sebab-akibat.
Kamu boleh membaca bagian yang kurang relevan secara lebih selektif. Namun, jangan menarik kesimpulan hanya dari satu kalimat yang terpisah dari penjelasan lengkapnya.
Kesimpulan
Cara membaca jurnal bahasa Inggris dengan efisien adalah menentukan tujuan membaca, memahami abstrak, mengenali struktur artikel, mencari gagasan utama, dan memanfaatkan konteks untuk memahami kata yang belum dikenal. Strategi ini membantu kamu membaca secara terarah tanpa harus menerjemahkan setiap kalimat.
Meski begitu, membaca selektif bukan berarti mengabaikan detail penting. Ketika menemukan informasi yang akan digunakan sebagai referensi skripsi, periksa kembali konteks, istilah teknis, dan batasan temuannya agar informasi yang kamu gunakan tetap akurat.
FAQ
Apakah membaca jurnal bahasa Inggris harus dimulai dari halaman pertama?
Tidak harus. Kamu bisa memulai dari judul dan abstrak, lalu beralih ke bagian yang sesuai dengan tujuan membaca. Namun, bagian yang akan digunakan sebagai dasar argumen tetap perlu dipahami dalam konteks lengkapnya.
Bagaimana jika banyak istilah bahasa Inggris yang tidak dipahami?
Cobalah memahami kalimat melalui konteks terlebih dahulu. Setelah itu, periksa arti istilah yang penting bagi pemahaman konsep, metode, atau hasil penelitian.
Apakah boleh menggunakan alat penerjemah saat membaca jurnal?
Boleh, terutama untuk memeriksa istilah atau kalimat yang sulit dipahami. Namun, hasil terjemahan tetap perlu diperiksa karena istilah akademik dan struktur kalimat ilmiah dapat menghasilkan terjemahan yang kurang tepat.