Membaca banyak jurnal untuk skripsi bisa membuat informasi penting mudah tercampur, terutama ketika beberapa artikel membahas topik yang serupa. Jika hanya mengandalkan ingatan atau menandai halaman tanpa mencatat inti informasinya, kamu mungkin harus membaca ulang artikel yang sama ketika mulai menulis.
Karena itu, catatan literatur dapat membantu menyimpan informasi penting dari setiap jurnal secara terstruktur. Bagaimana cara membuatnya agar mudah digunakan saat menyusun skripsi? Mulailah dengan menentukan informasi yang perlu dicatat, memilih format yang praktis, lalu mengelompokkan catatan berdasarkan kebutuhan penelitian.
Apa Itu Catatan Literatur Jurnal?
Catatan literatur jurnal adalah rangkuman terstruktur mengenai informasi penting dari artikel ilmiah yang dibaca. Isinya bukan sekadar ringkasan seluruh artikel, melainkan poin-poin yang membantu kamu memahami dan menggunakan sumber tersebut dalam penelitian.
Catatan ini dapat memuat identitas artikel, tujuan penelitian, teori atau konsep yang digunakan, metode, temuan utama, keterbatasan, dan kaitannya dengan skripsi. Formatnya bisa berupa dokumen, lembar kerja, aplikasi pencatat, atau matriks literatur yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Informasi yang Perlu Dicatat dari Jurnal
Tidak semua detail artikel harus disalin ke dalam catatan. Prioritaskan informasi yang membantu kamu menemukan kembali sumber dan memahami kontribusinya terhadap penelitian.
1. Identitas Artikel
Catat informasi bibliografi sejak awal agar sumber tidak tertukar dengan artikel lain. Bagian ini juga membantu ketika kamu menyusun sitasi dan daftar pustaka.
Informasi yang bisa dicatat meliputi:
- Nama penulis.
- Tahun publikasi.
- Judul artikel.
- Nama jurnal.
- Volume, nomor, dan halaman jika tersedia.
- DOI atau tautan artikel jika tersedia.
Simpan identitas sumber secara lengkap sesuai informasi yang tercantum pada artikel. Jangan menunda pencatatan hingga skripsi hampir selesai karena detail bibliografi bisa sulit ditemukan kembali.
2. Tujuan dan Masalah Penelitian
Tuliskan masalah yang ingin dijawab oleh peneliti serta tujuan utama penelitiannya. Informasi ini membantu kamu mengingat alasan artikel tersebut dibuat dan pertanyaan apa yang hendak dijawab.
Cukup gunakan satu atau dua kalimat yang merangkum fokus penelitian. Hindari menyalin seluruh bagian pendahuluan karena catatan literatur seharusnya memudahkan pencarian informasi, bukan menjadi salinan artikel.
3. Teori atau Konsep Utama
Catat teori, konsep, atau definisi yang penting bagi penelitian. Jika artikel menggunakan beberapa teori, prioritaskan teori yang berkaitan dengan topik skripsimu.
Sertakan istilah kunci dan penjelasan singkat mengenai fungsinya dalam penelitian. Jika suatu definisi akan dikutip atau diparafrase dalam skripsi, simpan informasi sumbernya agar kamu dapat memeriksa kembali konteks asli sebelum menggunakannya.
4. Metode Penelitian
Tuliskan metode yang digunakan dalam artikel, seperti pendekatan penelitian, karakteristik responden atau sumber data, teknik pengumpulan data, serta cara analisis jika relevan.
Kamu tidak harus mencatat seluruh prosedur secara terperinci untuk setiap jurnal. Pilih detail yang berguna untuk memahami temuan atau membandingkan penelitian terdahulu dengan metode yang kamu gunakan.
5. Hasil dan Temuan Utama
Bagian ini mencatat jawaban utama yang ditemukan peneliti. Tuliskan temuan secara ringkas dan akurat, termasuk angka atau hasil khusus apabila memang dibutuhkan untuk penelitianmu.
Bedakan hasil yang dilaporkan dari interpretasi penulis. Jangan mengubah hubungan antarkonsep menjadi hubungan sebab-akibat jika penelitian tidak mendukung kesimpulan tersebut.
6. Keterbatasan Penelitian
Catat batasan yang disebutkan oleh penulis, misalnya keterbatasan jumlah responden, cakupan lokasi, instrumen, atau aspek lain yang memengaruhi interpretasi hasil. Informasi ini dapat membantu kamu memahami sejauh mana temuan dapat digunakan.
Keterbatasan juga berguna ketika membandingkan beberapa penelitian. Namun, jangan menambahkan keterbatasan sebagai fakta jika artikel tidak menyebutkannya dan kamu belum memiliki dasar untuk menyimpulkan hal tersebut.
7. Hubungan dengan Skripsi
Tuliskan secara spesifik bagian skripsi yang mungkin terbantu oleh artikel tersebut. Misalnya, artikel dapat digunakan untuk menjelaskan konsep pada landasan teori, membandingkan temuan penelitian terdahulu, atau memahami metode yang pernah digunakan.
Catatan ini sebaiknya tidak berhenti pada pernyataan umum seperti “sesuai dengan topik skripsi”. Jelaskan informasi apa yang berguna dan untuk tujuan apa kamu ingin menggunakannya.
Cara Membuat Catatan Literatur Langkah demi Langkah
Setelah mengetahui informasi yang perlu dicatat, kamu bisa mengikuti alur berikut.
- Siapkan format catatan. Buat dokumen atau lembar kerja dengan kolom yang konsisten untuk identitas artikel, tujuan, teori, metode, temuan, keterbatasan, dan kaitannya dengan skripsi.
- Baca artikel sesuai kebutuhan. Identifikasi bagian yang berisi informasi penting, lalu periksa konteksnya sebelum menulis catatan.
- Tuliskan inti informasi dengan bahasa sendiri. Ringkas gagasan utama tanpa mengubah maknanya. Jika menyalin kutipan langsung, tandai dengan jelas sebagai kutipan dan simpan lokasi sumbernya.
- Catat sumber sejak awal. Hubungkan setiap catatan dengan identitas artikel agar informasi tidak tertukar ketika kamu membaca banyak jurnal.
- Kelompokkan berdasarkan topik. Pisahkan catatan menurut variabel, teori, tema, atau bagian skripsi yang sedang kamu kerjakan.
- Periksa kembali catatan. Bandingkan ringkasan dengan artikel asli, terutama untuk angka, istilah khusus, dan kesimpulan penelitian.
Dengan alur tersebut, catatan literatur menjadi lebih mudah dipahami dan dapat digunakan kembali ketika proses penulisan skripsi berlangsung.
Contoh Catatan Literatur Jurnal
Misalnya, kamu sedang meneliti hubungan penggunaan media pembelajaran digital dengan motivasi belajar mahasiswa. Berikut contoh sederhana catatan untuk satu artikel hipotetis.
- Identitas artikel: Penulis A, 2024, “Penggunaan Media Digital dan Motivasi Belajar Mahasiswa”.
- Tujuan penelitian: Mengkaji hubungan penggunaan media pembelajaran digital dengan motivasi belajar.
- Metode: Survei terhadap mahasiswa pada satu perguruan tinggi.
- Temuan utama: Artikel melaporkan adanya hubungan antara penggunaan media digital dan motivasi belajar pada kelompok yang diteliti.
- Keterbatasan: Temuan berasal dari konteks perguruan tinggi dan kelompok responden tertentu.
- Kaitan dengan skripsi: Dapat dipertimbangkan sebagai penelitian terdahulu yang membahas hubungan kedua variabel.
- Bagian yang perlu diperiksa: Definisi variabel, instrumen pengukuran, dan hasil analisis pada artikel asli.
Contoh tersebut hanya ilustrasi format, bukan hasil dari artikel jurnal nyata. Dalam praktiknya, isi catatan harus berasal dari jurnal yang benar-benar kamu baca. Jangan mengisi temuan atau keterbatasan berdasarkan perkiraan.
Cara Mengelompokkan Catatan agar Mudah Digunakan
Setelah mengumpulkan beberapa catatan, kelompokkan berdasarkan kebutuhan penelitian, bukan hanya berdasarkan urutan artikel dibaca. Cara ini memudahkan kamu membandingkan sumber yang membahas konsep atau persoalan serupa.
Beberapa cara pengelompokan yang bisa digunakan adalah:
- Berdasarkan variabel: memisahkan catatan untuk setiap variabel yang diteliti.
- Berdasarkan teori: mengelompokkan artikel yang menggunakan atau menjelaskan teori tertentu.
- Berdasarkan tema temuan: menyatukan penelitian yang menghasilkan temuan serupa atau berbeda.
- Berdasarkan bagian skripsi: memisahkan catatan untuk landasan teori, penelitian terdahulu, metode, dan pembahasan.
Satu jurnal bisa masuk ke lebih dari satu kelompok apabila memang mendukung beberapa kebutuhan penelitian. Pastikan setiap catatan tetap terhubung dengan sumber aslinya agar informasi mudah ditelusuri kembali.
Kesimpulan
Cara membuat catatan literatur jurnal untuk skripsi dimulai dengan mencatat identitas artikel, tujuan, teori, metode, temuan, keterbatasan, dan kaitannya dengan penelitian. Setelah itu, susun catatan menggunakan format yang konsisten dan kelompokkan berdasarkan kebutuhan skripsi.
Catatan yang terstruktur membantu kamu membandingkan penelitian terdahulu dan menemukan informasi saat menulis tanpa harus mengandalkan ingatan. Meski begitu, catatan tetap berfungsi sebagai alat bantu; periksa kembali jurnal asli sebelum mengutip informasi atau menggunakannya sebagai dasar argumen.
FAQ
Apakah catatan literatur harus dibuat untuk setiap jurnal?
Sebaiknya buat catatan untuk setiap artikel yang benar-benar digunakan atau dipertimbangkan dalam penelitian. Formatnya boleh ringkas, asalkan informasi penting dan identitas sumber tetap tercatat.
Apa perbedaan catatan literatur dan ringkasan jurnal?
Ringkasan jurnal biasanya menggambarkan isi artikel secara umum, sedangkan catatan literatur dapat difokuskan pada informasi yang dibutuhkan untuk penelitian, seperti teori, temuan, metode, dan kaitannya dengan skripsi.
Apakah catatan literatur boleh ditulis dengan bahasa sendiri?
Boleh. Menulis dengan bahasa sendiri membantu memahami informasi, tetapi makna sumber harus tetap akurat. Catat identitas artikel dan periksa sumber asli sebelum menggunakan informasi dalam skripsi.