Saat menyusun skripsi, mahasiswa sering menggunakan jurnal ilmiah sebagai sumber teori, data, dan hasil penelitian terdahulu. Namun, tidak semua informasi dari jurnal harus ditulis dengan kalimat yang sama seperti sumber aslinya.
Lalu, apakah jurnal boleh diparafrase untuk skripsi? Boleh, selama penulisan ulang tetap mempertahankan makna sumber dan mencantumkan sitasi yang sesuai. Ada beberapa ketentuan yang perlu dipahami agar penggunaan jurnal tetap sesuai dengan etika akademik.
Apakah Jurnal Boleh Diparafrase dalam Skripsi?
Jurnal ilmiah boleh diparafrase ketika mahasiswa ingin menyampaikan gagasan, teori, atau penjelasan peneliti menggunakan susunan kalimat sendiri. Cara ini membantu pembahasan skripsi terasa lebih menyatu dengan argumen yang sedang dibangun, bukan sekadar kumpulan kutipan dari berbagai sumber.
Meski demikian, parafrase tidak berarti mahasiswa bebas mengubah isi sumber. Gagasan utama, hubungan antaride, batasan temuan, dan maksud penulis aslinya harus tetap dipertahankan.
Apakah Parafrase Jurnal Tetap Harus Mencantumkan Sumber?
Ya, parafrase tetap harus mencantumkan sumber. Mengubah susunan kalimat tidak membuat gagasan yang berasal dari peneliti lain menjadi milik penulis skripsi.
Sitasi menunjukkan dari mana informasi atau pemikiran tersebut berasal sekaligus memberi kesempatan kepada pembaca untuk menelusuri sumber aslinya. Format sitasi dapat berbeda sesuai pedoman yang digunakan, misalnya APA, IEEE, atau ketentuan khusus dari perguruan tinggi.
Ada dua bentuk pengutipan yang umum digunakan dalam penulisan akademik:
- Kutipan langsung: mengambil kata-kata dari sumber asli dengan mempertahankan susunan aslinya dan mengikuti aturan penulisan kutipan.
- Kutipan tidak langsung: menyampaikan kembali gagasan sumber menggunakan kalimat sendiri, disertai sitasi.
Keduanya dapat digunakan dalam skripsi. Pilih bentuk yang paling sesuai dengan kebutuhan pembahasan dan aturan penulisan yang berlaku.
Kapan Parafrase Jurnal Perlu Diperhatikan Lebih Cermat?
Tidak semua bagian jurnal dapat ditulis ulang dengan cara yang sama. Beberapa jenis informasi memerlukan perhatian khusus karena perubahan kecil dapat menggeser makna atau ketepatan informasi.
- Definisi dan istilah khusus. Jika suatu definisi memiliki rumusan resmi atau istilah teknis yang penting, pastikan penulisan ulang tidak mengubah batasan maknanya. Kutipan langsung dapat dipilih jika rumusan asli perlu dipertahankan.
- Data dan angka penelitian. Persentase, jumlah responden, nilai statistik, serta angka lain harus tetap sesuai dengan sumber. Jangan mengganti angka tertentu dengan istilah umum jika hal itu mengurangi ketepatan informasi.
- Temuan dan kesimpulan penelitian. Jangan mengubah hasil yang terbatas menjadi klaim yang lebih luas. Jika penelitian hanya menunjukkan hubungan antara dua variabel, misalnya, jangan menuliskannya seolah-olah penelitian tersebut membuktikan hubungan sebab-akibat.
- Pernyataan yang memiliki makna sangat spesifik. Jika gagasan sulit disampaikan kembali tanpa kehilangan makna, kutipan langsung dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Perhatikan pula pedoman skripsi dari kampus. Ketentuan tentang kutipan, sitasi, dan format penulisan dapat berbeda antarlembaga atau program studi.
Apa Risiko Jika Jurnal Diparafrase Tanpa Mengikuti Etika Akademik?
Parafrase yang tidak tepat dapat menimbulkan masalah meskipun sebagian besar kata dalam teks sudah diganti. Hal ini dapat terjadi ketika struktur dan gagasan sumber masih disalin terlalu dekat, sumber tidak dicantumkan, atau hasil penelitian diubah agar mendukung argumen tertentu.
Karena itu, parafrase bukan sekadar cara mengurangi kemiripan teks. Tujuan utamanya adalah menyampaikan pemikiran dari sumber secara akurat dan mengintegrasikannya ke dalam pembahasan sendiri dengan atribusi yang jelas.
Pengecekan kemiripan teks dapat membantu menemukan bagian yang perlu ditinjau kembali, tetapi hasilnya tidak menggantikan kewajiban untuk mematuhi etika sitasi.
Kesimpulan
Jurnal boleh diparafrase untuk skripsi selama gagasan penulis asli disampaikan secara akurat dan sumbernya tetap dicantumkan. Mahasiswa juga perlu membedakan informasi yang dapat ditulis ulang dengan bagian yang lebih tepat dikutip langsung karena memiliki rumusan atau data yang spesifik.
Sebelum mengumpulkan skripsi, periksa kembali sitasi dan pedoman akademik yang berlaku di kampus. Dengan begitu, jurnal dapat digunakan sebagai referensi secara bertanggung jawab tanpa mengaburkan asal-usul gagasannya.
FAQ
Apakah semua bagian jurnal boleh diparafrase?
Banyak bagian dapat diparafrase, tetapi definisi resmi, istilah khusus, data, dan pernyataan tertentu perlu diperhatikan agar maknanya tidak berubah.
Apakah parafrase jurnal tanpa sitasi termasuk plagiarisme?
Parafrase tanpa atribusi dapat termasuk plagiarisme karena gagasan orang lain disajikan tanpa pengakuan sumber yang semestinya.
Apakah jurnal harus dikutip langsung dalam skripsi?
Tidak. Mahasiswa dapat menggunakan kutipan langsung maupun tidak langsung sesuai kebutuhan pembahasan dan pedoman akademik.