Saat menyusun skripsi, mahasiswa biasanya membaca beberapa jurnal untuk memahami teori, hasil penelitian terdahulu, dan perkembangan topik yang sedang diteliti. Namun, membaca banyak referensi saja belum cukup jika setiap gagasan hanya dituliskan kembali secara terpisah tanpa hubungan yang jelas.
Lalu, bagaimana cara mengembangkan gagasan dari jurnal agar menjadi pembahasan skripsi yang runtut? Kuncinya bukan mengumpulkan sebanyak mungkin kutipan, melainkan memahami argumen setiap peneliti, menemukan hubungan antarreferensi, dan menyusunnya menjadi alur pemikiran yang relevan dengan penelitian sendiri.
Pahami Gagasan Utama dari Setiap Jurnal
Langkah pertama adalah memahami apa yang sebenarnya dibahas oleh penulis jurnal. Jangan hanya mengambil kalimat yang terlihat cocok dengan topik skripsi tanpa membaca penjelasan yang menyertainya.
Saat membaca, perhatikan beberapa hal berikut:
- Masalah yang diteliti: Apa persoalan atau pertanyaan yang ingin dijawab oleh penelitian tersebut?
- Argumen utama: Apa gagasan atau penjelasan yang disampaikan penulis?
- Bukti pendukung: Apakah argumen didukung teori, data, hasil pengamatan, atau penelitian terdahulu?
- Batasan penelitian: Dalam konteks apa temuan tersebut berlaku, dan apa yang tidak dapat disimpulkan dari hasilnya?
Catatan ini membantu mahasiswa memahami isi jurnal sebelum memutuskan bagian mana yang relevan untuk digunakan. Dengan demikian, pembahasan skripsi tidak hanya memindahkan informasi dari sumber, tetapi juga menunjukkan pemahaman terhadap gagasan yang dibaca.
Hubungkan Gagasan dari Beberapa Jurnal
Setelah memahami setiap sumber, cari hubungan di antara gagasan yang ditemukan. Dua jurnal mungkin membahas persoalan serupa, tetapi menggunakan pendekatan, objek penelitian, atau hasil yang berbeda.
Hubungan tersebut dapat dikembangkan melalui beberapa cara:
- Membandingkan pendapat. Jika dua peneliti menjelaskan konsep yang sama dengan sudut pandang berbeda, uraikan persamaan dan perbedaannya. Jelaskan pula mengapa perbedaan tersebut relevan dengan topik skripsi.
- Menemukan pola. Jika beberapa penelitian menunjukkan kecenderungan yang serupa, jelaskan pola tersebut dengan tetap memperhatikan konteks dan batasan masing-masing penelitian.
- Menunjukkan perbedaan hasil. Jika hasil penelitian tidak sejalan, jangan menghilangkan salah satunya hanya karena lebih sesuai dengan dugaan awal. Perbedaan itu dapat menjadi bahan pembahasan yang penting.
- Mengidentifikasi celah penelitian. Perhatikan pertanyaan yang belum terjawab, keterbatasan penelitian sebelumnya, atau konteks yang belum banyak dibahas. Bagian ini dapat membantu menjelaskan alasan penelitian skripsi dilakukan.
Menghubungkan sumber bukan berarti memaksakan semua jurnal agar menghasilkan kesimpulan yang sama. Tujuannya adalah membangun pemahaman yang lebih utuh berdasarkan bukti dan argumen yang tersedia.
Susun Gagasan Menjadi Pembahasan Skripsi
Gagasan dari jurnal sebaiknya disusun berdasarkan fungsi masing-masing dalam argumen skripsi. Hindari membuat pembahasan yang hanya berisi rangkaian kalimat seperti “Menurut peneliti A”, “Menurut peneliti B”, lalu “Menurut peneliti C” tanpa penjelasan mengenai hubungan di antara pendapat tersebut.
Sebagai contoh, jika topik skripsi membahas hubungan kebiasaan belajar dengan prestasi akademik, alur pembahasannya dapat disusun sebagai berikut:
- Jelaskan konsep kebiasaan belajar berdasarkan teori yang relevan.
- Uraikan bagaimana kebiasaan belajar dikaitkan dengan prestasi akademik dalam penelitian terdahulu.
- Bandingkan hasil penelitian yang mendukung atau menunjukkan temuan berbeda.
- Jelaskan hubungan seluruh temuan tersebut dengan masalah dan tujuan penelitian skripsi.
Urutan tersebut hanyalah contoh. Susunan yang tepat tetap bergantung pada pertanyaan penelitian, jenis penelitian, dan struktur bab yang ditetapkan oleh kampus.
Dalam proses penulisan, gunakan kalimat sendiri untuk menyampaikan gagasan yang telah dipahami. Jika memakai gagasan dari sumber tertentu, tetap cantumkan sitasi. Jika menyampaikan interpretasi atau kesimpulan sendiri, pastikan penjelasannya benar-benar didukung oleh referensi yang dibahas dan tidak melampaui bukti yang tersedia.
Bagaimana Mengetahui Gagasan Sudah Dikembangkan dengan Baik?
Pembahasan dapat dikatakan berkembang dengan baik ketika pembaca dapat melihat hubungan yang jelas antara referensi, masalah penelitian, dan argumen yang dibangun. Setiap paragraf memiliki fungsi, bukan sekadar menjadi tempat untuk menambahkan kutipan.
Sebelum menyelesaikan bagian tersebut, periksa beberapa pertanyaan berikut:
- Apakah setiap gagasan dari jurnal sudah dipahami sesuai konteks aslinya?
- Apakah beberapa sumber dihubungkan melalui perbandingan, pola, atau perbedaan yang relevan?
- Apakah setiap paragraf membantu menjawab masalah atau tujuan penelitian?
- Apakah sitasi sudah dicantumkan untuk gagasan yang berasal dari sumber lain?
- Apakah kesimpulan yang ditulis sesuai dengan bukti yang tersedia?
Jika setiap paragraf hanya mengulang isi jurnal, mungkin hubungan antargagasan belum dikembangkan dengan cukup jelas. Sebaliknya, jika pembahasan sudah menunjukkan bagaimana berbagai sumber saling mendukung, melengkapi, atau berbeda, tulisan akan lebih mudah diikuti.
Kesimpulan
Mengembangkan gagasan dari jurnal untuk skripsi dimulai dengan memahami argumen setiap sumber, kemudian menghubungkan berbagai referensi melalui perbandingan, pola, perbedaan hasil, atau celah penelitian. Gagasan tersebut selanjutnya disusun menjadi pembahasan yang sesuai dengan pertanyaan penelitian.
Parafrase dapat membantu menyampaikan gagasan menggunakan kalimat sendiri, tetapi pengembangan pembahasan tidak berhenti pada penulisan ulang kalimat. Hal terpenting adalah membangun hubungan yang masuk akal antara sumber-sumber yang digunakan dan argumen yang ingin disampaikan.
FAQ
Apakah satu paragraf skripsi boleh menggunakan beberapa jurnal?
Boleh, selama setiap sumber relevan, hubungan antargagasan dijelaskan dengan jelas, dan sitasi diberikan sesuai informasi yang digunakan.
Apakah mengembangkan gagasan dari jurnal sama dengan merangkum?
Tidak sepenuhnya. Ringkasan memadatkan isi sumber, sedangkan pengembangan gagasan dapat melibatkan perbandingan, penggabungan temuan, dan penyusunan argumen berdasarkan beberapa referensi.
Apakah gagasan dari jurnal boleh dikembangkan tanpa sitasi?
Tidak jika gagasan tersebut berasal dari peneliti lain. Penjelasan yang dikembangkan tetap perlu mengakui sumber yang mendasarinya.