AI kini dapat membantu mahasiswa dalam berbagai tahap penulisan skripsi, mulai dari memahami materi, menyusun kerangka, hingga memperbaiki kejelasan kalimat. Namun, ketika AI digunakan dalam proses tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah penggunaannya harus dicantumkan dalam skripsi?
Tidak ada satu aturan yang otomatis berlaku untuk semua kampus dan semua bentuk penggunaan AI. Kewajiban untuk mengungkapkan penggunaan AI bergantung pada pedoman institusi, arahan dosen, ketentuan penelitian, dan tujuan penggunaan alat tersebut. Karena itu, mahasiswa perlu memahami aturan yang berlaku sebelum menentukan apakah penggunaan AI perlu dinyatakan dan bagaimana cara melaporkannya.
Apakah Penggunaan AI dalam Skripsi Wajib Dicantumkan?
Penggunaan AI perlu dilaporkan apabila kebijakan kampus, dosen pembimbing, atau pedoman akademik yang berlaku mensyaratkannya. Beberapa pedoman mungkin meminta mahasiswa menjelaskan penggunaan AI generatif, sedangkan pedoman lain dapat membedakan ketentuan berdasarkan jenis bantuan yang digunakan.
Misalnya, menggunakan AI untuk memperbaiki tata bahasa bisa diperlakukan berbeda dari menggunakannya untuk menghasilkan draf, mengembangkan analisis, atau membantu mengolah data. Namun, mahasiswa tidak boleh langsung menganggap bahwa bantuan yang terlihat sederhana selalu dikecualikan dari kewajiban pengungkapan.
Untuk memastikan ketentuannya, periksa beberapa hal berikut:
- Pedoman penulisan skripsi. Cari bagian yang membahas penggunaan AI, etika akademik, orisinalitas karya, atau pernyataan keaslian.
- Aturan fakultas dan program studi. Ketentuan di tingkat program studi atau fakultas dapat memberikan arahan yang lebih spesifik tentang penggunaan AI.
- Arahan dosen pembimbing. Tanyakan apakah penggunaan AI untuk kebutuhan tertentu perlu dilaporkan dan di bagian mana pernyataan tersebut harus dicantumkan.
- Ketentuan penelitian atau publikasi. Jika skripsi berkaitan dengan penelitian yang memiliki aturan etik atau akan dikembangkan menjadi artikel ilmiah, periksa juga ketentuan yang relevan.
Jika pedomannya belum jelas, jangan langsung menyimpulkan bahwa penggunaan AI tidak perlu dilaporkan. Memastikan aturan sejak awal membantu mahasiswa menghindari kesalahan dalam memenuhi persyaratan akademik.
Informasi Apa yang Perlu Dicantumkan tentang Penggunaan AI?
Jika penggunaan AI harus diungkapkan, informasi yang disampaikan sebaiknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan menggambarkan penggunaan sebenarnya. Jangan menulis deklarasi yang terlalu umum jika pedoman meminta penjelasan tentang alat atau tujuan penggunaannya.
Informasi yang mungkin perlu dijelaskan meliputi:
- Nama alat AI yang digunakan, jika diwajibkan oleh pedoman.
- Tujuan penggunaan, misalnya untuk membantu memahami konsep, menyusun kerangka, merangkum materi, atau memperbaiki tata bahasa.
- Bagian atau tahap pekerjaan yang dibantu, jika informasi tersebut diminta.
- Bentuk pemeriksaan dan verifikasi yang dilakukan, apabila pedoman mensyaratkannya.
- Pernyataan tanggung jawab penulis, jika diwajibkan, mengenai pemeriksaan hasil AI dan tanggung jawab atas isi akhir skripsi.
Tidak semua deklarasi harus memuat seluruh unsur tersebut. Ikuti format yang diminta oleh kampus atau pedoman yang menjadi acuan agar informasi yang disampaikan tidak berlebihan maupun kurang.
Mahasiswa juga perlu membedakan antara mengungkapkan penggunaan AI dan menjadikan AI sebagai sumber referensi. Pernyataan penggunaan AI tidak otomatis menggantikan sitasi untuk sumber akademik yang digunakan dalam skripsi. Jika AI membantu menemukan atau menjelaskan suatu gagasan, sumber asli tetap perlu diperiksa dan dicantumkan sesuai aturan sitasi apabila gagasan tersebut digunakan dalam tulisan.
Di Mana Letak Pernyataan Penggunaan AI dalam Skripsi?
Lokasi deklarasi penggunaan AI tidak selalu sama pada setiap institusi. Ada pedoman yang mungkin menentukan bagian khusus untuk pernyataan tersebut, sementara pedoman lain dapat memberikan arahan berbeda sesuai jenis penggunaan AI.
Beberapa lokasi yang dapat ditemukan dalam pedoman akademik antara lain:
- Bagian pernyataan atau deklarasi penulis. Jika kampus menyediakan bagian khusus untuk menyatakan penggunaan AI, ikuti format dan instruksi yang ditetapkan.
- Bagian metode penelitian. Jika AI digunakan sebagai bagian dari proses atau metode penelitian dan pedoman meminta penjelasannya, penggunaan tersebut dapat dijelaskan pada bagian yang relevan.
- Bagian ucapan terima kasih atau keterangan tambahan. Lokasi ini hanya digunakan jika memang sesuai dengan pedoman yang berlaku.
- Lampiran atau dokumen pendukung. Jika institusi meminta catatan penggunaan AI atau dokumentasi tertentu, sertakan pada bagian yang ditentukan.
Daftar tersebut bukan aturan universal. Jangan memilih lokasi hanya karena melihat contoh skripsi lain yang menggunakan format berbeda. Pedoman kampus tetap menjadi acuan utama untuk menentukan tempat, format, dan tingkat detail deklarasi.
Contoh Pernyataan Penggunaan AI dalam Skripsi
Jika kampus meminta deklarasi tetapi tidak menyediakan contoh kalimat, mahasiswa dapat menyiapkan pernyataan yang menjelaskan penggunaan AI secara jujur. Contoh berikut merupakan ilustrasi yang perlu disesuaikan dengan penggunaan sebenarnya dan ketentuan institusi.
Contoh untuk bantuan tata bahasa:
“Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan [nama alat AI] untuk membantu meninjau kejelasan dan tata bahasa pada beberapa bagian tulisan. Penulis telah meninjau kembali hasil yang diberikan dan bertanggung jawab atas isi akhir skripsi.”
Contoh untuk membantu memahami materi:
“Penulis menggunakan [nama alat AI] sebagai alat bantu untuk memahami beberapa konsep yang berkaitan dengan topik penelitian. Informasi yang relevan telah ditinjau kembali menggunakan sumber yang sesuai, dan penulis bertanggung jawab atas interpretasi serta isi akhir skripsi.”
Contoh untuk bantuan penyusunan kerangka:
“Dalam tahap perencanaan penulisan, penulis menggunakan [nama alat AI] untuk membantu mengembangkan kerangka awal. Struktur dan isi akhir telah ditinjau serta disusun kembali oleh penulis sesuai dengan tujuan penelitian dan pedoman akademik yang berlaku.”
Contoh tersebut bukan format deklarasi resmi yang berlaku untuk semua kampus. Gunakan hanya jika sesuai dengan penggunaan sebenarnya, lalu sesuaikan dengan ketentuan yang diminta. Jangan mencantumkan bantuan yang tidak pernah digunakan atau menyatakan bahwa seluruh isi telah diverifikasi jika proses tersebut belum dilakukan.
Kesimpulan
Penggunaan AI dalam skripsi tidak dapat dinyatakan selalu wajib atau selalu tidak wajib dicantumkan tanpa melihat aturan yang berlaku. Mahasiswa perlu memeriksa pedoman kampus, arahan dosen pembimbing, dan ketentuan penelitian untuk mengetahui kapan pengungkapan diperlukan.
Jika deklarasi diwajibkan, jelaskan penggunaan AI secara jujur, sesuai kebutuhan, dan mengikuti format yang ditentukan. Dengan begitu, mahasiswa dapat memanfaatkan AI secara bertanggung jawab sekaligus menjaga transparansi dalam proses penulisan akademik.
FAQ
Apakah menggunakan AI untuk memperbaiki tata bahasa skripsi harus dicantumkan?
Ketentuannya bergantung pada pedoman kampus dan jenis bantuan yang digunakan. Periksa apakah penggunaan AI untuk penyuntingan bahasa termasuk penggunaan yang harus diungkapkan.
Apakah pernyataan penggunaan AI sama dengan daftar pustaka?
Tidak. Pernyataan penggunaan AI menjelaskan bagaimana alat AI digunakan dalam proses pengerjaan, sedangkan daftar pustaka memuat sumber yang dirujuk dalam tulisan sesuai aturan sitasi.
Apakah ada format deklarasi AI yang berlaku untuk semua kampus?
Tidak ada satu format yang otomatis berlaku untuk semua institusi. Gunakan format yang ditetapkan kampus atau pedoman akademik yang menjadi acuan.