Jurnal Ilmiah Referensi Akademik Publikasi Ilmiah

Jurnal Terindeks vs Terakreditasi: Apa Bedanya?

Jurnal terindeks dan terakreditasi sering dianggap sama. Kenali perbedaan fungsi, status, dan cara memeriksa keduanya sebelum menggunakannya untuk kebutuhan akademik.

19 Oktober 2026 Nisrina Putri Dayani ยท SEO Article Writer 4 menit baca
Jurnal Terindeks vs Terakreditasi: Apa Bedanya?

Saat mencari referensi untuk skripsi atau menyusun artikel ilmiah, mahasiswa sering menemukan istilah jurnal terindeks dan jurnal terakreditasi. Keduanya kerap dianggap sama karena sama-sama berkaitan dengan pengakuan terhadap jurnal ilmiah.

Namun, indeksasi dan akreditasi merupakan dua hal yang berbeda. Memahami perbedaannya membantu mahasiswa membaca informasi jurnal dengan lebih tepat dan tidak langsung menyimpulkan kualitas suatu jurnal hanya dari satu status.

Apa Itu Jurnal Terindeks?

Jurnal terindeks adalah jurnal yang tercatat dalam suatu basis data atau layanan pengindeks yang mengumpulkan informasi publikasi ilmiah. Melalui indeksasi, informasi jurnal dan artikel yang diterbitkannya dapat ditemukan atau ditelusuri melalui sistem tersebut.

Basis data pengindeks memiliki cakupan dan kriteria masing-masing. Ada yang berfokus pada publikasi ilmiah dari berbagai bidang, ada pula yang mencakup disiplin ilmu tertentu atau publikasi dari wilayah tertentu. Karena itu, terindeks di satu basis data tidak otomatis berarti jurnal tersebut terindeks di semua basis data lainnya.

Contoh yang sering dijumpai dalam dunia akademik adalah Scopus, Web of Science, dan Directory of Open Access Journals (DOAJ). Ketiganya memiliki fungsi dan kriteria seleksi yang berbeda, sehingga status indeksasi perlu dibaca berdasarkan nama basis data yang dimaksud.

Apa Itu Jurnal Terakreditasi?

Jurnal terakreditasi adalah jurnal yang telah melalui proses penilaian berdasarkan kriteria akreditasi dari lembaga atau sistem yang berwenang. Penilaian tersebut dapat mencakup pengelolaan jurnal, proses penerbitan, kualitas tata kelola editorial, serta aspek lain yang ditentukan dalam ketentuan akreditasi.

Di Indonesia, akreditasi jurnal ilmiah nasional berkaitan dengan sistem akreditasi jurnal yang dikelola melalui mekanisme resmi pemerintah. Hasilnya dapat menunjukkan status atau peringkat akreditasi jurnal sesuai ketentuan yang berlaku.

Status akreditasi memiliki ruang lingkup dan masa berlaku yang perlu diperhatikan. Oleh sebab itu, informasi akreditasi sebaiknya tidak hanya dilihat dari logo atau tulisan pada situs jurnal, tetapi juga diperiksa melalui sumber resmi yang sesuai.

Perbedaan Jurnal Terindeks dan Terakreditasi

Perbedaan utamanya terletak pada jenis pengakuan yang diberikan dan sistem yang menjadi acuannya. Indeksasi berkaitan dengan tercatatnya jurnal atau artikelnya dalam suatu basis data, sedangkan akreditasi berkaitan dengan hasil penilaian berdasarkan standar akreditasi tertentu.

Berikut beberapa aspek yang membedakan keduanya.

  1. Tujuan. Indeksasi membantu publikasi ilmiah tercatat dan ditelusuri melalui basis data tertentu. Akreditasi digunakan untuk menilai jurnal berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh sistem akreditasi.
  2. Lembaga atau sistem yang digunakan. Indeksasi bergantung pada basis data pengindeks yang mencakup jurnal tersebut. Akreditasi bergantung pada lembaga atau mekanisme akreditasi yang berwenang.
  3. Kriteria penilaian. Setiap basis data pengindeks mempunyai kriteria seleksi sendiri. Sementara itu, akreditasi mengikuti standar dan prosedur penilaian yang berlaku dalam sistem akreditasi terkait.
  4. Informasi status. Status indeksasi perlu diperiksa pada basis data yang disebutkan. Status akreditasi perlu diperiksa pada sistem resmi yang menerbitkan informasi akreditasi tersebut.
  5. Makna bagi penulis. Indeksasi dapat membantu penulis mengetahui apakah jurnal tercatat dalam basis data tertentu. Akreditasi dapat membantu penulis mengetahui status jurnal berdasarkan sistem akreditasi yang berlaku. Keduanya tetap perlu dibaca sesuai kebutuhan akademik dan ketentuan yang digunakan.

Apakah Jurnal Terindeks Pasti Terakreditasi?

Tidak. Jurnal dapat tercatat dalam suatu basis data pengindeks tanpa memiliki status akreditasi nasional. Sebaliknya, jurnal yang memiliki status akreditasi nasional tidak otomatis tercatat di setiap basis data internasional.

Hal ini terjadi karena indeksasi dan akreditasi menggunakan sistem serta kriteria yang berbeda. Status pada satu sistem tidak dapat langsung dianggap sebagai bukti bahwa jurnal memenuhi kriteria sistem lainnya.

Sebagai contoh, jurnal nasional yang terakreditasi dapat memiliki status akreditasi tertentu di Indonesia. Namun, status tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa jurnal itu tercakup dalam Scopus atau Web of Science. Begitu pula, jurnal yang tercatat di basis data internasional belum tentu memiliki status akreditasi nasional Indonesia.

Apa Hubungan SINTA dengan Indeksasi dan Akreditasi?

SINTA sering disebut ketika mahasiswa mencari informasi tentang jurnal nasional. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa SINTA merupakan sistem informasi yang menampilkan informasi kinerja riset dan publikasi ilmiah, termasuk informasi jurnal nasional beserta peringkat akreditasinya.

Karena itu, istilah jurnal SINTA biasanya merujuk pada jurnal yang tercantum dalam sistem SINTA, sering kali dengan status atau peringkat akreditasi tertentu. Sementara itu, Scopus merupakan basis data pengindeks publikasi ilmiah. SINTA dan Scopus tidak dapat diperlakukan sebagai dua istilah yang memiliki fungsi identik.

Cara Membaca Status Jurnal dengan Tepat

Ketika menemukan jurnal yang ingin digunakan sebagai referensi atau tempat publikasi, periksa informasi statusnya secara terpisah.

  • Periksa nama basis data pengindeks. Pastikan jurnal benar-benar tercantum pada basis data yang disebutkan, bukan hanya mencantumkan logo atau klaim pada situsnya.
  • Periksa status akreditasi. Jika jurnal menyatakan terakreditasi, cari informasi statusnya pada sistem resmi yang relevan.
  • Perhatikan masa berlaku dan cakupan status. Jangan menganggap status yang pernah dimiliki jurnal pasti masih berlaku saat ini.
  • Baca ketentuan kampus atau tujuan publikasi. Persyaratan penggunaan jurnal untuk tugas, skripsi, kenaikan jabatan, atau publikasi dapat berbeda-beda.

Langkah tersebut membantu menghindari kesalahan dalam menafsirkan status jurnal. Hal ini penting karena kebutuhan referensi untuk skripsi belum tentu sama dengan persyaratan jurnal untuk publikasi atau keperluan akademik lainnya.

Kesimpulan

Jurnal terindeks adalah jurnal yang tercatat dalam basis data pengindeks tertentu, sedangkan jurnal terakreditasi adalah jurnal yang telah dinilai berdasarkan standar akreditasi yang berlaku. Keduanya berkaitan dengan pengelolaan dan pengakuan jurnal ilmiah, tetapi tidak menunjukkan hal yang persis sama.

Karena itu, jangan langsung menyamakan status indeksasi dengan akreditasi. Periksa basis data, status akreditasi, masa berlaku, dan ketentuan akademik yang menjadi acuan agar informasi jurnal dapat digunakan secara tepat.

FAQ

Apakah jurnal terindeks pasti terakreditasi?

Tidak. Indeksasi dan akreditasi menggunakan sistem serta kriteria yang berbeda. Jurnal yang terindeks belum tentu memiliki status akreditasi nasional.

Apakah jurnal terakreditasi pasti terindeks Scopus?

Tidak. Akreditasi nasional tidak otomatis berarti jurnal tercakup dalam Scopus. Statusnya perlu diperiksa secara terpisah.

Apakah SINTA dan Scopus sama?

Tidak. SINTA merupakan sistem informasi yang memuat informasi kinerja riset dan publikasi ilmiah, termasuk peringkat akreditasi jurnal nasional. Scopus merupakan basis data pengindeks publikasi ilmiah.

#jurnal terindeks #jurnal terakreditasi #indeksasi jurnal #akreditasi jurnal #sinta #scopus