Saat menyusun makalah atau skripsi, menemukan artikel ilmiah yang sesuai bisa menjadi tantangan tersendiri. Pencarian dengan kata kunci yang terlalu umum sering menghasilkan banyak artikel, tetapi hanya sedikit yang benar-benar membahas topik penelitian.
Google Scholar dapat membantu menemukan artikel jurnal, prosiding, buku akademik, dan publikasi ilmiah lainnya. Lalu, bagaimana cara menggunakannya agar hasil pencarian lebih terarah? Berikut langkah yang bisa diikuti untuk mencari referensi melalui Google Scholar.
Apa Itu Google Scholar?
Google Scholar adalah mesin pencari yang dirancang untuk menelusuri literatur ilmiah. Pengguna dapat menemukan publikasi dari berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, teknologi, ekonomi, dan ilmu sosial.
Hasil pencariannya dapat mencakup artikel jurnal, makalah konferensi, buku akademik, tesis, serta jenis publikasi lainnya. Karena itu, tidak semua hasil yang muncul di Google Scholar otomatis merupakan artikel jurnal. Periksa jenis publikasi dan informasi sumbernya sebelum menggunakan dokumen sebagai referensi.
Cara Mencari Jurnal di Google Scholar
Berikut langkah dasar untuk memulai pencarian.
- Buka Google Scholar. Akses situs scholar.google.com melalui peramban di laptop atau ponsel.
- Masukkan kata kunci penelitian. Ketik topik, variabel, atau masalah yang ingin diteliti pada kolom pencarian.
- Periksa judul hasil pencarian. Pilih artikel yang judulnya paling mendekati fokus penelitian.
- Baca abstrak. Pastikan tujuan, metode, dan topik artikel sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.
- Buka halaman publikasi. Periksa informasi penulis, nama jurnal, tahun terbit, serta ketersediaan teks lengkap.
- Simpan artikel yang relevan. Catat informasi bibliografinya agar lebih mudah digunakan saat menyusun daftar pustaka.
Jangan hanya mengandalkan judul. Artikel yang terlihat relevan dari judulnya belum tentu membahas masalah penelitian secara mendalam, sehingga abstrak tetap perlu dibaca.
Tips Menggunakan Kata Kunci agar Hasil Lebih Relevan
Kata kunci berpengaruh besar terhadap hasil pencarian. Jika kata kunci terlalu luas, hasilnya bisa bercampur dengan berbagai topik yang tidak berkaitan langsung.
1. Gunakan Kata Kunci yang Spesifik
Pilih istilah yang menggambarkan fokus penelitian, bukan hanya bidang ilmunya.
Contoh:
- Terlalu umum: pendidikan
- Lebih spesifik: student motivation in online learning
- Lebih terarah: the relationship between student motivation and academic performance in online learning
Kata kunci yang lebih spesifik membantu mempersempit hasil berdasarkan masalah yang benar-benar ingin diteliti.
2. Gunakan Tanda Kutip untuk Frasa Tertentu
Tanda kutip dapat digunakan ketika ingin mencari frasa yang susunan katanya sama.
Contoh:
- "academic writing skills"
- "student learning motivation"
Cara ini dapat membantu menemukan publikasi yang menggunakan frasa tersebut. Namun, jika hasilnya terlalu sedikit, coba hapus tanda kutip atau gunakan variasi istilah.
3. Gabungkan Kata Kunci dengan AND atau OR
Operator pencarian dapat membantu mengatur hubungan antarkonsep.
- AND digunakan untuk mencari hasil yang memuat dua konsep sekaligus. Contoh: student motivation AND academic performance.
- OR digunakan untuk mencari salah satu dari beberapa istilah. Contoh: online learning OR distance learning.
Penggunaan operator tidak selalu menghasilkan jumlah atau urutan hasil yang sama pada setiap mesin pencari. Jika hasilnya belum sesuai, ubah susunan kata kunci dan coba variasi istilah yang lebih sederhana.
4. Coba Kata Kunci dalam Bahasa Inggris
Untuk topik yang banyak dibahas dalam publikasi internasional, gunakan istilah bahasa Inggris yang umum digunakan dalam bidang tersebut. Misalnya, istilah “motivasi belajar” dapat dicoba dengan learning motivation atau student motivation.
Jangan menerjemahkan kata per kata tanpa memeriksa istilah akademiknya. Istilah yang lazim digunakan dalam publikasi ilmiah dapat berbeda dari terjemahan harfiah.
Cara Menyaring Hasil Pencarian Berdasarkan Tahun
Jika penelitian membutuhkan referensi terbaru, gunakan fitur rentang tahun pada Google Scholar.
- Masukkan kata kunci penelitian dan jalankan pencarian.
- Perhatikan pilihan rentang tahun di bagian samping hasil pencarian jika tersedia.
- Pilih tahun awal yang diinginkan atau gunakan opsi rentang khusus untuk menentukan periode tertentu.
- Tinjau kembali hasil yang muncul dan pastikan artikel tetap relevan dengan fokus penelitian.
Tidak semua penelitian harus menggunakan referensi paling baru. Untuk topik yang membutuhkan teori dasar atau konsep klasik, artikel lama mungkin tetap relevan. Sebaliknya, topik yang berkembang cepat biasanya memerlukan publikasi yang lebih mutakhir.
Karena itu, tentukan rentang tahun berdasarkan kebutuhan penelitian atau arahan dosen, bukan sekadar memilih artikel yang paling baru.
Cara Menemukan dan Mengunduh Artikel yang Dibutuhkan
Setelah menemukan hasil yang sesuai, periksa apakah teks lengkapnya tersedia. Pada sebagian hasil pencarian, tautan menuju berkas PDF atau versi teks dapat muncul di sisi kanan judul.
Jika tautan tersebut tidak tersedia, klik judul artikel untuk membuka halaman penerbit atau repositori yang menyimpannya. Dari sana, periksa apakah artikel dapat dibaca secara penuh atau hanya menampilkan abstrak.
Apabila teks lengkap tidak tersedia, coba cari judul artikel secara persis melalui Google Scholar atau periksa apakah perpustakaan kampus menyediakan akses. Hindari menganggap abstrak saja sudah cukup untuk memahami seluruh isi penelitian.
Kesimpulan
Cara mencari jurnal di Google Scholar tidak cukup hanya dengan memasukkan satu kata kunci dan memilih hasil pertama. Gunakan kata kunci yang spesifik, coba variasi istilah, manfaatkan filter tahun, dan baca abstrak sebelum menentukan artikel yang akan digunakan.
Dengan langkah tersebut, pencarian referensi dapat menjadi lebih terarah dan efisien. Yang terpenting, pastikan artikel benar-benar menjawab kebutuhan penelitian sebelum memasukkannya ke dalam daftar referensi.
FAQ
Apakah Google Scholar hanya menampilkan artikel jurnal?
Tidak. Google Scholar juga dapat menampilkan prosiding, buku akademik, tesis, dan jenis publikasi ilmiah lainnya. Periksa jenis dokumennya sebelum menggunakannya sebagai referensi.
Bagaimana jika hasil pencarian terlalu banyak?
Gunakan kata kunci yang lebih spesifik, tambahkan konsep penelitian, atau batasi rentang tahun. Kamu juga dapat menggunakan tanda kutip untuk mencari frasa tertentu.
Apakah semua artikel di Google Scholar bisa diunduh gratis?
Tidak. Sebagian artikel menyediakan teks lengkap secara gratis, sedangkan sebagian lainnya hanya dapat diakses melalui penerbit atau layanan berlangganan.