Apa Itu DrillBit?
Drillbit adalah perangkat lunak pendeteksi plagiarisme berbasis cloud yang banyak digunakan oleh universitas di Indonesia dan dunia. Universitas Ahmad Dahlan, misalnya, secara rutin mengadakan pelatihan bagi mahasiswanya untuk menggunakan aplikasi ini. Sementara itu, Rajiv Gandhi University of Health Sciences (RGUHS) di India resmi menggunakan Drillbit untuk memeriksa semua disertasi mahasiswanya.
Dengan kecerdasan buatan (AI) dan machine learning, Drillbit mampu mendeteksi kesamaan teks, manipulasi, hingga ketidakberesan format tulisan. Jadi, alat ini bukan sekadar pencocok kata, melainkan juga bisa membaca pola penulisan dan struktur paragraf.
Step by Step Cek Similarity DrillBit
1. Login ke Akun DrillBit
Biasanya, kampus akan memberikan akun khusus untuk mahasiswa. Kamu bisa mengaksesnya melalui link yang diberikan atau membuka situs resmi Drillbit. Klik tombol "Get Started" di pojok kanan atas, lalu masukkan username dan password yang sudah diberikan.
2. Buat Folder Baru
Setelah login, pilih tab "My Folders" dan klik ikon "+" untuk membuat folder baru. Beri nama folder sesuai dengan mata kuliah atau jenis tugas agar lebih rapi.
3. Unggah Dokumen
Masuk ke folder yang sudah dibuat, lalu klik ikon "+" lagi untuk mengunggah file. Drillbit mendukung berbagai format, seperti .pdf, .doc, .docx, .txt, .dotx, .xlsx, dan .wpd. Pilih file yang ingin dicek, isi informasi seperti judul dan nama penulis, lalu klik "Submit".
4. Tunggu Proses Pengecekan
Setelah diunggah, Drillbit akan membandingkan naskah kamu dengan jutaan sumber, termasuk publikasi akademik, situs web, dan database internal kampus. Waktu yang dibutuhkan bervariasi, tergantung panjang dokumen dan kondisi server.
5. Lihat Hasil Similarity
Begitu selesai, kamu akan melihat angka similarity dalam bentuk persentase. Klik angka tersebut untuk membuka halaman analisis yang lebih detail. Di sana, kamu bisa melihat bagian mana saja yang dianggap mirip dengan sumber lain.
Cara Membaca Hasil Similarity
Drillbit mengubah persentase similarity menjadi empat grade (nilai huruf) agar lebih mudah dipahami:
Gambar di atas adalah panduan cara mengecek similarity di DrillBit. Perlu diketahui bahwa DrillBit secara otomatis mengecualikan frasa pendek, idiom, atau istilah teknis yang umum, sehingga angka yang muncul mencerminkan kemiripan yang benar-benar bermakna.
Notes: Beberapa kampus menetapkan batas maksimum similarity. RGUHS, misalnya, memperbolehkan hingga 20% konten dari sumber eksternal. Jika melebihi, mahasiswa wajib merevisi drafnya. Sementara itu, jurnal ilmiah tertentu menetapkan batas di bawah 15%. Pastikan kamu tahu aturan di kampus masing-masing!
Tips Menghindari Similarity Tinggi
Parafrase dengan baik. Jangan sekadar mengganti beberapa kata. Pahami ide pokoknya, lalu tulis ulang dengan gaya bahasamu sendiri.
1. Sitasi dengan benar. Setiap kali mengutip pendapat orang lain, pastikan mencantumkan sumbernya sesuai gaya selingkung yang berlaku.
2. Gunakan kutipan langsung secukupnya. Kutipan panjang justru bisa meningkatkan angka similarity.
3. Cek sebelum submit. Jangan menunggu sampai detik-detik terakhir. Lakukan pengecekan lebih awal agar masih ada waktu untuk revisi.
Mengecek similarity di DrillBit sebenarnya tidak sulit. Cukup login, unggah file, tunggu sebentar, lalu baca laporannya. Yang lebih penting adalah bagaimana kamu menyikapi hasil tersebut. Jadikan angka similarity sebagai bahan evaluasi, bukan sekadar formalitas. Kalau kamu mau yang lebih sat-set lagi bisa kunjungi website Manuru untuk cek plagiasi dan AI di DrillBit.
Ingat, tujuan utama dari pengecekan similarity bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menjaga integritas akademik. So, jangan malas untuk mengecek karya ilmiah kamu sebelum dikumpulkan, ya!
FAQ
Apakah hasil similarity di DrillBit sama dengan di Turnitin?
Nggak selalu. Meskipun sama-sama alat deteksi plagiarisme, masing-masing memiliki basis data dan algoritma yang berbeda. Beberapa pengguna melaporkan selisih sekitar 6% antara keduanya. Jadi, wajar jika angkanya tidak persis sama.
Berapa batas maksimum similarity yang diperbolehkan?
Tergantung kebijakan kampus atau jurnal tujuan. Ada yang menetapkan 20%, ada juga yang 15%. Sebaiknya cek panduan akademik di kampusmu atau tanyakan langsung ke dosen pembimbing.
Apakah DrillBit bisa mendeteksi teks hasil AI?
Bisa. DrillBit dirancang untuk mendeteksi tidak hanya teks yang di-copy-paste, tetapi juga tulisan yang dihasilkan oleh aplikasi berbasis AI. Jadi, gunakan AI hanya sebagai alat bantu, bukan untuk membuat seluruh isi tulisan.