Akademik Penulisan Ilmiah Integritas Akademik

Common Knowledge dalam Penulisan Akademik Itu Apa?

Tidak semua informasi dalam karya ilmiah harus diberi sitasi. Kenali apa itu common knowledge, contoh sederhananya, dan kapan informasi tetap perlu dikutip.

26 Agustus 2026 Nisrina Putri Dayani · SEO Article Writer 4 menit baca
Common Knowledge dalam Penulisan Akademik Itu Apa?

Dalam penulisan akademik, tidak semua informasi yang ditulis harus selalu disertai sitasi. Ada informasi tertentu yang termasuk common knowledge, yaitu pengetahuan yang secara umum sudah diketahui dan dapat ditemukan atau dipahami oleh banyak orang tanpa bergantung pada satu sumber tertentu.

Namun, batas antara informasi umum dan informasi yang perlu diberi sitasi tidak selalu mudah dikenali. Karena itu, memahami konsep common knowledge penting agar mahasiswa tidak memberikan sitasi secara berlebihan, tetapi juga tidak melewatkan sumber ketika sebuah informasi sebenarnya membutuhkan atribusi.

Pengertian Common Knowledge dalam Penulisan Akademik

Common knowledge adalah informasi yang dianggap sudah diketahui secara luas dalam suatu masyarakat atau bidang tertentu. Informasi tersebut umumnya tidak berasal dari satu penulis atau penelitian tertentu sehingga tidak selalu perlu disertai sitasi dalam tulisan akademik.

Contohnya dapat berupa fakta dasar yang sudah sangat umum diketahui, seperti Indonesia berada di Asia Tenggara atau air membeku pada suhu 0°C dalam kondisi tekanan standar. Meski demikian, sesuatu yang dianggap umum dalam satu bidang belum tentu dianggap common knowledge dalam bidang lain.

Karena itu, common knowledge tidak sekadar berarti “informasi yang saya sudah tahu”. Suatu informasi lebih tepat dianggap sebagai common knowledge apabila pembaca yang memiliki latar belakang yang sesuai kemungkinan besar juga mengenalinya tanpa perlu diarahkan pada sumber tertentu.

Informasi yang Umumnya Tidak Memerlukan Sitasi

Fakta dasar yang sudah dikenal luas biasanya dapat ditulis tanpa mencantumkan sumber. Prinsip ini membantu tulisan akademik tetap terbaca secara alami dan tidak dipenuhi sitasi pada setiap kalimat.

Misalnya, kalimat seperti “Matahari merupakan pusat tata surya” termasuk fakta dasar yang secara umum telah diketahui. Sebaliknya, ketika tulisan mulai menyebutkan hasil penelitian, angka tertentu, pendapat peneliti, teori yang dikembangkan oleh seseorang, atau temuan yang tidak umum diketahui, kebutuhan terhadap sitasi menjadi berbeda.

Dengan demikian, pertanyaan yang perlu dipertimbangkan bukan hanya “Apakah saya tahu informasi ini?”, tetapi juga “Apakah informasi ini merupakan pengetahuan yang secara umum diketahui oleh pembaca?”

Common Knowledge Tidak Selalu Sama di Setiap Bidang

Status suatu informasi sebagai common knowledge dapat bergantung pada konteks dan tingkat keahlian pembaca. Fakta yang sangat dasar bagi mahasiswa kedokteran, misalnya, belum tentu merupakan pengetahuan umum bagi pembaca dari bidang lain.

Hal yang sama berlaku ketika mahasiswa menulis untuk bidang yang sangat khusus. Informasi yang tampak sederhana tetapi berasal dari teori, penelitian, atau sumber tertentu sebaiknya tidak otomatis dianggap sebagai common knowledge hanya karena sering muncul dalam literatur bidang tersebut.

Kapan Informasi Perlu Diberi Sitasi?

Informasi yang berasal dari gagasan, data, penelitian, teori, atau pernyataan orang lain pada umumnya perlu diberi atribusi. Sitasi membantu pembaca mengetahui dari mana informasi tersebut berasal sekaligus membedakan pengetahuan umum dari kontribusi penulis atau peneliti tertentu.

Sebagai contoh, kalimat “Penelitian X menemukan adanya hubungan antara penggunaan media sosial dan pola tidur mahasiswa” bukan sekadar fakta umum. Pernyataan tersebut merujuk pada hasil penelitian tertentu sehingga sumbernya perlu dicantumkan.

Hal serupa berlaku ketika mahasiswa mengambil definisi khusus, statistik, hasil survei, argumen peneliti, atau temuan dari jurnal untuk mendukung pembahasan. Meskipun informasi tersebut sudah pernah dibaca berkali-kali, frekuensi kemunculannya tidak otomatis membuatnya menjadi common knowledge.

Cara Membedakan Common Knowledge dan Informasi yang Perlu Dikutip

Salah satu cara sederhana adalah melihat apakah informasi tersebut merupakan fakta dasar yang sudah dikenal luas atau merupakan pengetahuan yang diperoleh dari sumber tertentu. Jika sebuah klaim memiliki penulis, penelitian, data, teori, atau sumber spesifik di belakangnya, sitasi biasanya diperlukan.

Ketika masih ragu, mahasiswa juga dapat mempertimbangkan konteks tugas dan pedoman akademik yang berlaku. Dalam penulisan akademik, memberikan sitasi pada informasi yang sebenarnya tidak wajib dikutip umumnya berbeda persoalannya dengan tidak memberikan sitasi pada gagasan atau temuan yang seharusnya memiliki atribusi.

Mengapa Memahami Common Knowledge Penting?

Memahami common knowledge membantu mahasiswa menggunakan sitasi secara lebih tepat. Tulisan tidak perlu dipenuhi referensi untuk setiap fakta dasar, tetapi informasi yang berasal dari sumber tertentu tetap dapat ditelusuri oleh pembaca.

Pada akhirnya, tujuan sitasi bukan sekadar memperbanyak jumlah referensi dalam tugas. Sitasi digunakan untuk memberikan atribusi yang tepat, mendukung klaim, dan menunjukkan hubungan antara gagasan penulis dengan sumber yang digunakan.

Kesimpulan

Common knowledge adalah informasi yang secara umum diketahui dalam konteks masyarakat atau bidang tertentu dan pada kondisi tertentu tidak memerlukan sitasi. Namun, informasi yang berasal dari penelitian, data, teori, gagasan, atau sumber tertentu tetap perlu diberi atribusi meskipun informasi tersebut sudah sering ditemukan dalam literatur.

Karena batasnya dapat bergantung pada bidang dan konteks pembaca, mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengandalkan apa yang menurut dirinya sudah umum diketahui. Ketika ragu, pedoman sitasi, panduan akademik kampus, dan konteks bidang studi dapat menjadi acuan untuk menentukan apakah sebuah informasi perlu diberi sumber.

FAQ

Apakah semua fakta umum tidak perlu sitasi?

Tidak selalu. Sesuatu yang tampak umum bagi satu kelompok pembaca belum tentu dianggap common knowledge dalam bidang atau konteks lainnya.

Apakah informasi yang sering muncul di jurnal otomatis menjadi common knowledge?

Tidak. Frekuensi sebuah informasi muncul dalam jurnal tidak otomatis menghilangkan kebutuhan sitasi, terutama jika informasi tersebut berasal dari penelitian atau sumber tertentu.

Kalau ragu, apakah sebaiknya memberikan sitasi?

Jika status suatu informasi tidak jelas, memberikan sitasi dapat menjadi pilihan yang lebih aman, selama sumber tersebut memang relevan dengan klaim yang dibuat.

#common knowledge #penulisan akademik #sitasi #integritas akademik #karya ilmiah #referensi