Metode Penelitian Mahasiswa

Matriks Literatur Untuk Memetakan Penelitian Terdahulu

Panduan lengkap matriks literatur untuk skripsi: cara membandingkan penelitian terdahulu, menemukan research gap, dan menyusun kajian pustaka yang rapi.

25 Agustus 2026 Salwa Aliyyah ยท SEO Writer 4 menit baca
Matriks Literatur Untuk Memetakan Penelitian Terdahulu

Kamu sudah baca puluhan jurnal, tapi pas ditanya dosen "Apa novelty penelitianmu?" malah bengong? Atau waktu nulis bab kajian pustaka, kamu cuma bisa ngecopas abstrak jurnal satu per satu tanpa nyambung? Kalau iya, selamat, kamu lagi berada di fase paling bikin frustrasi dalam proses skripsi. Tapi tenang, ada solusi yang sudah terbukti secara akademis dan dipakai peneliti di seluruh dunia, yaitu metode matriks literatur.

Apa Itu Matriks Literatur?

Gambar di atas adalah contoh dari matriks literatur penelitian terdahulu. Metode matriks literatur pertama kali dikembangkan oleh Judith Garrard, seorang profesor emeritus dari University of Minnesota, saat ia menyiapkan proposal hibah untuk NIH (National Institutes of Health). Metode ini dirancang untuk mengajarkan mahasiswa cara membaca artikel ilmiah, mengorganisasi review, menganalisis temuan, dan membuat sintesis naratif secara terstruktur.

Secara sederhana, matriks literatur adalah metode untuk mengorganisasi informasi ilmiah penting dari berbagai literatur yang sudah ada. Dengan jumlah artikel ilmiah yang sangat banyak, informasi penting bisa hilang jika tidak didokumentasikan dengan benar, bahkan sumber aslinya pun bisa terlewat. Matriks ini membantumu menghemat waktu yang seharusnya habis untuk bolak-balik membaca ulang informasi yang sama.

Benefitnya: sebuah reading matrix memungkinkan kamu mencatat bacaan-bacaan kunci dengan cara yang memudahkan melihat persamaan dan perbedaan antar literatur. Kamu bisa membandingkan tema, hasil penelitian, metodologi, atau kategori lain yang kamu pilih. Dengan kata lain, matriks literatur membantumu melihat big picture dari seluruh penelitian yang sudah kamu baca, sekaligus menemukan celah di antaranya.

Struktur Inti Matriks Literatur

Berdasarkan artikel MGH Institute of Health Professions, inti dari matriks literatur adalah tabel. Setiap baris mewakili satu artikel, dan setiap kolom mewakili elemen tertentu dari artikel tersebut. Elemen-elemen yang umumnya dimasukkan antara lain:

  1. Penulis dan tahun, untuk melihat perkembangan riset dari waktu ke waktu
  2. Kerangka teori, seperti landasan teori yang digunakan peneliti
  3. Pertanyaan penelitian/hipotesis, seperti apa yang ingin dijawab
  4. Metodologi berupa pendekatan, desain, sampel, instrumen
  5. Analisis dan hasil berupa temuan utama penelitian
  6. Kesimpulan dan implikasi, apa yang disarankan untuk riset selanjutnya

Kamu bisa menambahkan kolom lain sesuai kebutuhan penelitianmu. Misalnya, kolom objek penelitian, variabel, atau lokasi penelitian. Yang penting, pastikan selalu mencantumkan tiga kolom pertama, yaitu penulis, tahun, kerangka teori, dan hipotesis karena ini adalah informasi kunci.

Baca Juga: Tips Mencari Research Gap yang Jarang Diketahui

Kunci dari Matriks ke Research Gap

Kira-kira bagaimana cara menemukan research gap dari matriks literatur?

  • Pertama, setelah semua artikel kamu masukkan ke dalam matriks, kamu harus atur urutannya secara kronologis (dari tahun tertua ke terbaru). Ini memudahkanmu melihat bagaimana riset di bidangmu berkembang seiring waktu.
  • Kedua, baca vertikal setiap kolom. Misalnya, baca kolom metodologi dari atas ke bawah, apa tren metode yang digunakan? Apa yang belum pernah dipakai? Baca kolom hasil, apakah ada inkonsistensi temuan antar penelitian? Baca kolom objek, apakah semua penelitian hanya fokus pada populasi tertentu dan mengabaikan yang lain?

Seperti yang dijelaskan dalam panduan dari James Cook University, setelah kamu selesai membaca literatur, kamu perlu mensintesis informasi dengan menggabungkan temuan, argumen, dan kesimpulan dari literatur menjadi diskusi yang jelas dan mudah dipahami.

Caranya: kamu baca kolom yang relevan dan deskripsikan apa yang sudah terjadi dalam literatur dari waktu ke waktu. Jika ada celah dalam pengetahuanmu, kembali ke teks asli dan baca lebih detail.

Dari sinilah research gap terlihat, antara lain: 

  • Topik yang belum diteliti
  • Metode yang belum dipakai
  • Populasi yang terlewat, atau temuan yang bertentangan

Semua ini bisa jadi pintu masuk untuk penelitian kamu.

Tips Praktis Membuat Matriks yang Efektif

1. Buat sejak awal

Jangan tunggu sampai semua jurnal terkumpul. Isi matriks secara bertahap setiap kali kamu selesai membaca satu artikel.

2. Gunakan alat yang nyaman

Kamu bisa pakai Excel, Word, atau Google Sheets. Bahkan ada paket R khusus bernama matriz yang bisa membantu membuat dan mengelola matriks literatur secara terstruktur.

3. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas

Matriks yang berisi 15-20 artikel relevan lebih berharga daripada 50 artikel yang cuma di-copas abstraknya.

Manfaatkan sumber lokal Indonesia, seperti Portal Garuda, Perpusnas, dan Moraref adalah teman baikmu untuk mencari jurnal dari Indonesia.

Matriks literatur adalah alat sederhana tapi ampuh yang akan menyelamatkan skripsimu dari kebingungan. Metode ini membantumu membandingkan penulis, tahun, metode, teori, objek, hasil, dan yang paling penting adalah menemukan research gap dengan cara yang sistematis dan terstruktur.

Mulai sekarang, jangan baca jurnal tanpa bikin matriks. Dosen pembimbingmu pasti akan amaze melihat kajian pustaka yang rapi dan berbasis data. Selamat mencoba!

FAQ

Apa sih bedanya matriks literatur dengan review tabel biasa?

Matriks literatur adalah metode khusus yang dikembangkan oleh Judith Garrard untuk mengorganisasi literatur secara sistematis. Berbeda dengan tabel biasa, matriks literatur dirancang untuk membantu sintesis, menggabungkan temuan dari berbagai sumber ke dalam satu pemahaman yang utuh, bukan sekadar mendaftar artikel.

Berapa banyak artikel yang ideal untuk dimasukkan dalam matriks?

Nggak ada angka pasti, tapi untuk skripsi S1, 15-20 artikel yang benar-benar relevan sudah cukup. Yang lebih penting adalah kedalaman pemahamanmu terhadap setiap artikel, bukan jumlahnya.

Bagaimana cara memilih kolom yang tepat untuk matriks?

Kamu bebas menentukan kolom sesuai kebutuhan penelitianmu. Namun, tiga kolom wajib adalah: penulis atau tahun, kerangka teori, dan hipotesis atau pertanyaan penelitian. Sisanya bisa disesuaikan dengan metode, sampel, hasil, lokasi, atau variabel penelitian.

#matriks literatur #penelitian terdahulu #kajian pustaka #literature review #penelitian #skripsi