Metode Penelitian Mahasiswa

Tips Mencari Research Gap yang Jarang Diketahui

Cari tahu apa itu research gap, jenis-jenisnya, dan cara menemukannya untuk skripsimu. Panduan lengkap dengan contoh dari penelitian asli.

25 Agustus 2026 Salwa Aliyyah ยท SEO Writer 4 menit baca
Tips Mencari Research Gap yang Jarang Diketahui

Tahukah kamu, keluhan paling umum dari mahasiswa tingkat akhir adalah kebingungan menentukan topik skripsi karena merasa 'semua sudah diteliti'. Padahal, sebenarnya masih banyak celah yang bisa kamu gali.

Apa Itu Research Gap?

Mengutip dari repository UIN Malang, research gap atau celah penelitian adalah bagian dari topik yang belum diteliti atau belum diteliti secara memadai oleh peneliti lain. Ini bisa berupa pertanyaan yang belum terjawab, metode yang belum pernah digunakan, atau populasi yang belum terliput. Sederhananya, ini adalah "ruang kosong" dalam peta pengetahuan yang sudah ada.

Research gap penting karena menjadi fondasi untuk merumuskan masalah penelitian yang orisinal. Dengan menemukannya, penelitianmu punya kontribusi nyata, bukan sekadar mengulang pekerjaan orang lain.

Kenali Jenis-Jenis Research Gap

Research gap itu nggak cuma satu macam. Para ahli seperti Miles (dalam berbagai sumber) mengidentifikasi setidaknya tujuh jenis celah penelitian. Memahami jenis-jenis ini akan membantumu lebih jeli saat mencari celah.

1. Evidence Gap (Celah Bukti): Terjadi ketika temuan penelitian baru bertentangan dengan kesimpulan yang sudah diterima secara luas, atau ketika bukti yang ada tidak konsisten.

2. Knowledge Gap (Celah Pengetahuan): Ada kekosongan pengetahuan dalam literatur yang ada. Pengetahuan yang diharapkan ternyata tidak tersedia di teori atau di lapangan.

3. Practical-Knowledge Gap (Celah Pengetahuan Praktis): Terjadi ketika tindakan profesional di lapangan berbeda dari apa yang direkomendasikan oleh penelitian. Ini membuka peluang untuk meneliti alasan di balik perbedaan tersebut.

4. Methodological Gap (Celah Metodologis): Kesenjangan ini muncul ketika metode penelitian yang digunakan sebelumnya dianggap memiliki kelemahan atau tidak lagi relevan, sehingga diperlukan pendekatan metodologi yang baru atau berbeda.

5. Empirical Gap (Celah Empiris): Topik tertentu sudah banyak dibahas secara teori tetapi belum memiliki data atau bukti empiris yang memadai untuk mendukungnya.

6. Theoretical Gap (Celah Teoretis): Terjadi ketika teori atau model yang ada dirasa tidak cukup untuk menjelaskan sebuah fenomena.

7. Population Gap (Celah Populasi): Sebuah kelompok atau populasi tertentu kurang terwakili atau belum diteliti secara memadai dalam penelitian yang sudah ada.

Baca Juga: Tips Membuat Judul Skripsi Agar Cepat di ACC

Cara Menemukan Research Gap

Menemukan celah penelitian memang butuh usaha, tapi ada strategi jitu yang bisa kamu coba. Berikut panduan langkah demi langkahnya:

1. Mulai dengan Topik yang Kamu Minati

Tentukan dulu area atau topik besar yang ingin kamu teliti.

2. Lakukan Penelusuran Literatur

Gunakan basis data akademik seperti Google Scholar, Scopus, atau ScienceDirect untuk mencari artikel ilmiah, tinjauan pustaka (literature review), atau tinjauan sistematis (systematic review) yang relevan dengan topikmu.

3. Baca Bagian "Kesimpulan" dan "Saran"

Hal ini merupakan bagian krusian. Peneliti sering kali menuliskan keterbatasan penelitian mereka dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya di bagian akhir artikel. Cari frasa-frasa seperti "further research is needed", "limitations of this study", atau "unexplored areas".

4. Periksa Celah dari Berbagai Sudut (POV)

Saat membaca, tanyakan pada dirimu sendiri:

  • Apakah penelitian ini hanya menggunakan satu metode? (Celah Metodologis)
  • Apakah penelitian ini hanya dilakukan di satu tempat atau pada satu kelompok orang? (Celah Populasi atau Kontekstual)
  • Apakah ada dimensi dari topik ini yang belum dibahas? (Celah Pengetahuan)

5. Gunakan Alat Bantu

Manfaatkan alat pemetaan literatur berbasis AI seperti Litmaps, Research Rabbit, atau Connected Papers untuk melihat visualisasi hubungan antarpenelitian dan menemukan area yang belum terjamah.

Contoh Research Gap dari Peneliti Terdahulu

Celah Populasi dan Metodologis: Sebuah studi dari Uscupstate Library tentang efektivitas latihan untuk pasien dengan sindrom hipermobilitas memiliki sampel yang kecil dan tidak menggunakan analisis 3D. Ini membuka celah untuk penelitian serupa dengan sampel yang lebih besar dan metode analisis 3D.

Celah Pengetahuan: Penelitian tentang pencegahan HIV (PrEP) pada remaja masih sangat terbatas. Ini adalah celah pengetahuan yang jelas karena populasi remaja belum banyak diteliti dalam konteks tersebut.

Celah Disiplin Ilmu: Penelitian tentang padi di Indonesia dan Filipina selama ini didominasi oleh ilmu alam, sementara kajian dari perspektif ilmu sosial masih sangat kurang. Ini adalah celah yang bisa diisi oleh peneliti dari bidang sosiologi, antropologi, atau ekonomi.

Menemukan research gap memang tidak bisa dalam sekejap mata. Perlu diiringi proses membaca, berpikir kritis, dan terus bertanya. Namun, dengan memahami definisi, mengenali jenis-jenisnya, dan menggunakan strategi yang tepat, terutama dengan rajin membaca bagian "saran" di artikel jurnal, kamu pasti bisa menemukan celah penelitianmu sendiri. Ingat, research gap yang baik tidak hanya akan membuat skripsimu lebih berbobot, tetapi juga membantumu memberikan kontribusi nyata bagi dunia akademis.

Kalau kamu butuh layanan untuk parafrase manual, cek Turnitin atau DrillBit. Cek website Manuru sekarang.

FAQ

Apa bedanya research gap dengan novelty?

Research gap adalah celah atau kekosongan dalam penelitian yang sudah ada, sementara novelty adalah kebaruan atau orisinalitas yang kamu tawarkan untuk mengisi celah tersebut. Research gap adalah 'masalahnya', novelty adalah 'kebaruan atau temuan original'.

Apakah research gap harus benar-benar topik yang belum pernah diteliti sama sekali?

Nggak harus. Justru di ilmu sosial, sangat jarang menemukan topik yang benar-benar belum tersentuh. Research gap bisa berupa perspektif baru (misal, meneliti topik yang sama dari sudut pandang ekonomi, padahal sebelumnya dari sudut pandang sosiologi), lokasi baru (meneliti fenomena yang sama di kota berbeda), atau metode baru (meneliti topik lama dengan metode kuantitatif, padahal sebelumnya kualitatif).

Di mana bagian paling mudah untuk menemukan research gap di sebuah artikel jurnal?

Bagian paling mudah dan paling jelas adalah di bagian "Kesimpulan" (Conclusion) atau "Diskusi" (Discussion). Di sinilah penulis biasanya secara eksplisit menuliskan keterbatasan penelitian mereka dan memberikan saran untuk penelitian di masa depan.


#mencari research gap #research gap #mahasiswa #penelitian #celah penelitian #skripsi