Metode Penelitian Mahasiswa

Tips Memilih Informan Penelitian yang Sesuai

Tips milih informan penelitian buat skripsi: kriteria, purposive & snowball sampling, contoh nyata. Wajib baca mahasiswa akhir biar nggak salah pilih.

28 Agustus 2026 Salwa Aliyyah ยท SEO Writer 4 menit baca
Tips Memilih Informan Penelitian yang Sesuai
Pernah ngerasa bingung milih siapa aja yang bakal diwawancarai buat skripsi? Atau takut salah pilih informan malah datanya ngaco dan bikin penelitian jadi kurang valid? Banyak mahasiswa akhir yang struggle di tahap ini. Padahal, pemilihan informan yang tepat itu ibarat fondasi rumah. Kalau salah pasang, ya goyang semua strukturnya, benar kan?

Di artikel ini kita bakal bahas tuntas gimana sih cara milih informan penelitian yang sesuai, lengkap dengan kriteria, teknik sampling, dan contoh biar kamu nggak bingung lagi. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Apa Itu Informan Penelitian?

Dalam penelitian kualitatif, istilah "informan" yang digunakan untuk penelitian kualitatif, sedangkan "responden" untuk penelitian kuantitatif. Menurut Moleong (2000:90), informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang objek penelitian. Sederhananya, informan adalah sumber data yang bisa ngasih kamu gambaran nyata tentang fenomena yang kamu teliti.

Keberadaan informan sangat krusial karena penelitian kualitatif menempatkan informan sebagai bagian penting yang berhubungan dengan data dan kevalidan data tersebut. Jadi, jangan asal pilih ya!

Apa Saja Kriteria Informan yang Baik?

Sebelum memutuskan siapa yang bakal kamu wawancarai, pastikan calon informanmu memenuhi kriteria berikut. Spradley dalam Sugiyono, 2008 merangkum beberapa syarat penting:

1. Memiliki Pengalaman Langsung Sesuai Topik

Informan harus punya pengalaman pribadi yang relevan dengan masalah yang diteliti. Nggak mungkin dong kamu meneliti pengalaman mahasiswa organisasi tapi yang diwawancarai mahasiswa yang nggak aktif organisasi?

2. Terlibat Aktif di Lingkungan yang Diteliti

Informan yang baik adalah yang masih terikat secara penuh dan aktif pada lingkungan serta kegiatan yang menjadi sasaran penelitian. Mereka yang sudah nggak aktif biasanya informasinya terbatas dan kurang akurat.

3. Punya Waktu yang Cukup

Ini penting banget lho! Informan harus punya banyak waktu dan kesempatan untuk diwawancarai. Jangan sampe kamu udah semangat wawancara, eh informannya malah sibuk terus.

4. Bersikap Netral dan Jujur

Informan yang baik nggak punya kepentingan pribadi untuk menjelek-jelekkan orang lain atau memanipulasi informasi. Mereka harus bisa memberikan informasi apa adanya, bukan yang sudah "dikemas" sebelumnya.

5. Memahami Budaya Setempat

Informan harus memahami betul kultur setempat dan menyaksikan langsung kejadian-kejadian penting di sana. Ini bikin informasi yang diberikan lebih akurat dan terkini.

Teknik Memilih Informan

Dalam penelitian kualitatif, ada dua teknik yang paling sering digunakan: purposive sampling dan snowball sampling. Simak perbedaannya biar kamu bisa paham.

1. Purposive Sampling


Teknik ini adalah penentuan informan berdasarkan pertimbangan tertentu. Kamu sengaja milih orang yang dianggap paling tahu tentang apa yang kamu teliti. Misalnya, kalau kamu meneliti kebijakan di suatu instansi, kamu bakal milih kepala dinas atau pejabat yang kompeten sebagai informan kunci.

Menurut Sugiyono, purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu, misalnya orang tersebut dianggap paling tahu tentang apa yang diharapkan atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti memahami objek yang diteliti.

2. Snowball Sampling


Teknik ini seperti bola salju, awalnya kecil, makin lama makin besar. Kamu mulai dengan satu atau dua informan, lalu dari mereka kamu dapat rekomendasi informan lain yang juga relevan. Teknik ini sangat berguna ketika informan yang kamu butuhkan sulit dijangkau atau termasuk kelompok yang tertutup.

Banyak penelitian yang menggabungkan kedua teknik ini, seperti memilih informan kunci secara purposive, lalu mengembangkan jaringan informan berikutnya dengan snowball.

Contoh Pemilihan Informan dalam Skripsi

Biar lebih kebayang, yuk lihat contoh nyata. Dalam sebuah penelitian tentang UMKM di sekitar pelabuhan, informan dibagi menjadi tiga jenis:

Informan Kunci: orang yang memiliki informasi menyeluruh tentang permasalahan penelitian

Informan Utama: "aktor utama" yang mengetahui secara teknis dan detail masalah penelitian

Informan Pendukung: pemberi informasi tambahan sebagai pelengkap analisis

Contoh lain: penelitian tentang siswa bolos di SMA Negeri 9 Surabaya menggunakan metode purposive dulu, dengan mewawancarai guru BK, baru kemudian snowball untuk menjaring siswa-siswi yang sering bolos.

Jumlah Informan yang Ideal

Tenang, dalam penelitian kualitatif nggak ada patokan jumlah informan yang baku. Penelitian kualitatif tidak mengenal adanya jumlah sampel minimum (sample size). Yang penting adalah dua syarat, yaitu kecukupan dan kesesuaian.

Kamu bisa berhenti mencari informan kalau data yang terkumpul sudah jenuh, artinya informasi yang didapat mulai berulang dan nggak ada temuan baru lagi.

Milih informan penelitian emang butuh ketelitian dan strategi. Pastikan calon informanmu memenuhi kriteria, punya pengalaman relevan, aktif di lingkungan yang diteliti, punya waktu, jujur, dan paham konteksnya. Gunakan teknik purposive buat milih informan kunci, lalu snowball buat memperluas jaringan informan. Dan ingat, jumlah informan nggak harus banyak, yang penting datanya cukup dan mendalam.

Sekarang giliran kamu! Udah punya bayangan siapa aja yang bakal jadi informan skripsimu? 

FAQ

Apakah informan dan responden itu sama?

Tidak. Responden biasanya dipakai dalam penelitian kuantitatif dengan jumlah banyak dan data berupa angka. Informan digunakan dalam penelitian kualitatif untuk menggali informasi secara mendalam melalui wawancara. Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi objek penelitian.

Bagaimana cara menentukan informan kunci yang tepat?

Informan kunci adalah orang yang memiliki informasi menyeluruh tentang masalah yang diteliti. Caranya: tentukan dulu kriteria yang kamu butuhkan, misalnya seperti pengalaman, jabatan, pengetahuan, lalu cari orang yang paling memenuhi kriteria tersebut. Bisa dengan bertanya kepada pihak yang mengetahui komunitas atau lingkungan yang kamu teliti.

Kapan sebaiknya menggunakan snowball sampling?

Snowball sampling cocok digunakan ketika informan yang kamu butuhkan termasuk dalam kelompok yang sulit dijangkau atau tertutup, seperti komunitas tertentu, pengguna narkoba, atau kelompok minoritas. Teknik ini juga efektif kalau kamu belum tahu siapa saja yang relevan untuk diwawancarai, kamu bisa mulai dari satu informan lalu minta rekomendasi ke yang lain.

#informan #sumber data penelitian #penelitian #skripsi #mahasiswa akhir #kualitatif