Akademik Perkuliahan

Ujian Open Book dan Closed Book: Apa Bedanya?

Open book bukan berarti ujian lebih mudah. Kenali perbedaan open book dan closed book serta kemampuan yang sebenarnya dinilai.

27 Agustus 2026 Nisrina Putri Dayani ยท SEO Article Writer 2 menit baca
Ujian Open Book dan Closed Book: Apa Bedanya?

Pernah mengira ujian open book pasti lebih mudah karena mahasiswa boleh membuka buku atau catatan? Anggapan tersebut belum tentu benar karena tingkat kesulitan ujian tidak hanya ditentukan oleh boleh atau tidaknya menggunakan sumber.

Perbedaan utama open book dan closed book terletak pada akses terhadap sumber saat ujian. Namun, format tersebut juga berkaitan dengan kemampuan yang ingin dinilai dalam suatu mata kuliah.

Apa Itu Ujian Open Book dan Closed Book?

Pada ujian open book, mahasiswa diperbolehkan menggunakan sumber tertentu selama ujian, seperti buku, catatan, atau materi perkuliahan. Sementara itu, ujian closed book mengharuskan mahasiswa mengerjakan soal tanpa mengakses bahan referensi.

Perbedaan ini membuat jenis pertanyaan yang digunakan dapat dirancang secara berbeda. Ujian closed book dapat lebih menekankan kemampuan mengingat dan mengambil kembali pengetahuan, sedangkan open book dapat diarahkan pada pemahaman, analisis, penerapan konsep, atau pemecahan masalah.

Open Book Bukan Berarti Lebih Mudah

Adanya buku atau catatan tidak otomatis membuat jawaban menjadi mudah ditemukan. Soal open book dapat menuntut mahasiswa memahami konsep, memilih informasi yang relevan, lalu menggunakannya untuk menyelesaikan persoalan. UCL juga menjelaskan bahwa ujian open book dapat dirancang untuk menguji kemampuan tingkat tinggi, bukan sekadar mengingat informasi.

Penelitian tentang format ujian juga menunjukkan bahwa hasilnya tidak sesederhana anggapan open book lebih mudah atau closed book lebih sulit. Sebuah meta-analisis terbaru menemukan bahwa secara keseluruhan efektivitas kedua format terhadap pembelajaran tidak berbeda secara signifikan.

Mengapa Format Ujian Bisa Berbeda?

Dosen atau program studi biasanya menentukan format ujian berdasarkan kemampuan yang ingin diukur. Jika tujuan pembelajaran menekankan penerapan, analisis, atau interpretasi, format yang memungkinkan akses sumber dapat digunakan dengan desain soal yang sesuai.

Jadi, open book dan closed book bukan sekadar dua tingkat kesulitan ujian. Keduanya merupakan format penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran dengan cara berbeda.

Kesimpulan

Perbedaan open book dan closed book terutama terletak pada akses terhadap sumber, tetapi maknanya lebih luas daripada itu. Format ujian dipilih berdasarkan kemampuan yang ingin dinilai, sehingga open book tidak otomatis lebih mudah.

FAQ

Apakah open book pasti lebih mudah?
Tidak. Soalnya tetap dapat menuntut analisis dan penerapan konsep.

Apa yang membedakan closed book?
Mahasiswa mengerjakan ujian tanpa mengakses bahan referensi yang diperbolehkan dalam open book.

Apakah semua ujian open book memperbolehkan sumber yang sama?
Tidak. Dosen atau program studi dapat menentukan sumber yang boleh digunakan, seperti buku, catatan, atau materi tertentu. Karena itu, mahasiswa perlu mengikuti ketentuan yang diberikan sebelum ujian.

#ujian #open book #closed book #penilaian #mahasiswa